
"wow malam ini kau benar benar sangat cantik rain" puji Noah ketika melihat penampilan rain dari atas sampai bawah, rain menggunakan gaun berwarna merah maroon yang sangat kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih, rambutnya ia kuncir ke atas sehingga memperlihatkan leher jenjang nya
"bukankah pujian itu untuk kemarin malam Noah" ucap rain mengangkat salah satu sudut bibirnya ke atas, menurutnya semakin hari Noah semakin pintar menggombal.
"setiap malam aku akan memujimu cantik" ucap Noah tersenyum dan tiba tiba mengambil tangan rain Dan mencium punggung tangan wanita cantik itu
"Noah kau sangat berlebihan" ucap rain menarik tangannya karena ia tidak enak pada teman teman lain yang dari tadi melihat ke arahnya.
satu persatu pertunjukan sudah tampil Dan sekarang giliran rain yang akan tampil, ia tersenyum pada Noah Dan Will sebelum naik ke panggung, jujur rain saat ini sedikit grogi mengingat baru kali ini ia akan tampil di depan banyak orang terlebih semua mahasiswa dari semua fakultas ada di sini.
rain mengambil nafasnya dalam saat baru duduk di kursi yang ada di panggung, ia mengambil gitar yang ada di bawahnya, gadis cantik itu melihat ke arah penonton mencari sosok max ia berharap max datang di penampilannya kali ini, rain tersenyum ketika melihat max melambaikan tangannya pada rain, ia juga melihat ke arah Noah Dan Will sosok dua laki laki yang menemaninya selama ini, Will Dan Noah pun melambaikan tangannya lalu memberikan dua jempol tangan pada rain yang menandakan bahwa penampilan rain malam ini pasti luar biasa.
rain mulai menyanyi dengan sangat tenang, entahlah malam ini ia tiba tiba teringat Rezi, ia memilih lagu "better on my own" untuk mewakili suasana hatinya saat ini.
...Thinking back to times before I started noticing...
...Berpikir untuk kembali sebelum aku paham...
...Is it really selfish, I just want to be myself...
...Itu adalah keegoisan, aku hanya ingin jadi diri sendiri...
...You don't love me the way I love you...
...Kamu tidak mencintaiku seperti aku mencintaimu...
...Too blind to see, it's sad but it's true...
...Terlalu buta untuk melihat,ini menyedihkan tapi ini faktanya...
...Baby, won't you let me know...
...Sayang, tidakah kau ingin memberitahuku?...
__ADS_1
...*...
...Showing me how we would end up...
...Tunjukkan bagaimana akhirnya kita akan berakhir...
...Play with fire, you get burned...
...Main-main dengan api, kamu akan terbakar...
...It's not that I don't care...
...Bukan berarti aku tak peduli...
...But this love's beyond repair...
...Tapi cinta ini tak bisa diperbaiki lagi...
...So look at me now...
...I'm better on my own...
...Aku lebih baik sendiri...
di akhir lagunya rain tiba tiba melihat Rezi tersenyum di antara penonton yang bertepuk tangan.
rain mengerjapkan matanya beberapa kali tapi ia sudah tidak melihat Rezi lagi.
"aku sepertinya terlalu merindukannya" gumamnya dan segera turun dari panggung
saat rain baru Sampai bawah ia di kejutkan dengan Noah yang tiba tiba menggenggam tangannya dan mencium punggung tangannya apalagi Noah memberikannya buket bunga mawar merah padanya, Rain pun menerimanya dengan tersenyum lebar, Noah memang semanis itu orangnya.
"thanks Noah" ucap rain tersenyum manis
__ADS_1
"kau sangat luar biasa rain" ucap Noah
"kau benar benar menakjubkan rain" ucap Will sambil memberikan sebuket bunga juga pada rain
"kau kenapa ikut ikutan memberinya bunga?" ucap Noah sewot ketika melihat Will ternyata memberikan rain sebuket bunga hanya saja bunga warna Will putih, ia merasa momentnya jadi rusak gara gara Will.
"aku tidak ikut ikutan denganmu, aku sudah mempersiapkannya sejak pagi" ucap Will yang tak mau kalah, sebagai sahabat rain Will pikir akan memberikan sesuatu yang cantik setelah penampilan rain dan yang terpikirkan di benak Will hanyalah sebuket bunga.
"pantas saja bunganya sudah layu" ucap Noah yang entah mengapa malam ini sifatnya seperti anak kecil.
rain yang mendengar perdebatan kecil dua temannya tersenyum
"kalian adalah sahabat terbaik ku" ucap rain mencium pipi Noah dan selanjutnya mencium pipi Will.
"ayo kita abadikan moment ini" ucap rain sebelum mereka berdua protes karena rain mencium pipinya, rain sudah sangat dekat dengan Noah Dan Will, meskipun ia tahu Noah menyukainya.
dua pasang mata tajam menatap bagaimana interaksi ketiga sahabat itu, Rezi dengan tatapan cemburunya berbeda lagi dengan bian ia tidak terima jika rain mencium mereka para laki laki yang notabene nya hanya sahabat nya sedangkan ia yang saudaranya kandungnya saja belum pernah di cium jangankan di cium di peluk saja belum pernah, oh ralat rain pernah memeluknya tapi saat ia menjadi Venus.
"apa rencana selanjutnya zi" ucap Bian yang memulai bicaranya
"ikut denganku bian" ucap Rezi melangkah pergi karena pada saat bersamaan rain sudah berlalu dari tempatnya.
"Will aku akan ke toilet sebentar, kau tunggu saja di parkiran nanti aku akan menyusul mu" ucap rain yang tiba tiba saja perutnya merasa mulas.
"oke rain" ucap Will melangkah menuju parkiran kampus berada
berbeda dengan Noah yang masih menunggu acara Sampai selesai karena Noah adalah ketua Panitia jadi ia bertanggung jawab penuh atas acara malam ini.
setelah lima belas menit akhirnya rain selesai dari toilet ia berjalan cepat menuju parkiran karena ia tidak mau membuat Will menunggu lama.
ia melihat Will yang duduk di motor bututnya sambil bermain ponsel
"Wii...." teriak rain tersendat karena tiba tiba ada yang membekap mulutnya ia yang jago beladiri segera menendang betis orang di belakangnya tapi sayangnya orang itu bisa menghindar, rain berusaha berontak tapi tenaganya kalah besar dengan Rezi.
__ADS_1
Rezi membawa rain masuk ke dalam kelas lalu melepas bekapannya.
saat rain merasakan tangan itu terlepas dari mulutnya ia segera berbalik Dan meninju wajah tampan Rezi tapi Rezi berhasil menghindar dan mencekal pergelangan rain.