
setelah hampir satu jam menunggu, stave mulai khawatir dengan Nadya dan alcee pasalnya jarak rumah ke restoran hanya memakan waktu 30 menit, stave menghubungi Nadya tapi panggilannya malah di reject, yang membuatnya semakin bingung, karena jika Nadya sedang menyetir maka alcee yang akan mengangkatnya sedangkan ini malah di matikan.
"dad, mom dan kak alcee mana kok belum datang?" tanya rain kecil pada stave
"sabar ya sayang, mereka sedang dalam perjalanan" ucap stave sambil mengelus pipi chubby rain dan coba membuka aplikasi di ponselnya yang menghubungkan GPS di mobil Nadya, stave Dan rain kecil langsung beranjak dari tempatnya Dan menyusul Nadya karena GPS mobil Nadya tidak mengarah ke restoran.
"Rain dimana restorannyai?" ucap Venus yang berhasil membuyarkan lamunan rain
"eh iya sebentar kak" jawab rain dan membuka ponselnya dan Venus masih fokus menatap jalan di depannya
"aku akan menghubungi max saja, karena kata lucas restoran yang akan kita tuju sudah tutup semenjak 5 tahun lalu, dan aku hanya bisa mengingat ketika sudah berada di dalam restoran itu" ucap rain yang baru saja membaca pesan dari Lucas.
"max tempatnya dimana?" tanya rain to the point ketika sambungannya di angkat max
"aku akan mengirim sherloc, apa kau sudah siap?" tanya max memastikan niat rain kali ini
"aku sangat siap max" jawab rain
"apa kau yakin dengan keputusanmu, biar aku saja yang menyusul max " ucap Venus karena ia khawatir dengan rain, pasalnya baru kali ini rain akan bertarung dan menghadapi musuh yang tidak bisa di anggap sepele.
"aku sangat siap kak menghadapi mereka, aku ingin tahu seperti apa wajah Robert itu" ucap rain dengan sorot mata tajam
"baiklah" Venus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke tujuan mereka,karena perjalanan cukup jauh.
rain bermain dengan ponselnya, ia berbalas pesan dengan Bella meminta maaf karena langsung pergi dari rumah Bella tanpa berpamitan, setelah pulang dari Singapura ia berjanji akan menceritakan semuanya pada ketiga sahabatnya itu.
"non, jangan langsung masuk ke gedung" pesan max yang masuk pada ponsel rain
sebelum rain membalasnya max sudah mengirim sherloc sebuah rumah kecil yang dekat dengan gedung tersebut.
"oke max" balas Rain
tak terasa akhirnya rain dan pasukannya sudah sampai di depan rumah yang di maksud max
"kenapa sepi sekali" tanya rain ketika mobil berhenti di sebuah rumah kayu kecil yang sudah tidak terawat.
"kita cek saja ke dalam" jawab Venus segera turun dari mobil dan di ikuti oleh rain
"tunggu kak" cegah Rain mencekal pergelangan Venus
"jangan jangan max tertangkap Dan ini sebuah jebakan" ucap rain waspada, karena ia teringat sesuatu jika sangat penting max pasti menelponnya bukan mengirimkannya pesan.
" kau takut?" tanya Venus menyipitkan matanya
" siapa bilang? Aku adalah Raina Ocean tidak takut pada apapun dan siapapun" Ucap Raina melangkah maju dan Venus tersenyum gemas dengan kelakuan rain.
__ADS_1
kreek
rain membuka pelan pintu kayu yang sudah reot itu
"max" panggil rain ketika melihat rumah itu ternyata kosong,ia mulai melangkah maju dan sangat hati hati
drt
drt
drt
"max kau di mana?" ucap rain ketika mengangkat telepon dari max
"non tunggulah di situ, 5 menit lagi aku datang" ucap max
"tapi max aku.." suara rain terputus ketika tersadar sambungannya sudah di matikan oleh max
"dasar max semakin hari semakin menjengkelkan" umpat rain dan ia memilih duduk di kursi sembari menunggu max
ceklek
"max akhirnya kau datang juga" ucap rain menatap orang yang baru masuk,rain melangkah mendekati max
"non kita harus..." belum selesai max berbicara tiba tiba
dug
dug
"bisa bisanya kau kehilangan jejak Daddy" marah rain terhadap max
"maaf non" ucap max singkat
"non kita harus membuat rencana yang matang , mengingat jumlah mereka sangat banyak" ucap max ikut duduk di depan rain.
"bagaimana keadaan Daddy ku?" tanya rain
"sejauh ini kemungkinan tuan baik baik saja, karena tidak ada pergerakan sama sekali" ucap max dan menjelaskan bagiamana situasi di sana, mereka akan menyerang ketika matahari sudah terbenam dan secara sembunyi sembunyi karena tidak ingin sesuatu buruk terjadi jika Robert tahu pasti tidak segan segan langsung membunuh stave.
*
*
*
__ADS_1
"makanlah" ucap Rezi memberikan sepiring makanan pada stave tapi stave sama sekali tidak bergeming, bahkan dari tadi anak buahnya sudah memaksanya tapi stave selalu memuntahkan semua makanannya Dan akhirnya Rezi lah yang turun tangan
"apa kau takut jika aku meracuni mu?" ucap Rezi ketika mulai lelah menyuruh stave makan
dan stave hanya tersenyum dengan perkataan Rezi
"aku tidak butuh makanan itu untuk berduel denganmu Anak muda karena kekuatanku jauh dari mu" ucap stave sombong karena memang ia masih sangat kuat untuk meladeni kekuatan Rezi yang mungkin tidak seberapa dengannya,
"kau terlalu meremehkanku , setidaknya minumlah aku tidak ingin melawan orang yang lemah " ucap Rezi sambil membuka ikatan di tangan stave
"tuan apa Tidak apa apa ikatannya di lepas?" tanya salah satu anak buah Rezi
"aku yakin dia tidak melarikan diri seperti pengecut" ucap Rezi dengan senyum smirknya
*
*
*
"non apa sudah siap?" tanya max sambil mengisi pelurunya
"aku sangat siap max, oh ya jangan panggil aku non lagi, Lucas saja langsung panggil namaku tanpa embel embel Non" ucap rain sambil merapatkan tali sepatu boots nya, max Tidak menjawab perkataan rain menurutnya itu sangat tidak penting.
Max tertegun sebentar melihat penampilan rain yang menurutnya keren Tidak terlihat seperti rain yang biasanya terlihat feminim, Rain memakai celana jeans hitam panjang, kaos hitam Dan juga jaket kulit hitam tak lupa juga sepatu boots agar memudahkannya berlari.
"kenapa kau memandangku seperti itu? aku terlihat keren kan" ucap rain narsis
"biasa saja, ini non" ucap max melemparkan 1 pistol ke arah rain, dan rain sigap manangkapnya
"kau itu, ku tembak baru tau rasa" ucap rain, rain tahu max sengaja melemparkannya untuk melihat sesigap apa dirinya
"aku sudah punya pistol" ucap rain mengeluarkan 2 pistolnya dari belakang
"pakai saja yang ku berikan,itu pistol redam suara sesuai dengan misi kita" ucap max dan memberikan pistol ke dua untuk rain,
"jika tidak ada suaranya bagaimana aku tahu kalau sudah menembaknya?" tanya rain mengerutkan keningnya dan Venus yang mendengar ucapan rain hanya tersenyum menggeleng.
"non akan tahu nanti" ucap max berlalu dan mendekat ke arah Venus
"panggil aku rain, ku cium bibirmu baru tau rasa kau max" teriak rain dan melangkah mengikuti max
"aku sangat percaya padamu, kau tidak mungkin mengkhianati kami" ucap max memberikan pistol pada Venus dan menepuk pelan pundak nya
dan Venus hanya tersenyum dan melangkah mengikuti max begitupun dengan rain.
__ADS_1
tidak salah jika max berkata seperti itu mengingat Venus pernah menjadi pembunuh bayaran yang mengancam nyawa rain.