Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 62


__ADS_3

"what ? Lo pacaran sama ayahnya sky? gue gak bisa bayangin jika sky punya ibu tiri temen sendiri" ucap rain dengan innocent nya, Alexa yang mendengar ucapan rain menggelengkan kepalanya kasar.


"gak sejauh itu juga rain, gue cuma jadi temen ngobrol curhat berkeluh kesah gak lebih" ucap Alexa dan rain mulai faham


"ayolah xa coba Lo minta bantuan sama papanya sky, cuma ini satu satunya cara xa" mohon rain sambil berkaca kaca dan Alexa masih berfikir lama.


"kenapa Lo gak minta bantuan sky aja? dia kan mantan Lo pasti mau deh"


"setelah gue hajar habis habisan terus gue minta bantuan dia gitu, yang bener aja Lo xa" ucap rain geleng geleng


"oke gue akan bantuin Lo, tapi kalau om Frans gak mau gue gak bisa apa apa loh ya" ucap Alexa final karena ia cukup kasihan dengan rain, wanita yang ia kenal kuat Dan bar bar sekarang mendadak menjadi lemah Dan cengeng karena cinta.


"Cinta memang merubah segalanya" batin Alexa setelah rain pamit pergi.


*


*


setelah 2 hari pertemuannya dengan Alexa, Rain menunggu kabar dari Alexa tapi ia tak kunjung mendapat kabar darinya.


drt drrt drt


layar ponsel berukuran enam koma tujuh inci itu bergetar menampilkan nama Alexa, Dan Rain buru buru mengangkatnya


"gimana xa"


"om Frans engen ketemu Lo dulu, besok malam gue sherloc tempatnya" ucap Alexa lalu mematikan panggilannya tanpa mendengar jawaban dari rain.


"kenapa harus besok" dumel rain dan memilih tidur ia berharap semua rencananya kali ini berhasil.


sudah satu jam Rain memejamkan matanya tapi ia tidak bisa tidur, rain bangkit menuju meja belajarnya Dan menulis sesuatu. dia berencana sebelum pergi akan berpamitan pada semua orang terutama pada Venus, Sosok lali laki yang selalu ada di saat rain terpuruk, selama 3 hari ini ia menghindari Rezi, dan rain juga tidak ada niatan untuk berpamitan pada Rezi karena itu sama saja akan menambah luka di hatinya.

__ADS_1


*


*


Rain Pagi sekali sudah sangat rapi dengan dress hitam selutut Dan tas pinggang nya.


"morning" ucap Rain dan langsung duduk di depan Rezi


stave yang tidak mendapatkan kiss morning dari putri tercintanya hanya mengerutkan keningnya tanpa menjawab rain.


" mau kemana sayang pagi pagi sekali sudah rapi?" tanya stave yang melihat rain secepat kilat menghabiskan sarapannya dan Rezi yang ada di depannya hanya melihat sekilas ke arahnya lalu melanjutkan kembali sarapannya.


"aku benar benar akan pergi darimu kulkas" ucap rain dalam hati melihat sekilas Rezi yang sedang minum.


"aku ingin mengunjungi Bu Santi dad, lama Tidak kesana" jawab rain yang masih menatap Rezi.


"biar di antar kakakmu saja, hari ini Bian tidak sibuk membantu Daddy" ucap stave menatap Anak anaknya secara bergantian


" Maaf dad aku tidak bisa" bukan rain yang menjawab melainkan Rezi ia segera berdiri dan mencium punggung stave lalu berlalu meninggalkan meja makan, rain Hanya tersenyum sinis melihat bagaimana Rezi ternyata juga menghindarinya.


Rain tersenyum ketika melihat Bu Santi sedang menyapu halaman rumah begitupun dengan Bu Santi yang tersenyum sumringah ketika melihat rain karena rain lama sekali tidak ke rumahnya.


"bagaimana kabar ibu?" Rain sambil mencium punggung tangan wanita tua itu


"ibu sangat baik rain, meskipun setiap hari harus minum obat,Ayo masuk ke dalam " ajak Bu Santi sambil menggandeng tanga Rain.


Rain langsung menaruh barang bawaannya di atas meja


"Kak Venus kemana Bu?" tanya rain sambil mengikuti Bu Santi menuju dapur


"tadi pagi pagi sekali sudah pergi katanya ada urusan dengan temannya kampus" jawab Bu Santi sambil memasukkan gule ke dalam gelas.

__ADS_1


"sesibuk itu ya kak Venus" tanya rain lagi karena menurutnya Venus beberapa hari ini memang terlihat sibuk


" katanya dia di Calonkan jadi Ketua BEM, jadi sekarang sedikit sibuk Tidak seperti biasanya" jawab Bu Santi.


Bu Santi mengajak rain ke ruang tamu.


"nak Rain bagaimana hubunganmu dengan Rezi?" tanya Bu Santi tiba tiba


uhuk uhuk


rain langsung terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Bu santi karena saat itu dia sedang minum teh hangatnya.


"kenapa Bu Santi tiba tiba bertanya soal Rezi, sepertinya Venus tidak menceritakan apapun tentang kebenaran bahwa kami adalah saudara" gumam rain dalam hati


"Baik Bu" dusta rain ia Tidak mau bercerita apapun lagi tentang Rezi, mendengar namanya saja ia langsung teringat kejadian kemarin saat di mall.


Dan setelah berbincang bincang cukup lama dan terkesan menghindar tentang Rezi, rain memilih berpamitan


"Bu boleh rain memeluk ibu? Rain pasti akan sangat merindukan ibu" ucap rain Dan langsung menghambur ke pelukan bi Santi


bi Santi yang mendapat pelukan dari rain sedikit bingung apalagi rain memeluknya dengan erat seakan akan Tidak akan bertemu kembali.


"memangnya nak Rain mau kemana?" Bu Santi mengurai pelukannya dan melihat mata rain berkaca kaca


"Rain mungkin akan Lama Tidak ke sini Bu, karena Rain setelah ini akan sibuk " Rain lebih memilih tidak menjawab pertanyaan Bu Santi.


"jika kamu tidak sedang sibuk, mainlah ke sini nak rain ibu pasti akan merindukanmu" ucap Bu Santi dan Rain menganggukkan kepalanya cepat.


setelah dari rumah Venus Rain menuju Bank Dan mengambil semua Uang tabungannya setelah itu ia akan menukarkannya ke dolar, agar tidak ketahuan oleh Daddy nya, Rain harus mempersiapkan semuanya dengan matang.


setelah urusannya dengan bank selesai Rain segera menuju rumah sakit untuk mengambil hasil test nya di dokter Vina.

__ADS_1


setelah membaca hasil test itu, Rain Tiba tiba memeluk dokter Vina ,entah mengapa Rain rasanya ingin memeluk semua orang yang ia temui.


sore hari Rain baru pulang ke mansion dan segera naik ke atas untuk mandi karena nanti jam 7 ia akan menemui ayahnya sky di lokasi yang sudah di tentukan Alexa.


__ADS_2