
"come on lah rain" bujuk cathrine yang entah sudah keberapa kali nya
"no tetap no cathrinee, kau tahu kan aku Tidak bisa, jam malam adalah jam ku kerja cath" tolak rain
gadis cantik itu tidak mau di ajak ke club, rain sudah bisa membayangkan bagaimana suasana di sana, apalagi di club kotanya saat ini, bisa bisa rain mual melihat semua adegan yang ada di club
"oke tapi besok kau harus datang ke acara pesta ulang tahun ku" ucap cathrine final karena percuma ia membujuk rain.
"itu bisa di atur, nanti aku akan ambil shift siang biar malamnya bisa datang ke pestamu" ucap rain yang sudah bersiap berangkat bekerja
selama 4 bulan ini rain bekerja di cafe, ia berangkat pukul lima sore Dan pulang malam hari, uang tabungannya semakin menipis jadi ia harus bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri karena ini adalah hidup pilihannya.
saat jam malam Dan mulai banyak pengunjung, ia yang mengisi menyanyi di cafe tersebut, karena permintaan manager cafe tersebut agar cafenya semakin banyak pengunjung Dan terbukti semenjak rain menyanyi semakin banyak pengunjung cafe yang datang.
Rain pulang pergi dari bekerja mengendarai sepeda nya yang cukup menempuh waktu lima belas menit sampai ke apartement nya.
ia tak pernah sekalipun takut atau apapun jika ada orang jahat karena keamanan di negara ini sangat terjamin apalagi dia juga bisa beladiri jadi tidak ada yang perlu ia khawatirkan lagi
seperti saat ini rain sedang mengendarai sepeda nya menuju apartement,
"what apa yang dia lakukan?" gumam rain yang melihat seorang wanita di jembatan seperti hendak terjun ke sungai
"oh may...." rain mempercepat laju sepedanya agar cepat sampai di jembatan, ia langsung turun dari sepedanya begitu saja tanpa mempedulikan sepedanya lagi. ia berjalan mengendap ngendap untuk meraih tangan wanita itu, ia tahu jika rain berteriak wanita itu pasti akan langsung terjun bebas dan rain tidak mau itu terjadi.
"jangan gila apa yang kau lakukan?" teriak rain bersamaan menarik tangan wanita itu dan mereka berdua langsung terjatuh di tanah, rain Tidak mempedulikan siku nya yang sedikit terluka.
"kenapa kau menyelamatkan ku? kau tahu aku sudah tidak mau hidup lagi, hidup Ku terlalu kejam" ucap wanita itu tanpa melihat ke arah rain.
" jangan fokus pada satu titik saja, yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu adalah dirimu sendiri bukan orang lain" ucap rain memandang wanita itu tapi wanita itu masih menunduk Dan wajahnya tertutup rambutnya yang berantakan,
setelah mendengar ucapan rain wanita itu sedikit tenang ia menoleh ke arah rain
"kau" ucap rain Dan wanita itu bersamaan yang tak lain adalah catleen.
"oh my... kenapa dunia sempit sekali" ucap rain mencari posisi nyaman dan punggungnya ia sandarkan di tiang jembatan.
"kenapa kita bisa bertemu?" ucap catleen yang ikut duduk di samping rain.
"mana aku tahu" ucap rain mengedikkan bahunya dan sejurus kemudian ia teringat dengan kata katanya dulu..
__ADS_1
"jangan bilang kau sedang patah hati?" ucap rain menyipitkan matanya Dan sejurus kemudian catleen menganggukkan kepalanya lemah
"hahahaha" rain Tidak bisa menahan tawanya, ia Tidak jadi kasihan dengan catleen.
"kau memang wanita mengerikan" ucap catleen yang berhasil membuat rain menghentikan tawanya.
mereka berdua akhirnya berbincang bincang cukup lama dengan posisi masih berada di pinggir jalan jembatan.
rain baru tahu bahwa catleen melanjutkan S2 nya di Stanford dan begitupun sebaliknya.
karena hari sudah malam Dan Tidak mungkin ada taksi yang lewat rain akhirnya membawa catleen ke apartementnya karena tidak mungkin meninggalkannya sendiri di jalan
"kau tinggal sendiri?" tanya cathleen saat mereka masuk ke lift
"dengan temanku " ucap rain
ceklek
sudah menjadi kebiasaan saat rain masuk ke apartement dan di suguhi pemandangan yang menyakitkan matanya. bagaimana tidak? karena saat ini ia bukan hanya melihat satu pasangan yang berbuat mesum melainkan dua.
"apa mereka sering seperti itu?" ucap cathleen yang mengekor di belakang rain
"apa kau juga sering melakukannya?" tanya cathlen to the point
"menurutmu?" ucap rain Dan memilih masuk ke kamarnya daripada meladeni pertanyaan Cathlen yang tidak ada gunanya.
"Hay namamu siapa?" ucap cathreenn pada catleen Dan mereka berkenalan,
rain masih mendengar suara cathreen tapi ia memilih melanjutkan masuk ke kamar, ia membiarkan catleen bersama cathreen toh pasti catleen juga sama seperti wanita yang ada di kotanya saat ini, jadi rain tak perlu waspada jika cathlen terbawa arus free *** karena sepertinya cathlen juga sudah terkontaminasi mengingat cathleen yang sudah tinggal enam bulan di sini.
*
*
Rezi segera menghubungi Stave untuk menggunakan pesawat pribadinya dan stave langsung mengizinkannya,
stave Tidak bisa ikut karena banyak sekali pekerjaan di kantor, ia cukup mempercayakan rain pada rezi,
Rezi dan bian langsung berangkat ke California untuk mencari keberadaan Rain,
__ADS_1
"semoga rain baik baik saja" ucap Abian yang lebih meng khawatirkan rain dari pada Rezi.
Rezi yang mendengar ucapan bian hanya berdehem dan mendongak ke atas menutup matanya, Rezi cukup bahagia karena ini adalah moment yang ia tunggu selama ini. ia tak hentinya hentinya tersenyum meskipun sangat tipis sekali dan itupun tak luput dari pandangan Bian.
"Aku percaya rain pasti baik baik saja dia wanita yang sangat kuat" ucap Rezi sambil membuka matanya.
"dia memang kuat tapi entah pada imannya " ucap Bian yang berhasil membuat Rezi menatap ke arahnya
"maksudmu?"
"kau tahu sendiri kan bagaimana kehidupan di sana?"
Rezi hanya terdiam ketika mendengar ucapan Bian, mereka akhirnya terdiam tenggelam dengan pikirannya masing masing.
*
*
"aleen ini benar tempatnya?" ucap rain pada cathleen, Rain memanggil cathleen aleen saja agar tidak hampir sama dengan cathreen, mereka berdua masuk ke sebuah cafe elite tempat di mana cathreen menyelenggarakan pesta ulang tahunnya.
di cafe tersebut ada bar outdoor dan juga discotik outdoor yang dapat terlihat dari pinggir jalan yang menambah kesan meriah orang yang melihatnya.
"Hay rain" ucap Sisca dengan gaya centilnya ketika berpapasan dengan rain, Sisca sudah tidak seperti dulu yang sangat menyebalkan
"Hay" jawab rain singkat dan berjalan menuju ke dalam di mana di sana banyak teman temannya Dan juga cathreen ada di sana.
"happy birthday cathreen" rain bersalaman pada cathreen dan mencium pipi kanan kiri cathreen
"thank you rain,, jangan lupa kado terindahnya okee" ucap cathreen tersenyum dan di jawab anggukan oleh rain
"dia meminta kado apa?" tanya aleen setelah mengucapkan selamat pada cathreen dan melihat cathreen sudah jauh dari mereka
" menyanyi untuknya" jawab rain singkat
"what, emang suaramu bagus?" tanya aleen yang lebih ke arah mengejeknya
"kau dengarkan saja nanti" ucap rain ia memilih duduk di salah satu kursi yang ada di sana Dan meminum wine.
"aku mau ke luar ke discotik kau tak mau ikut?" tawar aleen yang mulai jengah karena dari tadi mereka hanya duduk Dan minum minum saja.
__ADS_1
"pergilah dulu nanti aku menyusul" ucap rain dan menegak lagi sisa wine yang ada di slokinya