
"huaaamh,,, ternyata lama juga" rain menguap setelah keluar dari kantor yang ternyata mengantri panjang.
Rain menuju kantin yang ada di kampus untuk mengisi perutnya yang sejak tadi keroncongan.
baru saja rain duduk untuk menunggu pesanannya datang, ia di kagetkan dengan suara heboh yang berasal dari meja sebelah.
"hhahah,, Lo jangan macam macam Sama gue dasar cowok cupu" teriak gadis berambut pirang mendorong cowok yang berkacamata tebal tangan gadis itu sudah terulur mengambil orange jus yang ada di meja
byuuuur
"oh my God Sis Lo gila kenapa gue yang di siram" teriak gadis berambut kriting teman Sisca gadis berambut pirang,
"heh Lo cari masalah ke gue?" tunjuk Sisca tepat di wajah rain,
saat Sisca akan menyiram orange jus ke kepala cowok cupu itu rain menampiknya Dan alhasil jus itu tumpah di baju teman sisca yang berambut kriting.
rain diam tidak bergeming ia memilih membantu cowok berkacamata tebal itu untuk berdiri.
"its oke" ucap rain membersihkan baju cowok itu yang terkena kotoran
prok
prok
prok
"ada yang mau jadi sok pahlawan ternyata di sini" ucap Sisca dengan senyum smirknya setelah ia bertepuk tangan dan berhasil membuat kantin seketika hening.
"heh loe Tuli ya" umpat Sisca karena dari tadi rain hanya diam, bahkan rain Tidak mau meladeni sisca ia mencekal pergelangan cowok itu dan membalikkan badan pergi dari hadapan Sisca,
Sisca Tidak tinggal diam ia yang notabene nya cewek paling cantik Dan paling di takuti tapi ada seseorang yang berani melawannya ia segera menarik bahu rain dengan kasar tapi rain langsung mencekal pergelangannya dan melintirnya ke belakang.
"jangan pernah menindas orang lain" ucap rain tepat di telinga Sisca dan bersamaan dengan itu rain melepaskan tangannya yang seketika membuat tubuh Sisca sedikit terjungkal ke depan tapi ia berhasil menahannya agar tidak terjerembab.
rain langsung membawa cowok itu pergi dari hadapan Sisca the geng sebelum mereka bertindak lebih jauh, dia juga masih mendengar umpatan dari Sisca tapi rain menghiraukannya.
"menarik" ucap salah satu cowok yang dari tadi melihat kehebohan yang terjadi yang tak lain adalah ulah Sisca.
"sepertinya dia mahasiswa baru dan dia belum mengenal siapa Sisca" ucap Liam cowok pirang yang dari tadi juga melihat bagaimana rain.
*
__ADS_1
*
"pakai ini" rain memberikan sapu tangannya pada cowok berkacama itu
"thank's kau mahasiswa baru?" tanya Will pada rain
"hemm, kenalkan namaku rain" ucap rain dan mengulurkan tangannya, Will yang mendengar nama rain tersenyum dan mengulurkan tangan nya
"menurutmu namaku pasti lucu" ucap rain melihat expresi wajah Will
"no, namamu unik rain mungkin kau lahir saat hujan makanya ayahmu memberikan nama itu padamu " ucap Will dan memberikan sapu tangannya pada rain
"untukmu saja" rain menolak sapu tangannya dan ia melanjutkan lagi ucapannya
"menurut Daddy rain artinya bukan hanya hujan tapi juga harapan dan doa karena lahirku bulan Juni jadi Daddy berharap aku seperti hujan di bulan Juni sebagai harapan dan doa orang yang menantikan hujan di bulan juni" ucap rain panjang lebar
"orang tuamu pasti bangga mempunyai gadis pemberani sepertimu rain" ucap Will melepas kacamatanya lalu membersihkan nya
"oh ya kau belum menyebutkan namamu ?" ucap rain menyipitkan matanya
"William cooks, biasa di panggil Will" ucap will
"kau pasti mahasiswa baru, karena sepertinya kau belum mengenal siapa siska " ucap Will
"mereka gadis yang sangat bar bar di kampus, mereka suka menindas kaum yang lemah, Tidak peduli laki laki atau perempuan" ucap Will
"aku Rain Tidak takut pada apapun Dan siapapun" ucap rain Dan beranjak berdiri
"rain tunggu kau tinggal di mana?" ucap Will sebelum rain benar benar menghilang dari pandangannya.
"hotel" rain berteriak sebelum ia masuk ke dalam taksi yang sudah di pesannya.
*
*
haah
brak
brak
__ADS_1
Rezi sudah seperti orang gila ia membanting semua barang barang yang ada di kamar pribadinya.
"rain kau dimana?" ia frustasi menjambak rambutnya sendiri, karena sudah satu Minggu ini pencarian rain nihil, semua cctv di kota sudah ia lacak bahkan cctv di transportasi umum juga sudah ia lacak tapi tak menunjukkan keberadaan rain sama sekali.
Rezi menyipitkan matanya melihat foto teman kecilnya yang tergeletak bersama barang barang yang sudah ia hancurkan, seingatnya Tidak ada tulisan apapun di balik foto itu,Rezi mengambil foto itu dan membacanya.
...Hai kulkas......
...apa kau percaya jika Al teman kecilmu itu adalah aku?...
...Ree, dulu kau sangat menggemaskan kenapa sekarang sangat menyebalkan? hhh untung kau tampan....
...ku tunggu saat dirimu sudah menyadari bahwa aku adalah Al teman kecilmu itu...
...~Aldeba Raina Ocean~...
Rezi meneteskan air matanya yang sejak tadi di tahannya, ia tersenyum tipis lalu tertawa atas semua kebodohannya selama ini
"kenapa aku bisa sebodoh ini rain Tidak mengenali dirimu, kapan kau menulis ini rain?" gumam Rezi, ia teringat saat di mana rain menginap di rumahnya dan tidur di kamar pribadi rezi,
"ternyata selama ini kau diam dan membiarkanku menyadarinya sendiri" ucap Rezi Dan ia bergegas berdiri untuk melacak lagi keberadaan rain tapi sebelum itu ia menyimpan foto itu di dompetnya.
*
*
"oh my God aku benar benar seperti ondel ondel" ucap rain melihat penampilannya di cermin, bagaimana tidak, saat ini rambutnya di kepang dua, belum lagi harus memakai rok mini warna kuning dan atasan warna merah. benar benar memalukan!!
"Hay, kau sangat cantik sekali" ucap Will yang ternyata sudah menunggu rain di depan hotel
"kau tau aku sangat malu " ucap rain dan langsung naik ke motor butut Will
"dimana kacamatamu?" tanya rain ketika melihat Will tidak memakai kacamata tebalnya
"berkat berteman denganmu aku semakin berani dan pede, aku sudah melepas kacamata butut itu Dan menggantinya dengan lensa" ucap Will Dan semakin mempercepat laju motornya karena waktu mereka sudah mepet ia tidak mau rain jadi bulan bulanan kakak kakak tingkatnya seperti dirinya dulu saat ospek.
"rain maaf gara gara motor butut ku kau jadi terlambat" ucap Will merasa bersalah
"tak masalah ini baru lima menit" ucap rain ia memberikan helmya dan langsung berlari, tapi tiba tiba ia berhenti dan membalikkan tubuhnya
"Will thanks" teriak rain melambaikan tangannya.
__ADS_1
"omoo apa aku akan di hukum?" ucap rain dalam hati, ia berjalan mengendap ngendap masuk ke dalam barisan di mana para teman maba yang lain berdiri.
"Hay siapa itu maju ke depan?" teriak suara bariton dari arah depan.