Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 56


__ADS_3

"Heh Lo calon Maba kan,berani banget Lo" ucap wanita yang lain


rain langsung melempar pecahan kaca yang ada di tangannya ke arah sisa kaca di wastafel yang membuat semua kaca itu jatuh berantakan Dan mengenai kakinya.


ketiga wanita yang melihat tingkah rain mulutnya menganga lebar, mereka baru kali ini melihat wanita apalagi calon Maba di universitas mereka yang segila ini, mereka langsung berlari keluar dari toilet,


"kalian kenapa" tanya salah satu pria yang melewati toilet wanita Dan melihat ketiga temannya berlari


"ada wanita gila di toilet " ucap salah satu wanita itu dan berlari mengejar temannya.


Venus yang mendengar ucapan teman temannya hanya memicingkan matanya, ya pria itu adalah Venus.


Venus membulatkan matanya ketika melihat wanita yang sangat ia kenal keluar dari toilet dengan tangan yang berlumuran darah dan kakinya terluka.


"rain" ucap Venus menghampiri rain


"kak Venus" ucap rain sambil tersenyum


"apa yang terjadi" tanya Venus memegang tangan kanan rain yang berdarah


"ikut aku" ucap Venus membawa rain ke sebuah ruangan Dan mengobati tangannya yang terluka.


"apa Tidak sakit?" tanya Venus pada rain karena ia sedang mensterilkan luka rain dengan alkohol tapi rain sama sekali tidak mengeluh perih atau berkata apapun.


"rain apa yang terjadi" tanya Venus lagi karena rain hanya diam dan datar.


"kak kenapa kau ada di sini" tanya rain tanpa menjawab dulu pertanyaan Venus.


"aku kuliah di sini rain" jawab Venus.


"jadi kau kakak tingkat ku" ucap rain tersenyum

__ADS_1


"harusnya ini perih kenapa kau tetap tersenyum seperti Tidak merasakan apapun" ucap Venus sambil merban luka rain setelah di pastikan tidak ada pecahan kaca yang tertinggal.


"karena ini tidak sakit kak" ucap rain lagi lagi dengan wajah tersenyum


"hatiku lebih sakit" ucap rain lagi


Venus memilih diam karena faham dengan arah pembicaraan rain, ia tahu serumit apa hubungan mereka. apalagi Venus sudah tidak bekerja lagi dengan rain jadi ia memilih tidak ikut campur dengan urusan Rain.


"apa aku perlu menjadi bodyguard mu lagi?" tanya Venus sambil membersihkan pecahan kaca yang ada di kaki rain


"Tidak perlu kak, Bu Santi lebih membutuhkan mu"


Venus awalnya hanya libur 3 hari, tapi rain tahu Bu Santi saat ini membutuhkan Venus disampingnya maka nya ia sudah cukup dengan Venus lagipula memang niat venus Hanya membantu rain menyelesaikan misi penyelamatan stave dan itu sudah selesai.


"sekarang kakak bekerja dimana?" tanya rain


"aku jadi joki" jawab Venus tersenyum Dan ikut duduk di samping rain


"aku membantu beberapa mahasiswa tingkat akhir untuk menyelesaikan skripsi mereka bahkan jika mereka merasa sulit Tidak bisa atau malas membuatnya aku lah yang akan membuatkannya Dan mereka hanya terima jadi setelah itu aku mendapatkan bayaran dari mereka" jawab Venus panjang lebar


Venus sama sekali tidak ada yang di tutupi dari rain, dan apa itu bisa di katakan bekerja? sepertinya tidak, tapi menurut Venus apapun itu yang halal dan menghasilkan uang di sebut bekerja, apakah menjadi joki itu haram? menurut Venus Tidak, karena ia mengandalkan kemampuannya dan tidak ada orang lain yang di rugikan. simbiosis mutualisme yang sama sama menguntungkan kedua belah pihak.


"wow berarti kau sangat pintar dong kak"


"kak tapi kalau ketahuan pihak kampus bagaimana? tanya rain tiba tiba khawatir


"bukankah itu ilegal?" tanya rain dengan suara berbisik


"mereka lebih membutuhkan jasaku daripada harus susah payah melaporkannya" ucap Venus


"tapi itu beresiko kak" ucap rain semakin khawatir ia takut Venus terkena masalah di kampus apalagi ia tahu bagaimana ekonomi keluarganya.

__ADS_1


"ini hanya sementara rain, karena bertepatan juga akhir semester kalau awal semester sama sekali tidak ada job" jawab Venus


"jadi bodyguardku lagi saja " tawar rain lagi


"tidak rain, aku tahu kau wanita yang suka kebebasan dan aku yakin kau bisa menjaga dirimu sendiri"


setelah percakapan mereka venus dan rain keluar dari ruangan itu Dan menuju kantor administrasi untuk menyelesaikan urusan rain.


"rain sebentar lagi aku ada jam kuliah, maaf aku tidak bisa mengantarmu" ucap Venus setelah keluar dari kantor


"tak Masalah kak, aku tadi berangkat bersama Rezi tapi nanti aku akan pulang sendiri" jawab rain tersenyum sendu ketika mengingat bagaimana ucapan Rezi tadi. Venus yang melihat bagaimana perubahan expresi wajah rain hanya terdiam.


"rain " panggil Rezi dari arah kanan, rain dan Venus langsung menoleh ke asal suara


"Hay Al apa kabar?" ucap Venus menyapa rezi yang membuat rain memicingkan matanya secepat itukah Venus memanggil Rezi dengan sebutan albian, dia saja tidak pernah memanggilnya.


"baik ven" jawab Rezi


"baiklah aku pergi dulu, sebentar lagi sudah masuk" ucap Venus Dan berlalu dari hadapan rain.


" kenapa dengan tanganmu rain?" tanya Rezi khawatir sambil memegang tangan rain yang di perban


"sedikit tragedi" jawab rain datar, rain sebenarnya masih marah dengan Rezi , tapi semarah apapun rain pada Rezi rasa cintanya masih lebih besar daripada rasa marahnya.


"sorry, aku tadi Tidak bermaksud membentakmu" ucap Rezi tulus


"tak Masalah,aku sudah melupakannya zi"


jawab rain tersenyum,


sungguh rain harus lebih bersabar jika harus mendapatkan Rezi kembali,bahkan ia begitu mudah melupakan apa yang terjadi, ia ingin membuat Rezi jatuh cinta lagi padanya terlepas hasil test DNA tersebut ia sama sekali tidak peduli, ia hanya ingin mendapatkan Rezi sepenuhnya, apapun akan ia lakukan untuk mendapatkan Rezi kembali, ia tak Masalah jika di anggap gila karena sudah mencintai kakaknya sendiri. bukankah cinta itu memang bisa membuat seseorang gila?, mungkin inilah yang saat ini di alami rain,

__ADS_1


Rezi Dan rain akhirnya pulang bersama, selama dalam perjalanan Rezi Tidak bertanya apapun mengenai luka di tangan Rain, Rezi Tidak bodoh ia tahu rain pasti mulukai dirinya sendiri karena perkataan darinya, untuk itu Rezi akan mengalah dan sedikit bersabar dengan sikap rain selama itu tidak melampaui batasnya.


__ADS_2