
"Kalau Lula saja bisa dan berani, kenapa aku harus takut kan Gun?!". tanya Felix kemudian sambil tertawa-tawa juga.
"Kalau begitu berjuang lah, mungkin saja saingan mu banyak di luaran sana". ujar Gunawan lagi masih sambil tertawa.
Malam pun tiba, setelah makan malam semua orang memilih masuk ke kamar masing-masing.
Lula malam ini tidur bersama Bu sari, Gunawan dan Felix, dan Ria seorang diri.
Rinjani sedari tadi hanya berdiam diri di pojokan kamar, malam ini dia sendiri tidak di temani oleh sosok yang selalu bersamanya kemanapun ya itu Darwin.
"Kakak tidak usah merasa bersalah, sini dekat dengan Ria. Ria tau kakak melakukan ini semua demi kebaikan Ria, terimakasih sudah menghawatirkan Ria. sekarang Ria baik-baik saja kak". ujar Ria sambil tersenyum.
"Maafkan kakak Ria". hanya itu yang mampu Rinjani katakan karena bingung harus bicara apa lagi pada adiknya itu.
"Perasaan Cinta ini akan Ria simpan dengan baik di sini". ujar Ria sambil mengusap dadanya.
"Tapi akan benar-benar Ria hapus dari sini". sambung nya sambil menunjuk ke kepalanya sendiri sekarang.
"Takdir Ria mungkin memang tidak bisa bersama nya kak, mungkin sekarang dia sudah berkumpul dengan kekasihnya di sana. Ria harap dia sekarang bisa betul-betul tenang". Ria akhirnya ikhlas menerima semuanya tanpa ada lagi tangisan di matanya.
"Sebaiknya kamu tidur, besok kalian akan jalan-jalan ke pantai kan. Hati-hati di sana". ujar Rinjani dan Ria akhirnya tidur.
Pagi setelah ibadah subuh Para wanita di rumah itu tidak kembali tidur melainkan menyiapkan sarapan juga bekal untuk mereka piknik ke pantai, Ria dan Lula berbagai tugas karena Lula yang tidak bisa masak dia kebagian tugas beres-beres.
__ADS_1
Walaupun tanpa di perintahkan oleh Bu sari Ria dan Lula cukup tau diri di rumah orang, setelah semua nya selesai akhirnya mereka mandi dan bersiap untuk sarapan.
Saat Ria sudah selesai mandi dan siap-siap ia pun keluar kamar dan terlihat semua orang sudah berkumpul termasuk Felix dan Gunawan yang juga sudah siap-siap.
Bu sari tidak ikut karena ingin menengok keluarga nya yang sakit, jadi lah mereka hanya berempat saja yang piknik. Gunawan juga Felix sudah memasukan bekal makanan kedalam mobil juga tas-tas yang berisikan peralatan ganti nanti di pantai.
Lula kembali duduk di depan, karena ia ingin Ria dan Felix memiliki waktu untuk saling dekat. karena Felix hanya dua Minggu di Indonesia dan akan kembali ke negara asalnya lagi.
1 jam perjalanan mereka tempuh hingga akhir mereka tiba di sebuah pantai ya indah, dengan ombak yang berarak bergantian membuat suara yang indah menyanyi di telinga dan juga matahari yang seperti malu-malu untuk keluar membuat mata siapapun menjadi takjub dengan keindahan yang tuhan ciptakan.
Setelah menyewa 1 gazebo sebagai tempat barang-barang mereka Gerombolan Gunawan akhirnya langsung ingin bermain air walaupun masih sangat pagi, Lula juga Ria juga sudah berlari-lari terlebih dahulu di pantai karena Gunawan juga Felix harus mengeluarkan barang bawaan terlebih dahulu tadi.
"Waaaawww Ria, Inda sekali pemandangan nya". ucap Lula sambil berjingkrak-jingkrak.
Ria mengedarkan pandangan nya ke sekitar. tidak ada yang aneh, Hanya lukisan tuhan lah yang tersuguh kan di depan matanya.
Anehnya kereta kencana itu terus berjalan lurus menuju ke arah di mana Ria dan Lula sekarang berada, kuda itu masih ada di ujung pantai. terus berlari mengikuti panduan dari laki-laki gagah yang memecut tubuhnya.
"Hiiaaaaa,,,, hiaaa". terdengar suara nan lantang dari kejauhan, namun anehnya kereta itu menembus tubuh beberapa orang yang sekarang sedang berdiri di tepi pantai tanpa melukai siapapun.
Ria terus menatap ke mana arah kuda itu hingga hampir dekat Ria menarik tangan Lula untuk sedikit pinggir dan memberikan jalan untuk kereta kencana itu lewat.
Namun bukan nya melewati mereka kereta kencana itu justru sekarang berhenti tepat di depan Ria dan Lula, tidak lama Gunawan yang sudah melihat semuanya dari jauh pun muncul dari balik kereta kencana itu dan berdiri di dekat kekasih nya sementara Felix yang selalu bersama Gunawan pun sekarang berdiri di samping Ria.
__ADS_1
"Kalian sedang apa, melihat apa?". tanya Felix ya kebingungan karena melihat teman-teman membelakangi matahari yang akan segera terbit, Lula memberikan kode untuk dia dengan menaruh jari telunjuk nya di depan mulut.
Felix akhirnya tahu jika mungkin Ria juga Gunawan sekarang sedang melihat makhluk yang tidak bisa ia lihat.
Di dalam Kereta kencana itu terlihat seorang wanita yang sangat cantik dengan kebaya putih, dan kain jarik yang indah dengan ukiran dari benang emas. Dia memberikan senyuman pada Ria dan yang lain dari dalam kereta yang tidak memiliki pintu dan jendela,hanya atap saja.
Ria dan Gunawan membalas senyuman itu kembali sambil sedikit menundukan tubuhnya. mereka tahu wanita yang ada di depan nya bukanlah wanita sembarang. terlihat dari seberapa mewahnya Kereta kencana yang di duduki.
Namun tiba-tiba saja Singa milik Gunawan mengaum begitu pun Rinjani yang muncul tiba-tiba dengan sorot mata yang tajam ke arah wanita itu.
"Ck.. ck... ck... kamu itu ndok sama yang tua mbok yang genah, sopan Ngono Lo!!". ucap wanita tadi menatap ke arah Rinjani sambil mengelus rambut panjang nya yang di urai ke samping dengan jari-jarinya.
"Jangan ganggu mereka". ujar Rinjani lagi di ikuti Auman singa milik Gunawan sekali lagi.
"Saya gak akan ganggu, tapi mereka juga harus jaga adab di sini. Kalian di sini berpasangan, jadi ingat pesan saya. jangan coba-coba mengotori wilayah ku". ujar wanita itu lagi.
"Kami hanya berteman, dan walaupun mereka berdua pasangan. kami tahu batasan-batasan nya Bu". ujar Ria mencoba menjelaskan.
"Jika kalian mengotori Pantai ini, akan ku bawa Kalian ke dalam laut seperti orang-orang yang tenggelam di sini". ujar nya lagi sekarang dengan tatapan mata yang tajam.
"Baik Bu, kami akan ingat pesan dari ibu, terimakasih sudah mengingatkan kami". ujar Ria lagi, wanita itu memang masih muda dan cantik. tapi mungkin saja umurnya sudah ratusan atau bahkan ribuan tahun sudah.
"Baiklah, selamat berlibur. aku akan terus mengawasi kalian semuanya, bahkan semua pengunjung di sini". ujar nya kemudian memerintahkan pengawalnya untuk kembali melaju kan kereta kencana nya kembali memasuki air laut di depan.
__ADS_1
"Pasti banyak muda-mudi yang sudah menjadi korban di sini". ujar Ria karena melihat banyak sekali Roh-roh wanita atau pun laki-laki yang ternyata terikat tali besi di belakang kereta kencana itu.
"Mereka tidak menjaga Adabnya saat mengunjungi tempat seperti ini, dan mungkin mereka juga sudah melakukan kesalahan fatal yang kelewat batas". ujar Gunawan menimpali.