
Rain segera menghubungi seseorang untuk bertemu dengannya, ia segera membersihkan tubuhnya dan make up secukupnya.
"non mau kemana?" suara bi Ida menghentikan langkah rain
"Pergi ke rumah teman bi" dusta rain, tidak mungkin ia berkata akan menemui seseorang yang bisa membawanya pergi dari mansion.
Rain melangkah ke garasi lalu setelah itu rain merasa ada seseorang yang mengikutinya, ia berhenti sejenak Dan melihat ke belakang, rain menyipitkan matanya ketika melihat ada seorang laki laki berbadan tinggi Dan berbaju hitam sedang tersenyum dan menunduk hormat padanya, menurut rain senyum itu mengerikan bukannya malah menambah kesan manis pada wajahnya.
"siapa kau, kenapa mengikutiku? tanya rain pada laki laki itu
"perkenalkan nama saya Roni non, saya yang di tugaskan tuan max untuk menjadi bodyguard Anda kemanapun anda pergi" ucap Roni hormat
Rain Tidak habis fikir ternyata max benar melakukannya, bahkan belum ada satu jam mereka bertemu
"tolong ambil mobilku di mall XX kemarin aku meninggalkannya di sana" perintah rain pada Roni, lebih baik ia menyuruh Roni pergi saja daripada harus di dekatnya.
"tapi non, saya di tugaskan untuk mengikuti non kemana saja" ucap Roni menunduk
"aku nanti akan bilang ke max" ucap rain menggunakan jurusnya,ia yakin Roni pasti mempercayainya.
"baik non" tunduk Roni Dan segera pergi dari hadapan rain.
Rain langsung menaiki mobil satunya lagi, Dan menelpon max agar menyuruh Roni di markas saja,ia Tidak mau di ikuti Roni
"max aku tidak mau Roni jadi Bodyguard ku" ucap rain ketika sambungannya sudah di angkat max
"tapi Rain Roni adalah yang terbaik" ucap max yang saat ini berada di bandara
"aku tidak mau max, aku akan meminta Venus menjadi bodyguard Ku lagi, kau tau max wajah Roni itu sangat menakutkan apalagi banyak tato di leher Dan lengannya aku takut melihatnya seakan akan dia seperti penjahat" dusta rain padahal ia sama sekali tidak takut dengan wajah sangar roni, rain hanya mencari alibi agar ia Tidak di ikuti bodyguard padahal Roni cukup tampan hanya saja banyak tato di seluruh tubuhnya bahkan di leher Dan tangannya pun penuh tato.
"baiklah jika itu maumu, aku akan menghubungi Venus dulu" ucap max
"tidak perlu max aku Nanti yang akan menghubunginya" lagi lagi rain berbohong pada max agar ia bisa menjalankan rencananya dengan baik.
2 jam lebih perjalanan akhirnya rain Sampai di lokasi dimana Alexa berada.
"kenapa di tempat seperti ini apa Alexa sedang liburan?" batin rain sambil melangkah masuk ke dalam Resort mewah di tepi pantai di mana Alexa berada, ia masih memegang ponsel yang menampilkan rute lokasi Alexa berada.
__ADS_1
"Hay rain" teriak Alexa di sebuah cafe Yang tidak jauh dari tempat rain berdiri, rain langsung melangkah menuju Alexa berada.
"rain kenalkan ini devano, dan devano ini rain" ucap Alexa, rain langsung mengulurkan tangannya pada devano yang rain kira mungkin adalah pacar Alexa yang baru.
"Alexa bisa kita bicara empat mata?" ucap rain melirik ke arah devano, devano yang mengerti ia langsung mencium kening Alexa dan berpamitan pergi.
"ada apa rain? tanya Alexa Dan ia langsung melihat wajah sendu rain yang dari tadi di sembunyikannya.
"aku mau minta bantuan mu, sepertinya hanya kau lah yang bisa mengatasi masalahku" ucap rain menatap wajah Alexa
"apa kau sepercaya itu padaku?" ucap Alexa memandang lekat wajah rain.
rain menganggukkan kepalanya yakin Dan ia mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi, bahkan rain juga bercerita tentang peristiwa yang terjadi di Singapura, Tidak ada yang di sembunyikannya sama sekali menurutnya untuk meminta bantuan Alexa dia harus tahu dulu akar masalahnya, Sampai di mana test DNA itu keluar rain mulai berkaca kaca menceritakannya, Alexa langsung berdiri merubah posisi duduk di samping rain, ia Sama sekali tidak menjeda cerita rain ,bahkan rain juga cerita tentang obat yang di mintanya pada Alexa Sampai akhirnya kejadian lusa saat di mall. rain menangis tapi tidak sesenggukan ia saat ini mulai bisa menerima takdirnya, ia berniat akan menenangkan diri pergi sejauh mungkin dari orang orang terdekatnya, terutama Rezi yang ternyata kakaknya Albian.
Alexa lalu memeluk rain dengan erat, ternyata serumit ini Masalah rain, Alexa bersyukur meskipun ia terlahir dari keluarga sederhana Tapi hidupnya tidak serumit orang kaya seperti rain.
"Apa yang bisa ku bantu?" ucap Alexa mengurai pelukannya
"bantu aku pergi dari negara ini, Dan Tidak ada orang yang bisa menemukanku Alexa"
"kau sepertinya salah orang rain, aku tidak tahu caranya"
"kau kan kaya tinggal naik pesawat Dan kau bisa pergi ke balahan dunia manapun yang kau mau" ucap Alexa dan rain yang mendengar jawaban Alexa hanya menghembuskan nafas kasarnya
"kalau itu pasti Daddy ku akan mengetahuinya xa"
Alexa terdiam dan memikirkan cara bagaimana membantu rain pergi.
" xa kau punya pesawat pribadi tidak? jika aku naik pesawat pribadi mu pasti Daddy tidak menemukanku" ucap rain berbinar berbeda dengan Alexa yang mendengar ucapan rain malah menghembuskan nafasnya dengan kasar
" rain, bokap gue gak sekaya bokap Lo rain, asal Lo tahu keluarga gue itu pas pasan banget,gue masih punya adik 2 Dan biaya sekolah juga gak murah, asal lo tahu juga gue bisa sekolah di sekolahan favorit itu karena selama ini ..." Alexa menjeda ucapannya dan berbisik lirih menatap rain yang penasaran
"gue jadi sugar baby"
"what, are you kidding me?" rain membelalakkan matanya mendengar ucapan Alexa, benar kata Alexa sepertinya ia memang salah orang dan Alexa yang mendengar ucapan rain Hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
tak heran sudah beberapa kali rain melihat Alexa jalan bersama orang yang berbeda apalagi orang itu pasti sudah tua yang lebih pantas di panggilnya Daddy atau grandpa.
__ADS_1
Rain dan Alexa terdiam sama sama pusing memikirkan caranya.
"kenapa Lo gak minta bantuan Elva pacarnya kan orang kaya" ucap Alexa dalam keheningannya
"itu bakal ketahuan juga xa, Daddy pasti akan bertanya pada semua teman gue termasuk Elva"
"emang lo kira Daddy Lo gak tanya gue?" tanya Alexa manautkan kedua alisnya
"sepertinya tidak, karena semua orang tau kalau gue Dan Lo selama ini musuhan dan mereka akan buang buang waktu jika menanyakan itu ke Lo" ucap rain yakin dengan penilaiannya
"pinter juga Lo" sanjung Alexa pada rain
"xa Lo kan selama ini jadi sugar baby pastinya Daddy Daddy Lo itu orang kaya dong" ucap rain menebak dan Alexa menganggukan kepalanya.
"Dan gue yakin di Antara mereka pasti ada yang punya pesawat pribadi karena di kota ini banyak banget orang kaya xa" ucap rain berbinar semoga saja dugaannya benar.
"emang kaya rain, tapi gak sekaya bokap Lo juga kali, kalau gue Sama bokap Lo baru deh tu" ucap Alexa asal Dan ia langsung mendapat toyoran dari rain.
"Lo inget inget lagi deh xa, pasti ada deh" ucap rain dengan wajah putus adanya .
"ada sih satu" ucap Alexa serius
"nah itu" wajah rain langsung berbinar mendengar jawaban Alexa
"tapi udah putus beberapa bulan lalu rain" ucap Alexa lalu meminum cappucinonya
"ayolah xa please Lo balikan lagi sama dia, Hanya Lo yang bisa bantuin gue kali ini" ucap rain memohon
"ya ampun rain gue masih punya urat malu kalo,asal Lo tahu gue yang mutusin dia Dan hilang gitu aja, terus Lo minta gue datang tiba tiba dan pinjam pesawatnya kan gak lucu rain? mau di taruh mana muka gue?" ucap Alexa membayangkan ide dari rain
"crazy rich kenapa Lo buang?"
"dia beda rain dia emang udah tua tapi dia baik banget, Selama gue jalan sama dia, gue cukup jadi teman curhat aja gak lebih, gak seperti yang lain awalnya hanya curhat berkeluh kesah tapi berakhir pada memuaskan nafsunya" ucap Alexa bergidik ngeri saat membayangkan bersama Daddy's nya yang tingkat nafsunya setinggi langit.
"jadi Lo udah gak virgin dong xa?" ucap rain sepelan mungkin ia takut Alexa marah
" gue masih waras untuk menjaga virginity gue rain, memuaskan Tidak harus dengan bercinta " ucap Alexa pelan dan penuh penekanan, Rain tidak faham dengan perkataan Alexa tapi ia tampak acuh.
__ADS_1
"lalu alasannya apa?" tanya rain yang sadar bahwa ceritanya Alexa masih menggantung
"setelah gue jalan beberapa bulan, gue baru tahu kalau itu adalah Ayahnya temen sendiri, Sky Ardian alias mantan posesif Lo itu" ucap Alexa dan berhasil membuat rain terbatuk batuk karena pada saat itu ia sedang minum. Alexa yang tahu rain tersedak Dan batuk hanya tersenyum sinis tanpa mau membantunya.