Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 33


__ADS_3

"apartement siapa ?" tanya rain ketika mobil rezi berhenti di sebuah apartement elite


"ayo turun"


"dasar balok es apa sih susahnya jawab" dumel rain sambil membuka pintu mobilnya dan segera berlari mengejar Rezi karena Rezi sudah berjalan jauh.


"dug"


"bisa gak sih loe gak usah berhenti mendadak" sungut rain karena wajah nya yang cantik menabrak punggung Rezi, tapi Rezi malah terdiam tidak menjawab Dan juga tidak melanjutkan langkahnya yang membuat rain di belakang nya semakin bingung


" heh kulkas" umpat rain sambil mengintip dari belakang punggung rain, rain melongo menatap 2 orang yang ada di depan Rezi, bisa bisanya 2 orang dewasa itu nikmat bercumbu seakan dunia hanya milik mereka berdua Dan yang membuat rain tidak habis pikir lagi adalah kenapa Rezi malah menikmati adegan mereka.


"tutup matamu" ucap Rezi sambil tangannya menutup mata rain dan membawanya berjalan cepat melewati 2 orang itu. rain tidak bisa melihat dengan jelas jalan di depannya, hingga membuatnya hampir terjatuh, Rezi segera menggendong rain di pundaknya persis seperti menggendong sekarung beras


"heh kulkas loe gila ya,, turunin gue" teriak rain karena bisa bisanya dia di perlakukan seperti itu. dan lagi lagi rezi hanya diam dan segera menuju lift , setelah di dalam lift rezi baru menurunkan rain.


" oh my God kulkas bisa bisanya ya Lo itu" sungut rain sambil memajukan tangannya ingin menonjok wajah rezi, tapi Rezi lagi lagi datar yang membuat rain tidak jadi melakukannya.


" huuh,, hari ini benar benar melelahkan" ucap rain sambil rebahan di sofa ruang tamu apartement rezi. rai memejamkan matanya ia ingin istirahat sejenak, rain sudah hampir memasuki alam mimpinya tapi tiba tiba


" oh ya tuhaan max" teriak rain segera bangun dan mencari Rezi, ia baru kepikiran dengan keadaan max


rain langsung masuk ke salah satu kamar yang di duga kamar Rezi.


ceklek


"haaa"


teriak rain karena dia melihat pemandangan yang seharusnya tidak di lihat. ia melihat Rezi yang hanya memakai handuk sepinggang bahkan ia melihat Rezi yang akan melepaskan handuknya makanya dia berteriak.


"tutup matamu" ucap Rezi dengan santai nya memakai kaos dan mengambil boxer nya lalu menuju kamar mandi.


"oh my God,, ternyata tubuh rezy benar benar sexy membuat jantungku ingin meloncat dari tempat nya" Batin rain Dan ia segera pergi dari kamar Rezi karena sangat tidak baik jika masih di sana.


****


setelah kepergian rain Dan rezi, anak buah stave datang dan segera melumpuhkan musuh musuh mereka.


lengan max sedikit terluka terkena senjata tajam dari mereka tapi itu bukanlah masalah besar karena max sudah terbiasa dengan luka luka kecil seperti itu.


"dimana rain" tanya stave setelah semua anak buahnya berhasil membawa pergi musuh musuh mereka

__ADS_1


"maaf tuan aku tidak tahu, aku tadi menyuruh Nona pergi sejauh mungkin" jawab max sopan


"jika dalam waktu 1 jam rain tidak menghubungi, cari keberadaan putriku" ucap stave dan berlalu ke mobilnya


"oh ya max, perketat penjagaan rain, sepertinya mereka lebih mengincar putriku " ucap stave sebelum melajukan mobilnya Dan max tunduk patuh.


****


"sepertinya kau harus di ajari sopan santun" ucap Rezi tiba tiba sambil duduk di samping rain, Dan rain hanya tersenyum kaku karena ia tahu ia salah.


.


"sorry ya zy, gue tadi pengen pinjam hp, karena tiba tiba kepikiran max" ucap rain yang menjelaskan kronologinya


Rezi segera memberikan hp nya pada rain, Dan rain langsung memencet nomor max.


"hello max bagaimana keadaanmu?" antusias rain ketika panggilannya sudah tersambung


" non sekarang ada di mana?" max bukannya menjawab tapi ia malah balik bertanya


" hih dasar kau max, di tanya malah balik tanya seperti kulkas saja" jawab rain enteng ia Tidak sadar kalau di sampingnya ada Rezi yang menatapnya dengan tajam


"kulkas siapa non, maksudnya?" tanya max bingung karena rain malah membahas kulkas, setahu max kulkas bukanlah nama orang


"jangan dulu non, sebaiknya non menginap di rumah teman non dulu, karena keadaannya belum stabil, besok pagi akan saya jemput non"


"baiklah" jawab rain pasrah karena malam ini lagi lagi harus menginap bersama kulkas 12 pintu 🥴


"thanks" ucap rain sambil memberikan hp nya ke Rezi.


dan seperti biasa rezi hanya datar.


Rezi mengambil baskom yang berisi air es Dan tiba tiba mengompres lengan rain Dan rain sedikit terkejut kerena lagi lagi ia sedang melamun.


"zy, ngapain loe" tanya rain dengan menyipitkan matanya


" apa gak terasa kalo lengan loe memar" ucap Rezi sambil menatap intens mata rain. mata yang benar benar mirip dengan gadis kecilnya.


"oh" rain menjawabnya singkat, karena memang dia menghiraukan sakitnya ia lebih memikirkan bagaimana cara nya bisa lebih jago bela diri. karena tadi menghadapi 4 orang saja dia kewalahan bahkan tidak sadar kalau di belakangnya ada musuh yang akan memukulnya.


" zy thanks ya lagi lagi loe selalu ada di saat gue lagi butuh bantuan" ucap rain memandang lekat wajah tampan Rezi dengan jarak yang begitu dekat.

__ADS_1


"no problem rain" jawab rezy menatap intens wajah rain, dapat ia rasakan hembusan nafas Rain karena wajah mereka begitu dekat.


cup


entah godaan dari mana, Rezi mencium lembut bibir sexy rain, ciuman yang tidak terlalu lama tapi berhasil membuat rain melongo karena ini adalah ciuman keduanya bersama Rezi, yang pertama mungkin bisa di katakan tidak sengaja tapi kalau yang kedua?


" sorry rain" ucap Rezi lirih setalah melepas ciumannya sambil menyentuh lembut pipi rain ia segera berdiri dari hadapan rain.


Rain meraih wajah tampan Rezi sebelum berlalu dari hadapannya


cup


Rain membalas mencium bibir sensual Rezi, ia memang tidak pernah ciuman dengan siapapun jadi rain tidak begitu mahir dalam hal ini.


Rezi menatap lekat wajah rain yang menutup matanya menikmati ciumannya, ia tersenyum tipis.


rezi membalas ciuman rain, ia sedikit membuka paksa bibir rain, dan rain langsung faham, ciuman itu semakin dalam, tangan kiri Rezi menahan tengkuk rain agar terjaga keseimbangan.


cukup lama mereka bertukar Saliva hingga rain kehabisan oksigen Rezi baru melepaskannya.


" I Love You kulkas" ucap rain lirih menatap intens wajah Rezi Dan ia segera pergi dari apartement rezi dengan berlari, rain terlalu malu jika ia masih di apartement rezi setelah apa yang baru di lakukannya.


Rezi tersenyum tipis mendengar ungkapan hati rain, beberapa detik kemudian ia baru sadar bahwa rain telah pergi dari apartement nya, ia segera berlari menyusul rain, Rezi tidak ingin terjadi sesuatu apapun pada rain, apalagi dia mendengar perkataan max di telepon tadi.


"sial" umpat Rezi karena ia tidak berhasil menemukan rain di sekitar apartement nya, akhirnya Rezi berlari menuju bassment tapi hasilnya juga nihil.


ia segera mengambil mobilnya dan mencari rain di jalan.


"oh ya Tuhaaann, apa aku memang menyukai pria dingin itu kenapa aku mengatakan kalau mencintainya"


"aku sangat malu jika bertemu dengan si kulkas itu"


"oh my God bibirku,, ya Ampun rain kau menciumnya seperti wanita murahan saja"


Batin rain sepanjang jalan, rain tidak tahu harus pergi kemana intinya dia tidak mau bertemu rezy.


tiiit tiiit ...


" hai rain kau mau kemana" sapa seorang pengendara motor berhenti di depan rain


"oh my God kak venus" ucap rain dengan mata berbinar karena di saat yang tepat ia bertemu dengan Venus

__ADS_1


tanpa aba aba rain langsung naik ke motor Venus yang membuat Venus menyipitkan matanya.


"kak aku ikut dengan mu" ucap rain ketika dia menemukan posisi nyamannya


__ADS_2