Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 83


__ADS_3

sudah dua bulan Rezi berada di California, setiap hari ia mengantar jemput gadis nya kuliah, dan setiap hari pula ia mengantar rain berangkat bekerja, rain tetap ingin bekerja meskipun sudah di larang Rezi


"Rezi pulanglah bagaimana dengan kuliahmu? " ucap rain karena sudah dua bulan ini Rezi bersamanya.


saat ini mereka sedang bersantai berpelukan di sofa sambil menonton acara tv, mereka hanya tinggal berdua di apartement.


"aku sedang mengurus kepindahanku ke sini" jawab Rezi tersenyum Dan tiba tiba mengecup kening rain.


sudah menjadi hal biasa jika Rezi tiba tiba menciumnya, mereka juga tidur satu ranjang, tapi mereka jelas tahu batasannya, mereka hanya tidur itu saja tidak ada yang lain.


"aku cukup senang jika kau kuliah di sini bersamaku tapi bagaimana dengan perusahaan mu, kau harus mengurus nya bukan?"


"akan ku urus dari sini, lagi pula ada Tante nayra juga, ia sangat rajin semenjak kakek tidak ada" ucap Rezi


"apa kakek tua itu sudah meninggal?" ucap rain mengerutkan keningnya


"hey yang kau sebut kakek tua itu kakek ku, biarpun dia tak mengharapkan kehadiranku tapi aku tetap menghargainya" ucap Rezi sambil mencubit gemas bibir rain yang mengatai Robert kakek tua.


setelah satu bulan koma Robert tersadar dan membuka matanya Dan pada saat itu Rezi sedang mengunjunginya, terlepas apapun kesalahan kakek Dan daddynya yang menelantarkannya atau bahkan tidak pernah menganggap dirinya ada, Rezi tetap menganggap kakeknya, Rezi seperti ibunya Raline yang tulus pada siapapun walaupun sikapnya cukup dingin di mata orang lain.


Robert mengakui segala kesalahannya dan meminta maaf pada Rezi yang sebenarnya ia benar benar Tidak tahu bahwa rezi memang benar cucunya karena ternyata david membodohinya Selama ini, Robert akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah meminta maaf pada Rezi nayra dan juga stave.


Rain mengembuskan nafasnya kasar setelah mendengar cerita kepergian Robert, ia sedikit merasa menyesal juga karena pertemuan terakhir mereka tidak baik baik saja.


"kau jangan merasa menyesal karena ini sudah jalan nya, kakek pasti sudah bahagia" ucap Rezi memeluk rain, gadis cantik itu menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Rezi apa yang kau lakukan..?" ucap rain gemas ketika merasakan Rezi Tidak hanya sekedar memeluknya tapi malah menelusuri lehernya.


"Rain Will you marry me?" ucap Rezi spontan dan melepas pelukannya lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya


rain melihat apa yang di lakukan Rezi, ia menatap dalam mata hanzel pria tampan di depannya


"hemmm?" Rezi mengernyitkan keningnya menanti jawaban dari rain


Rezi sudah meminta izin pada stave, dan stave sepenuhnya percaya pada rain, ia tahu putrinya itu tahu mana yang terbaik untuknya, jika rain ingin menikah dengan Rezi di usia yang masih muda stave pun merestuinya karena ia tahu Rezi adalah sosok yang baik, ia menuruni sifat ibunya raline yang sangat baik pada siapapun, stave Tidak mau kehilangan sosok laki laki yang baik, tapi semuanya sudah ia serahkan pada rain, jika rain tidak mau menerima Rezi maka stave mengangkat Rezi menjadi anaknya agar statusnya sama seperti bian Dan Rain.


"kenapa secepat ini Re?" Rain memilih bertanya daripada menjawab ajakan Rezi.


"aku tak ingin terlalu lama kita seperti ini, aku ingin menikah denganmu, kau tahu kan Daddy sudah merestui kita dan aku hanya menunggu jawaban darimu" ucap Rezi yang tangan kirinya masih memegang cincin berlian mewah yang sudah ia siapkan satu Minggu yang lalu.


"aku sudah sangat nyaman dengan hubungan kita yang seperti ini" ucap rain menangkup rahang tegas Rezi Dan mengecup bibirnya sekilas lalu tersenyum.


"apa tujuanmu menikah?" tanya rain intens dan Rezi sedikit terkejut dengan ucapan rain, ia berfikir apakah rain ingin lulus kuliah dahulu baru menikah? tapi itu terlalu lama menurut Rezi, ia ingin segera menikah dengan rain saja untuk urusan kuliah mereka masih bisa sama sama kuliah setelah menikah, ia tidak ingin rain terjerumus seperti teman teman wanita nya yang semuanya free ***,


Dusta Rezi jika ia tidak tergoda dengan rain, setiap kali tidur dengannya Rezi selalu menahannya ia Tidak mau melakukannya sebelum menikah.


"aku ingin membangun keluarga kecil bersamamu rain, kau juga tau sendiri bagaimana pergaulan di sini, dua bulan aku bersamamu kita tidur seranjang dusta jika aku tidak tergoda denganmu " ucap Rezi hati hati Dan berusaha meyakinkan rain untuk mengajaknya menikah.


"ku pastikan aku hanya melakukan itu denganmu re,dan kita bisa melakukannya tanpa menikah dulu" tanpa menunggu jawaban dari Rezi rain menyambar bibir Rezi, Rezi terbuai dengan ciuman lembut rain, semakin lama ciuman itu semakin dalam, dalam kesadarannya yang setipis tisu Rezi teringat kata terakhir dari ucapan rain "tanpa menikah"


"apa kau tidak mau menikah denganku?" ucap Rezi tiba tiba melepas ciumannya

__ADS_1


rain hanya terdiam, ia Tidak Mau terikat dalam pernikahan ia cukup bahagia dengan hubungannya saat ini.


"rain jawab pertanyaan ku apa kau tidak berniat menikah denganku" ucap Rezi lagi karena rain hanya terdiam dengan menunduk.


rain tiba tiba berdiri Dan berjalan menuju kamarnya, Rezi hanya memandangnya ia bingung dengan tingkah rain, kenapa rain menolak ajakan nya.


sampai tengah malam pun rain belum keluar dari kamarnya, bahkan ia sudah melewatkan makan malamnya


ceklek


Rezi masuk menggunakan kunci cadangan, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar tapi Tidak melihat rain di sana, ia menaruh nampan yang berisi makanan di atas nakas kamar mereka,


Rezi berjalan ke pintu yang mengarah ke balkon ia yakin jika rain ada di sana, dan benar saja ia melihat rain berdiri mendongak ke atas memandangi bintang di langit.


Rezi memeluk rain dari belakang, dapat ia rasakan Tubuh rain yang dingin, mungkin rain sudah lama berada di luar.


ia lebih memeluknya erat untuk memberi kehangatan pada tubuh rain.


Rain membalikkan badannya Dan membalas pelukan Rezi,


"apa yang kau harapkan dari menikah denganku re?" tanya rain yang masih memeluk tubuh Rezi


"aku hanya ingin menikah dengan wanita yang ku cintai yaitu dirimu, aku ingin membangun keluarga bahagia bersamamu bersama anak anak kita nanti rain, aku tahu kita masih muda tapi aku menginginkan itu rain, aku ingin merasakan hidup bersama orang ku cintai dan mencintaiku bukan keluarga yang di bangun seperti Daddy dan mommy ku" ucap Rezi melepas pelukannya dan mengecup dalam kening rain.


Rain mengerti Rezi sekarang kenapa ia ingin cepat menikah dengan nya, Rezi ingin merasakan sebuah keluarga yang harmonis dan penuh cinta tidak seperti kedua orang tuanya.

__ADS_1


"apa kau ingin kita lulus kuliah dulu?" tanya Rezi menatap intens mata Rain.


__ADS_2