Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 78


__ADS_3

"Anak itu belum bangun?" ucap stave yang saat ini sedang menikmati sarapannya bersama Bian


"belum dad" jawab bian singkat


"cinta telah menghancurkannya" ucap stave dan setelah itu ia berdiri karena sarapannya sudah selesai.


bian yang mendengar kalimat Daddy nya hanya mengerutkan dahinya sepertinya Daddy nya itu kurang bercermin karena semenjak kepergian rain pun stave sakit sakit an Dan dapat di pastikan karena pusing memikirkan keberadaan rain.


saat bian sedang berdialog sendiri dengan argumennya ia di kejutkan dengan Rezi yang tiba tiba sudah duduk di hadapannya


"zi sepertinya ada sesuatu yang kita lewatkan" ucap Bian setelah menghabiskan sarapannya


"maksudmu?" tanya Rezi menyipitkan matanya, maklumlah dia habis teler jadi otaknya kurang konec


"setelah ku fikir Fikir pasti ada sesuatu yang kita lewatkan, sebelum hari kepergian rain pastinya ia sudah sibuk mempersiapkan semuanya atau bisa di katakan ia bertemu seseorang untuk mempersiapkan semuanya" ucap Bian panjang lebar


tang


"kau bisa tidak, tidak mengagetkanku?" ucap Bian mengelus dadanya karena tiba tiba rezi menaruh sendoknya kasar


Rezi segera berlari menuju kamarnya dan mengambil laptop ia baru teringat malam di mana saat ia membuntuti Justin ke hotel di sana ternyata ada rain.


"apa yang kau temukan?" ucap Bian ikut duduk di samping Rezi yang sedang mengotak atik laptopnya, Rezi yang di tanya hanya diam saja tanpa mau menjawab pertanyaan bian.


bian yang sudah sangat hafal dengan watak Rezi ia pun tak mau ambil pusing, ia cukup melihat apa yang di layar laptop.


"fiks ternyata Alexa" ucap Rezi langsung menutup laptopnya, ia berhasil meretas cctv resto hotel pada enam bulan lalu dimana rain pada saat itu masuk ke hotel Dan lima menit sebelum rain masuk ia melihat alexa masuk, sayangnya mereka masuk dalam suite room Dan Rezi Tidak ahu apa yang mereka bicarakan karena ruangan itu ruangan privasi yang pastinya tidak ada cctv.

__ADS_1


"aku percayakan rain padamu" ucap Bian yang melihat Rezi yang sudah siap pergi.


Rezi hanya menganggukkan kepalanya Dan ia berjalan cepat menuju garasi.


"halo Vi kau tahu di mana alamat rumah Alexa? " ucap Rezi saat sambungannya sudah terhubung oleh Viona.


"kenapa pagi pagi sekali mencari Alexa" kebiasaan viona yang menomer satu kan kepo nya daripada menjawab pertanyaan lawan bicaranya.


"cepat katakan, aku tidak banyak waktu" sentak Rezi yang notabene nya Tidak suka basa basi


"oke oke, ada di jalan XX jika kau memakai mobil dapat di pastikan mobilmu tidak bisa masuk" ucap viona dan sedetik kemudian Rezi mematikan panggilannya sepihak. yang membuat viona menggelengkan kepalanya, karena menurut viona semenjak kepergian rain Rezi semakin dingin, bukan lagi kulkas 12 pintu tapi beralih menjadi 20 pintu.


Rezi segera mengetik alamat Alexa di maps mobil, dan ia membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di rumah alexa.


Rezi segera turun dari mobil saat mobilnya Tidak bisa masuk ke gang kecil yang menuju rumah Alexa. ia berjalan sedikit Dan bertanya pada orang yang lewat dimana rumah alexa.


Rezi segera mengetuk pintu itu dan beberapa detik kemudian muncul seorang wanita paruh baya Dan berkata jika Alexa dari semalam tidak pulang,


Rezi yang tidak mau rugi karena jauh jauh sudah datang ke rumah Alexa ia memilih menunggunya di mobil, Rezi bisa saja menelpon Alexa untuk bertemu tapi kemungkinan kecil Alex akan mau bertemu dengannya mengingat dulu mereka pernah bertemu Dan alexa pandai membuat alibi.


2 jam sudah Rezi menunggu Alexa di mobil tapi ia belum melihat kedatangan Alexa. stelah beberapa menit kemudian ia melihat alexa turun dari mobil mewah dan berjalan menuju gang rumahnya,


"hey lepaskan " teriak Alexa ketika tiba tiba pergelangan tangannya di cekal Erat oleh seseorang dari belakang


"ikut denganku" ucap Rezi dan membawa Alexa masuk ke dalam mobilnya


Alexa yang tahu maksud Rezi pun ia hanya menurut tanpa ada perlawanan sama sekali karena percuma saja pasti tenaganya kalah.

__ADS_1


Rezi berhenti di sebuah resto yang terdekat,


"cepat katakan di mana rain?" ucap Rezi to the point


Alexa yang mendengar ucapan rezi memutar bola matanya jengah, setidaknya pesan minum atau apalah sedangkan ini Tidak sama sekali.


"kau cukup bodoh ternyata Rezi" ucap Alexa dan tangannya melambai ke pelayan untuk memesan sesuatu


ia Tidak mau hanya berbincang tanpa ada cemilan atau minuman.


"harusnya aku tidak memercayai perkataanmu waktu itu" ucap Rezi jengah karena ia bisa bisa nya di bodohi Alexa


"enam bulan zi kau baru akan menemukannya kenapa selama itu" ucap Alexa sambil memasukkan French fries ke mulutnya.


"cepat katakan.....?"


"California" ucap Alexa memotong ucapan Rezi


"kenapa sejauh itu?" ucap Rezi yang ingin tahu alasan rain pergi sejauh itu, ia Tidak mau rain terbawa arus budaya barat yang seksualitasnya sangat bebas.


"mana aku tahu, tanya saja padanya setelah bertemu " ucap Alexa ia segera memakan habis french frieshnya dan menegak habis minumannya karena menurutnya obrolan dengan Rezi sudah cukup.


"di kota apa?" tanya Rezi lagi karena ia melihat Alexa yang buru buru pergi


"aku tidak tahu, yang aku tahu dia kuliah di Stanford kemungkinan dia tinggal di dekat kampus" ucap Alexa Dan sejurus kemudian ia berdiri dan cepat pergi sebelum Rezi banyak bertanya atau lainnya karena Alexa teringat akan ancaman rezi waktu itu jadi sebelum Rezi mengingatnya ia harus pergi dulu.


Alexa Tidak akan memberitahu kan rain jika Rezi sudah mengetahuinya menurutnya biar saja menjadi kejutan untuk rain toh waktu enam bulan sudah sangat cukup untuk mengobati hatinya yang terluka, pikir alexa.

__ADS_1


"aku masih punya hutang padamu " Alexa membaca pesan dari Rezi, ia menyebikkan bibirnya dan langsung melempar ponselnya ke ranjang.


__ADS_2