
"Beginikah caramu menyambutku" ucap Rezi tepat di wajah rain bahkan aroma mint nafas Rezi terasa jelas di wajahnya
rain mengerutkan dahinya ketika mendengar suara Rezi, ia melihat seksama wajah Rezi yang temeram karena ruangan kelas gelap dan hanya tersorot lampu dari luar.
"Rezi" ucap rain menyentuh lalu mengusap wajah Rezi ia pastikan bahwa yang di alaminya bukanlah mimpi.
sedetik kemudian....
dug
"aww apa yang kau lakukan rain" ucap Rezi mengaduh bagaimana tidak? bisa bisanya kakinya di injak dengan keras oleh rain apalagi rain sekarang memakai high heels yang bisa di pastikan kaki Rezi sekarang sedikit lecet
"ternyata aku tidak sedang halu" ucap rain lalu memeluk erat Rezi, sosok laki laki yang ia rindukan selama ini, meskipun ia sudah pergi sejauh mungkin berusaha melupakan sekeras mungkin tapi rain tetap tidak bisa.
"aku merindukanmu rain" ucap Rezi memeluk erat rain, Rezi senang ternyata perasaan rain masih Sama ia mengira rain sudah berubah apalagi tadi saat melihat bagaimana interaksi rain dan noah.
rain menangis bahkan dapat di rasakan Rezi kalau baju depannya mulai basah air mata rain.
Rezi menangkup wajah rain, ia mendongakkan wajah rain agar menatap ke arahnya, ia usap sisa air mata di pipinya, Rezi lalu mencium bibir rain yang sudah sangat lama ia rindukan, ciuman yang begitu lembut hingga membuat rain lupa bahwa statusnya adalah saudara.
mereka cukup lama berciuman, hingga rain kehabisan oksigen baru Rezi melepas pagutannya, sedetik kemudian rain baru teringat sesuatu, ia mendorong dada Rezi
"ini salah zi" ucap rain sambil menggelengkan kepalanya
Rezi memicingkan matanya ia bingung dengan ucapan rain.
"kau adalah kak bian, lupakan ciuman tadi" ucap rain frustasi dan berjalan melewati Rezi, tapi pergelangan tangannya sudah di cekal oleh Rezi
__ADS_1
"aku adalah Rezi bukan Bian" ucap Rezi memeluk lagi rain, ia Tidak mau rain pergi lagi
"kau jangan...." ucap rain tersendat
"ssssttt,,,, aku akan menceritakan semuanya" ucap Rezi sambil telunjuknya ia sentuhkan di di bibir rain agar rain diam.
Rezi membawa rain duduk di bangku, Rezi memilih duduk di bawah sambil menggenggam tangan rain, ia menceritakan semua yang terjadi setelah kepergian rain, mulai dari kebenaran test DNA itu..
"jadi? kak Venus adalah kak Bian?" ucap rain tersenyum merekah
"kenapa kau lebih bahagia saat mengetahui Venus adalah bian daripada mengetahui kenyataan bahwa aku bukanlah bian" tanya Rezi sambil mengernyitkan dahinya
"ckk,,, itu sama saja bukan?" ucap rain lalu tiba tiba melepaskan tangannya dari genggaman Rezi ia menangkup wajah Rezi, mengusap Dan menyentuh wajah Rezi sangat lama, wajah yang sangat di rindukan selama ini
"enam bulan Tidak bertemu aku semakin tampan bukan?" ucap Rezi narsis dan rain tertawa kecil mendengarnya
cup
rain mencium Rezi bahkan ia sampai ikut turun ke bawah agar wajah mereka sejajar, Rain menyesap dan ******* bibir Rezi dengan sangat lama, ia melepas pagutannya ketika merasa nafasnya mulai habis
"kau semakin agresif rupanya" ucap Rezi lalu ia mencium bibir rain, bahkan ciuman itu semakin panas Dan menuntut, Rezi menyecup leher jenjang rain bahkan meninggalkan tanda kissmark nya di sana.
Rezi melepas ciumannya ketika mendengar suara menggelegar seseorang.
"oh my God, aku menunggu kalian sangat lama ternyata kalian malah enak enakan di sini" ucap Bian yang berhasil menemukan rain Dan Rezi yang malah asik berciuman, bahkan rain Dan rezi Sampai Tidak mendengar suara pintu saat di buka oleh bian.
"CK,, kau mengganggu saja" gerutu Rezi yang melihat bian berkacak pinggang dan berdiri tak jauh dari mereka.
__ADS_1
rain langsung berdiri dan memeluk bian.
"kak Ven aku tidak menyangka" ucap rain yang masih memeluk bian sambil mendongakkan kepalanya
"aku juga rain" ucap Bian lalu mengecup dahi rain
tiba tiba rain merasa tubuhnya di tarik ke belakang Dan Rezi lah pelakunya
"jangan lama lama memeluknya" ucap Rezi sambil mengusap dahi rain di tempat bian mengecupnya tadi lalu ia mengecupnya.
"segitu posesifnya" ucap Bian menyebikkan bibirnya karena kecupannya di hapus oleh Rezi.
"ayo kita pulang sekarang" ucap Rezi
dan mereka bertiga keluar dari kelas tersebut dan menuju mobil yang terparkir di pinggir jalan.
"oh my,, aku lupa sesuatu sebentar" ucap rain Dan berjalan tergesa gesa menuju parkiran ia baru teringat Will yang menunggunya dari tadi, rain tersenyum ia merasa bersalah membiarkan Will menunggunya terlalu lama, ia melihat Will duduk di atas motornya sambil bermain gadget nya.
"Will sorry kau menungguku sangat lama" ucap rain ketika sudah di samping Will
"tak masalah, mereka siapa rain?" tanya Will yang menyadari bahwa ada dua sosok pria yang berjalan ke arah mereka
"kenalkan mereka berdua adalah kakak ku" ucap rain memperkenalkan pada Will bahwa Rezi dan bian adalah kedua kakaknya.
Rezi yang mendengar ucapan rain melotot tajam ke arahnya, tapi rain mengedipkan matanya berkali kali memberi kode pada Rezi agar diam saja.
Will bergantian menjabat tangan Rezi lalu bian, Rain meminta maaf kalau dia tidak bisa pulang bersama Will karena ada Rezi dan bian, Will pun sangat mengerti itu.
__ADS_1