Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 39


__ADS_3

"Aku hanya takut jika kau di dekatku maka kau akan terluka zi, mereka mengintai nyawaku" ucap rain dengan wajah seriusnya dan berhasil membuat Rezi menyipitkan matanya


"aku tidak tahu permasalahan nya apa, yang aku tahu mereka mengintai nyawaku Dan Daddy karena suatu kejadian di masa lalu maka dari itu aku tidak ingin kau berada di dekatku itu bisa membuatmu terluka" ucap rain berusaha membuat Rezi faham


"aku tidak peduli hal itu, aku akan menjagamu rain, sudahi pembicaraan ini,ayo ku antar ke rumah sakit bukankah urusanmu belum selesai" ucap Rezi memegang tanga rain dan membawanya pergi menuju rumah sakit,sebelum meninggalkan resto rain tidak lupa membungkus kan makanan untuk Venus


di perjalanan menuju rumah sakit, rain menceritakan semuanya siapa itu Venus tidak ada yang di tutupinya sama sekali karena rain sangat percaya pada Rezi termasuk bahwa Venus adalah pembunuh bayaran yang pernah mengintainya


"rain kau harus tetap hati hati dengan Venus karena kita tidak tahu kedepannya" ucap Rezi dengan serius


"apakah hatimu akan berubah jika kau tahu masa lalu keluargaku?" ucap rain ketika mobil mereka sudah berhenti di rumah sakit, Rezi lagi lagi hanya diam karena menurutnya pertanyaan rain Tidak perlu di jawab, Rezi benar benar telah jatuh cinta pada sosok rain, gadis mandiri, cantik dan juga bar bar,


dan rain hanya menghembuskan nafas beratnya karena lagi Dan lagi rezi hanya diam ketika rain bertanya sesuatu


setelah venus menghabiskan sarapannya, saat ini rain Dan Venus akan menemui dokter Kevin untuk konsultasi lebih lanjut.


"kak Venus kenalkan ini temanku Rezi" ucap rain memperkenalkan Venus pada Rezi saat mereka baru keluar dari ruangan Bu Santi


"venus" ucap Venus mengulurkan tangannya


"Rezi" jawab Rezi dengan wajah datarnya ia sebenarnya tidak terima jika rain menyebutnya teman tapi memang kenyataannya seperti itu apa boleh buat.


"zy, kamu tunggu di sini sebentar ya, aku Dan kak Venus ke ruangan dokter Kevin dulu" ucap rain pamitan pada Rezi, sejujurnya rain Tidak enak harus membuat Rezi menunggu tapi itu pilihannya Rezi sendiri.


lagi lagi rezi hanya berdehem, dan rain segera berlalu menuju ruangan dokter


"apa temanmu memang sedatar itu" ucap Venus ketika mereka sudah cukup jauh dari Rezi dan


rain hanya tersenyum


"dia memang seperti itu kak datar Dan dingin seperti kulkas untung saja dia tampan" ucap rain sambil tersenyum geli


"kau menyukainya?" tanya Venus sambil melihat Ke arah rain


"kami sedang dekat" ucap rain singkat

__ADS_1


"semoga saja lancar" ucap Venus dengan tersenyum karena ia bahagia jika rain juga bahagia


"apanya yang lancar kak?" tanya rain bingung karena ia tidak sedang merencanakan sesuatu


"hubungan kalian" ucap Venus dan selanjutnya segera mengetuk pintu ruangan dokter.


lain halnya dengan Rezi ia mulai merasa bosan rasanya rain sangat lama padahal baru juga 5 menit rain pergi tapi rasanya sudah 5 jam menunggu


"Apakah seperti ini rasanya orang jatuh cinta? tidak berada di dekatnya sebentar saja sudah terasa lama" gumam Rezi dalam hati, ia akhirnya berinisiatif untuk melihat ibunya Venus, hitung hitung cari pahala menengok orang sakit daripada Rezi semakin bosan.


"tok tok tok, permisi" ucap Rezi sebelum membuka handle pintu ruangan Bu Santi


Rezi tersenyum melihat Bu Santi yang melihat ke arahnya, ia langsung mengecup punggung ibunya Venus.


"perkenalkan Tante saya Rezi temannya rain" ucap Rezi memperkenalkan dirinya temannya rain Tidak mungkin kan ia bilang kalau temannya Venus kenal saja baru beberapa menit yang lalu.


"saya ibunya Venus, panggil saja bibi nak Rezi" ucap Santi dengan tersenyum


"Venus Dan rain sedang berada di ruangan dokter" ucap Rezi kaku ia bingung harus bicara apa, karena ini adalah pertama kalinya rezi berinteraksi dengan orang dewasa dan memperkenalkan dirinya dahulu.


Deg


"kenapa wajah pemuda ini sangat familiar" batin Bu Santi Dalam hati


"bibi kenapa, apa merasakan sesuatu?" tanya Rezi bingung karena expresi wajah Bu Santi saat ini berubah


"nak Rezi bibi boleh bertanya sesuatu?" ucap Bu Santi karena ia ingin memastikan apa yang ada di fikirannya


"silahkan saja Bu" jawab Rezi bingung


"kalau kamu tidak ingin menjawabnya Tidak apa apa Tidak perlu kamu jawab, siapa nama panjang kamu nak?"


"Rezi Graham steel" jawab Rezi dengan menatap intens Bu Santi, ia bingung kenala Bu Santi tiba tiba menanyakan nama lengkapnya, Rezi bertambah bingung lagi ketika melihat Bu Santi menangis sesenggukan dan berusaha untuk duduk. Dan rezi berusaha membantu Bu Santi.


ceklek

__ADS_1


"apa yang kamu lakukan dengan ibuku?" ucap Venus ketika ia masuk sudah di suguhi pemandangan yang membuat hatinya sakit ia paling benci melihat ibunya menangis. Venus segera melepaskan tangan Rezi dari pundak bu Santi dan membantu ibunya duduk.


rain hanya diam dan menghampiri Rezi, ia bingung apa yang di lakukan Rezi di ruangan Bu Santi.


"jawab pertanyaanku?" ucap Venus dengan tatapan mengintimidasinya


"tanya saja pada ibumu" ucap Rezi dengan tatapan yang tak kalah mengintimidasinya


rain di buat bingung dengan keadaan di depannya.


"ven, ibu Tidak apa apa, tadi ibu hanya terharu saja mendengar cerita dari nak Rezi" ucap Bu Santi berbohong yang berhasil membuat rezi Dan Venus menyipitkan matanya.


Rezi bingung kenapa Bu Santi tidak menjawab jujur Dan Venus tahu kalau ibunya berbohong tapi ia tidak bisa memaksa ibunya.


"bibi sepertinya sudah cukup saya pamit akan pulang dulu" ucap Rezi dengan sopan karena baginya keberadaannya di sana tidak di harapkan oleh Venus.


"nak Rezi kapan kapan bibi ingin mengobrol denganmu" ucap Bu Santi dengan tersenyum, dan berhasil membuat rain dan Venus mengerutkan dahinya.


"sepertinya ada sesuatu antara rezi Dan Bu Santi" batin rain dalam hati


"rain kau ikut pulang denganku atau masih ingin di sini" tanya Rezi menatap rain, rain bingung di satu sisi


rain masih ingin di rumah sakit tapi di sisi lain dia juga Tidak mau membuat Rezi kecewa.


"pulanglah rain, ini sudah sangat cukup, terimakasih untuk semuanya" ucap Venus


akhirnya rain ikut pulang Rezi, tapi sebelum itu dia mencari max dan ternyata max sudah menunggunya di lobi rumah sakit.


"max urus semua keperluan Bu Santi, pindahkan ke kamar VIP dan bayar semua tagihan rumah sakitnya selama 1 Minggu ke depan" ucap rain pada max dan max langsung mengangguk melaksanakan perintah nona nya kali ini max tidak banyak tanya dia tidak mau mendapat bentakan dari rain karena saat ini Rain berada di mode on.


Dan Rezi hanya tersenyum tipis ketika mengetahui langsung sifat rain yang harus di turuti tanpa ada penolakan sama sekali, karena selama ini Rezi hanya mengetahui dari para siswa yang menggosipkan rain.


"zi, loe gak keberatan kan nganter gue pulang?" tanya rain ketika max sudah pergi


"sama sekali tidak rain" jawab rezi dan segera menggandeng tangan rain menuju mobilnya

__ADS_1


rain tersenyum ketika tangannya di pegang erat oleh rezi ternyata Rezi juga bisa romantis,tak sedingin apa yang ia bayangkan.


__ADS_2