Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 60


__ADS_3

malam ini rain tidak bisa tidur, ia memikirkan semua kejadian di mall tadi, rain Tidak habis fikir dengan viona Dan Rezi, sejak kapan mereka dekat, apalagi viona tahu bahwa Rezi hanya miliknya seorang.


beberapa kali viona menelponnya tapi rain Tidak mengangkatnya, bahkan Rezi sama sekali tidak memberikan penjelasan tentang hubungannya dengan viona.


Rain menyerah dengan semuanya, ia akan pergi sejauh jauhnya dari kehidupan Rezi, percuma dekat dengannya tapi tidak bisa memiliki, bagaikan pungguk yang merindukan rembulan, yang tak akan pernah tergapai.


"sepertinya memang ini yang terbaik" gumam rain meyakinkan rencana nya.


"tapi bagiamana dengan max, meskipun aku ke ujung dunia sekalipun dia pasti akan berhasil menemukanku" ucap rain yang mulai ragu, ia tahu bagaimana kinerja max selama ini, Tidak ada kata gagal dalam Kamus hidup max.


pusing memikirkan semuanya di tambah lagi ia Tidak bisa tidur, Akhirnya rain mulai mempersiapkan barang barangnya agar nanti saat waktunya tepat ia langsung pergi tanpa harus mempersiapkannya dulu.


Rain mengambil tas ransel yang ada di almarinya, ia memasukkan beberapa baju Dan dokumen pentingnya.


untuk cara bagaimana pergi ia akan pikirkan nanti saja.


"semoga Tuhan melancarkan semuanya" doa rain dalam hati.


pagi bersinar,cahaya matahari mulai masuk ke cela cela kamar tidur rain tapi Rain enggan membuka matanya, Rain masih sangat ngantuk sekali apalagi air mata Dan tenaganya kemaren sudah terkuras habis.


Tok tok tok


"non Rain ini ada non viona " teriak Ida dari luar


Rain mendengar sayup sayup nama viona di sebut, dia malah meraih bantal dan menutupkan ke telinganya, ia tidak mau lagi berurusan dengan teman pengkhianat seperti viona.

__ADS_1


"Rain please aku bisa jelasin semuanya" teriak viona sambil mengetuk pintu kamar rain.


"Rain gue tahu Lo udah bangun, Rain please gue gak mau persahabatan kita hancur begitu aja " teriak viona lagi


meskipun rain mendengar ia tetap enggan menemui viona.


Rain mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke viona.


"Lo pulang aja Vi, gue masih mau sendiri"


viona langsung membaca pesan dari rain, ia tambah merasa bersalah dengan semuanya, viona langsung membalas pesan rain bahwa dia dengan Rezi Tidak ada apa apa viona akan menjelaskan semuanya tapi ia harus bertemu dengan rain dulu. rain hanya membaca sekilas lalu melemparkan ponselnya


"bi di mana Rezi,dari kemarin aku menghubunginya tapi tidak aktif " ucap viona pada bi Ida, tapi bi Ida menjawab jika Rezi dari kemarin belum pulang.


Rain dari kamarnya mendengar viona mencari Rezi, ia semakin Tidak percaya dengan ucapan viona jika mereka tidak ada apa apa,belum juga ada semenit tapi viona sudah mencari Rezi saja.


hingga pukul empat sore akhirnya rain keluar dari kamar, ia lama lama merasa bosan sendiri dan melangkah menuju kolam, Rain berinisiatif akan berenang saja meditasi di dalam air bisa membuat otak Dan fikirannya lebih tenang.


Rain langsung menyelam ke dalam dasar kolam, di sana merasa lebih fresh dan tenang, baru saja 4 menit di dasar kolam rain tersenyum menemukan ide, ia buru buru naik keatas permukaan Dan akan menghubungi seseorang, tapi saat baru muncul ke permukaan pandangannya tertuju pada max yang membawa nampan dan melangkah ke arah kolam renang. ia langsung berenang menghampiri max.


"Hay max" rain naik ke atas dan menghampiri max, rain langsung mengambil minuman yang di bawa oleh max


"thanks max" ucap Rain


"non sebenarnya saya ke sini untuk.."

__ADS_1


"max kau itu ya,, ku cium mulutmu itu jika memanggilku non. lagi, kau sudah ku anggap kakak ku sendiri" ancam rain untuk yang kesekian kalinya


"baiklah,maaf non eh maksudku rain" ucap max, Rain tidak melanjutkan renang Dan memakai bathrobe nya lalu duduk di depan max karena sepertinya max akan berbicara penting.


"begini rain,aku kesini pamit akan pergi" ucap max


"kau itu lucu sekali max, biasanya pergi ya pergi saja tanpa berpamitan denganku" jawab rain tersenyum


"untuk kali ini cukup lama" ucap max, Rain yang mendengar ucapan rain sedikit terkejut dan bahagia, sumpah demi apapun misinya untuk melarikan diri dari mansion sepertinya akan berhasil karena tidak adanya max di sini.


"max aku akan sangat sedih jika tidak ada kau" dusta rain dengan wajah yang di buat sesedih mungkin Dan matanya yang berkaca kaca.


"masih ada Venus yang akan menjagamu" ucap max yang bingung dengan expresi rain, rain berkaca kaca tapi seakan akan dia bahagia dengan kepergiannya.


"dia sudah berhenti jadi bodyguard, karena memang dari awal dia jadi bodyguard Hanya untuk menemaniku saat malam itu Dan itupun aku yang memaksa" jawab rain lalu menghabiskan minumannya


"baiklah nanti akan Ku suruh Roni untuk menjagamu, Roni cukup mumpuni untuk hal itu" ucap max


"No! tak perlu max ,,aku sudah dewasa dan bisa menjaga diriku sendiri lagian apa kau lupa kalau aku jago beladiri" ucap rain sambil memperlihatkan kekuatan tangannya.


"baiklah,nanti akan saya laporkan ke tuan dulu" ucap max


"max boleh aku memelukmu?" ucap rain sambil berdiri dan menghampiri max, max langsung berdiri dan menerima pelukan dari rain.


"max aku pasti sangat merindukanmu" tulus rain dalam hati, mau semenyebalkan apapun, max telah menemaninya selama 14 tahun di mansion yang saat itu usia rain baru 3 tahun, bahkan rain kira max adalah kakak kandungnya tapi ternyata anak yang di bawa daddynya dari panti asuhan.

__ADS_1


"kau bisa menghubungiku setiap waktu rain" ucap max melepas pelukannya dan pergi dari hadapan rain.


"see you max" teriak rain sebelum max benar benar hilang dari pandangannya dan max hanya melambaikan tangannya tanpa membalikkan badannya.


__ADS_2