
Rain masih terdiam dengan menatap wajah Rezi yang jaraknya begitu dekat dengannya.
"aku mau menikah denganmu" ucap rain tapi Tidak ada wajah bahagia sedikitpun di wajahnya
"tapi kenapa kau.." ucap Rezi tersendat ketika mendengar suara Bell yang menandakan ada seseorang yang datang ke apartement mereka.
"biar aku saja" ucap rain secepat kilat berjalan meninggalkan Rezi
"what happen rain?" gumam Rezi yang melihat rain sudah keluar dari kamar seperti terburu buru seakan akan menghindari nya.
"dad, kak bian" ucap rain berbinar dan langsung memeluk stave lalu bian
"bagaimana kabarmu sayang?" ucap stave mengelus pipi putri cantiknya itu
"aku sangat baik dad" ucap rain dan membawa stave duduk di ruang tamu.
"oh may good, aku seperti di anak tiri kan saja" seloroh bian dengan membawa banyak sekali barang di tangan nya Dan menaruhnya di meja.
"kau tetap yang terbaik kak" ucap rain mengerlingkan sebelah matanya Dan membantu bian mengeluarkan barangnya lalu menatanya di meja.
"di mana anak itu" ucap stave yang dari tadi tidak melihat Rezi
"aku di sini dad" ucap Rezi yang berdiri di ambang pintu kamar ia langsung memeluk stave
"kau rupanya semakin tampan dan berisi Tidak seperti dulu saat rain belum di temukan, badanmu sangat kerempeng" seloroh stave melepas pelukannya
Rezi hanya terdiam tidak menanggapinya ia ikut duduk saja di samping rain.
" Tidak hanya kerempeng dad, bahkan badannya sudah tidak six pack aku saja enggan melihatnya" celetuk bian
" rambutnya saja kumal, sepertinya sebulan sekali dia keramas" ucap stave lagi yang membuat rain tersenyum geli, karena memang saat pertama kali bertemu rain sedikit merasa pangling dengan penampilan Rezi yang berubah 90 derajat Tidak seperti saat rain terakhir bertemu.
"hey kalau kalian ke sini hanya ingin meroastingku sebaiknya pulang saja" ucap Rezi jengah karena bisa bisanya mereka berdua mengumbar aibnya di depan gadis yang di cintainya meskipun Rain sendiri sudah tahu kenyataannya.
"kau mengusir Daddy dan kakak ku?" ucap rain yang pura pura marah
"maksudku bukan seperti itu honey " ucap Rezi menatap rain dengan wajah di buat semanis mungkin
"sejak kapan panggilan itu, alay sekali" celetuk bian membuka kaleng minuman dan menegaknya,
"baru saja" ucap Rezi bangga
__ADS_1
"bian sudah cukup, kasihan Rezi dia sudah menjaga putriku selama ini, Rezi cepat masak kan untuk kami, apa begini caramu menyambut tamu" ucap stave dan berhasil membuat Rezi menghembuskan nafasnya kasar karena pasalnya ia kira stave membelanya tapi ternyata sama saja.
bian tertawa terbahak bahak mendengar ucapan stave, karena ia merasa se circle dengan Daddy nya.
"aku akan membantu rezi, Daddy istirahat saja di kamar pasti sangat capek setelah perjalanan panjang" ucap rain Dan berdiri menuju dapur di mana Rezi sudah berjalan lebih dulu.
stave berjalan ke arah kamar tamu Dan bian membawakan kopernya di belakang.
bian lalu memilih duduk di sofa dan menyalakan tv sambil menunggu masakan Rezi Dan rain siap.
Rezi Dan Rain sangat cekatan membuat hidangan makan malam mereka, cukup 45 menit akhirnya hidangan mereka sudah tersaji di atas meja makan.
"aku akan mengambil piring dan sendoknya lagi" ucap rain berjalan menuju dapur dan Rezi berjalan di belakangnya tiba tiba mengangkat tubuh ramping rain dan mendudukkannya di atas meja marmer
"ada apa?" ucap rain setenang mungkin karena jantungnya saat ini berdetak sangat cepat
"aku semakin yakin menikahimu, kau tidak hanya cantik tapi juga pandai memasak dan Anak anak kita nanti pasti suka dengan masakan mu yang sangat enak" ucap Rezi menatap wajah rain Dan mengelus pipi rain
rain yang mendengar ucapan rezi tersenyum kecut, lagi lagi rezi membahas pernikahan, ia kira Rezi sudah melupakan yang tadi, rain memilih mencium bibir Rezi daripada membalas ucapannya, ia Tidak mungkin menikah dengan Rezi itu yang dipikirkan rain saat ini.
"oh ternyata kalian sedang berbuat mesum pantesan lama sekali " celetuk bian yang melihat rain Dan Rezi berciuman, ia lalu memilih duduk di kursi
"kau sangat mengganggu bian" ucap Rezi setelah melepas pagutannya
"kak jangan lakukan itu, Rezi sangat baik di menjagaku selama ini" ucap rain menghampiri bian yang duduk di kursi meja makan.
"aku akan tetap melaporkannya" ancam bian Dan rain langsung mencium pipi kanan bian agar berhenti dan berhasil membuat bian berhenti
"satunya lagi biar aku tutup mulut" ucap Bian Dan rain pun mencium pipi kiri bian lalu memeluk nya, Rezi yang melihat rain mencium lalu memeluk bian ia segera berjalan ke arah bian, karena ia melihat wajah bian yang tersenyum smirk benar benar sedang menggodanya.
"honey kau jangan lama lama memeluknya dia belum mandi bau Tidak enak" ucap Rezi menarik rain Dan membawanya duduk di kursi yang kosong.
"kau" ucap Bian melempar tisu ke arah Rezi bisa bisanya rezy mengatai dirinya.
setelah perdebatan kecil itu, rain memanggil stave untuk makan malam, Dan mereka ber empat makan malam dengan sangat tenang tanpa ada yang suara lagi.
pukul 12 malam Rezi Tidak bisa tidur, ia memilih keluar kamar, saat ada stave dan bian ia tidak mungkin tetap tidur seranjang dengan rain, bisa bisa Rezi Tidak di perbolehkan lagi tinggal satu apartement dengan rain.
ia berjalan menuju dapur mengambil minuman Dan beberapa cemilan lalu duduk di sofa ruang tengah, Rezi Tidak bisa tidur bukan karena tidak seranjang dengan rain tapi ia memikirkan reaksi rain tadi bahkan rain belum menjawab ajakannya untuk menikah.
"hey belum tidur" ucap Bian menepuk pelan bahu Rezi Dan ikut duduk di sampingnya ia lalu merebut minuman kaleng itu dari tangan Rezi.
__ADS_1
Rezi hanya menjawab deheman saja tanpa mengeluarkan suaranya, yang membuat bian memicingkan matanya karena ini tidak seperti Rezi biasanya.
"ada apa? ceritalah" ucap Bian yang melihat wajah kusut Rezi
"aku tidak yakin kau bisa membantuku bian" ucap Rezi mendongak ke atas menyandarkan kepalanya di sofa lalu memejamkan matanya.
"jelas bagaimana aku bisa membantumu, jika aku tidak tahu apa masalahnya" ucap Bian
"aku.."
"stop" potong bian
"ada apa? katanya mau mendengar ceritaku" ucap Rezi menatap bian
"kita ke club saja di sana lebih menyenangkan, come on" ucap Bian yang sudah berdiri dan berjalan me arah pintu keluar
Rezi mengikuti langkah bian menurutnya ke club lumayan juga bisa sedikit menenangkan pikirannya, ia akan menceritakan di sana saja yang sepertinya lebih aman, jika ia menceritakan di apartement takutnya juga rain mendengar semuanya Dan bukan jalan keluar yang ia dapat malah jalan masuk lebih dalam.
"kau sering ke sini?" ucap Bian setelah menegak satu sloki minuman alkohol itu
"baru kali ini" ucap Rezi lalu meneguk sari sloki minumannya.
setelah itu Rezi menceritakan kejadian tadi sore di mana ia mengajak rain menikah Dan bagaimana reaksi rain.
bian yang mendengar cerita Rezi tertawa terbahak bahak Sampai memegang perutnya.
"kau kenapa tertawa memang ada yang lucu" gerutu Rezi menegak minumannya lagi hingga tersisa sedikit di botol
"kau ternyata memang pria cukup dingin Rezi, romantislah sedikit Rezi, ajak lah rain ke suatu tempat yang romantis lalu baru sampaikan niatmu itu" ucap Bian mencebikkan bibirnya karena Rezi benar benar tidak tahu bagaimana membuat wanita itu bahagia.
"apa aku harus menyewa tempat yang romantis Bian?" ucap Rezi menautkan kedua alisnya, ia menganggukkan kepalanya yang mulai faham mungkin rain ingin sesuatu yang romantis
"aku akan mengaturnya untukmu, aku yakin Rain akan menerimamu, jaga dia baik baik awas jika kau berani menyakitinya" ucap Bian sambil menepuk bahu Rezi.
"kau berapa hari di sini" tanya Rezi setelah ia menceritakan semuanya pada bian
"mungkin dua minggu "
" kenapa lama sekali" ucap Rezi seakan tidak terima jika bian tinggal lebih lama dengan nya,Dan yang pasti akan mengganggu dirinya bermesraan
"sekalian jalan jalan siapa tahu aku bertemu cewek cantik di sini" ucap Bian tertawa lirih
__ADS_1
ia Dan stave sebenarnya hanya satu Minggu di California karena ada kerjasama dengan perusahaan asing di sini, tapi bian sekalian jalan jalan jadi dia akan lebih lama di sini.