Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
61. Sayangku dan Cintaku.


__ADS_3

Philip juga semakin mengeluarkan banyak darah di wajahnya, "Sesakit itu perasaan ku untuk pergi meninggalkan mu Ria" ujarnya dalam hati.


"Philip maafkan aku, aku tidak bisa jujur selama ini dengan perasaan ku, maafkan ini mungkin terlambat". Ria menangis dengan kencang, tangan nya sudah berlumuran darah Philip tapi dia betul-betul tidak peduli dan tidak jijik sama sekali.


"Ria, aku senang mendengar nya. cinta ku terbalas kan, aku akan pergi dengan damai. jaga dirimu di Sini, jangan terlalu lama menangisi ku, jangan terlalu lama mengingat kenangan kita. seiring menghilang nya diri ku, aku mau kau juga menghilang kan rasa cinta kita". ujar Philip sekarang memegang wajah yang selama seratus tahun lebih ia tunggu kehadirannya, wajah yang di sisa kehidupan nya di dunia ini sempat mengisi hari-hari nya.


"Sekali lagi, akan ku bawa semua cinta ini sayang. tapi kali ini aku akan benar-benar pergi, tidak ada lagi janji yang akan ku buat. hanya doa yang ku tinggalkan untuk mu, kuat lah tanpa aku. jaga kesehatan mu, dan biarkan hati mu di isi dengan cinta lain". pertama kalinya Philip memanggil Ria dengan sebutan sayang, sebutan yang selama ini ingin ia katakan pada cinta nya.


"Tidak Philip,bisa kah kau sedikit lebih lama lagi bersama kuuuu, sebentar lagi sajaaa". Ria semakin terisak di depan Philip, ia ikut memegang tangan Philip yang sedang memegang kedua pipinya.


Philip menempel kan kepalanya ke kepala Ria "Sayangku dan Cinta ku, berbahagia lah di kehidupan mu yang sekarang, sumpah demi tuhan. tidak ada penyesalan di hidupku jika aku pergi sekarang Ria, aku mohon jangan menahan ku, aku tidak ingin egois dan akhirnya kembali menunggu mu selama ratusan tahun sendirian sampai nanti kelahiran mu kembali jika aku terus bersama mu". ujar Philip, sekarang wajah nya berubah menjadi Philip yang biasa Ria lihat, air mata darah nya sudah berganti air mata biasa di mana Hanya cairan bening yang keluar.


"Ria, biarkan Philip pergi menuju cahaya, semua janji nya di dunia sudah terpenuhi. biarkan ia membawa semua kenangan indah di akhir cerita nya di sini, cerita bahwa Dia juga menerima cinta dari mu". ujar Rinjani ikut berkongsi di belakang Ria dan mengelus pundak nya.


Philip memberikan kecupan pertama dan terakhir nya pada cinta nya sebelum ia pergi, "Ikhlaskan aku sayang, cerita indah kita cukup di kenang sesekali. jangan selalu di ingat hingga membuat hati mu sakit, maafkan aku yang tidak tahu diri ini pernah mencintai dirimu sehebat dan sebesar ini". ujar Philip lagi.


"Kau tau sayang tahta cinta tertinggi adalah Merelakan cinta kita pergi jika itu demi kebaikan nya, Cintaku adalah cinta yang seperti itu, ku tinggalkan dirimu di sini agar kau bisa menemukan kebahagiaan Cinta mu sendiri". Philip menangis memberikan kata cinta terakhir nya, namun hati nya bahagia melihat Ria yang juga mencintai dirinya sebegitu dahsyat nya.

__ADS_1


"Ria, cahaya nya sudah terlihat lepaskan Philip". ujar Rinjani mencoba melepaskan tangan Ria yang masih menggenggam tangan Philip sekuat tenaga nya, Rinjani faham Ria benar-benar ketakutan Philip pergi dari Dunia nya.


"Sayang, aku mohon izinkan aku pergi ke alam damai. Walaupun hanya sesaat aku sudah bahagia bisa merasakan cinta yang kau berikan, aku pamit". ujar Philip mulai bangkit untuk pergi menuju cahaya.


"Philip tidak,aku mohon jangan, sebentar lagi aku mohon". ujar Ria menggeleng kan kepalanya sambil terus menggenggam tangan Philip yang hampir terlepas karena Philip mulai mundur, sedangkan dirinya tidak lagi mampu untuk bangkit dan mengejar cinta nya agar tidak pergi.


"Ria, biarkan Philip pergi. ini sudah takdir nya, dan takdir mu adalah tidak bersamanya". ujar Rinjani kini merangkul tubuh adiknya yang semakin meronta-ronta ingin menahan Philip dengan sisa tenaganya, suaranya hampir habis karena terus saja berteriak menahan Philip.


Hingga akhirnya genggam tangan Ria dan Philip terlepas, Philip berbalik setelah beberapa saat memberikan senyuman terakhir kepada kekasih yang menangisi kepergian dirinya nya.


Dia melangkah masuk ke dalam cahaya dengan tangis yang tertahan, tangis bahagia akhirnya ia bisa pergi dengan tenang walaupun hatinya sakit meninggalkan Cinta yang tercipta bukan untuknya.


"Menangislah adikku, karena setelah ini kau akan pelan-pelan melupakan dirinya". ujar Rinjani dalam hati, karena sebelum Philip pergi dia sempat berpesan untuk menghilangkan ingatan dirinya dalam hidup Ria.


Philip tidak ingin Ria terlalu lama bersedih, ia ingin di kehidupan sekarang Ria benar-benar bahagia. bisa sekolah, bisa berteman, tidak lagi menjadi budak, dan yang penting bebas mencintai orang siapapun tanpa ada yang menghalangi seperti cinta nya dulu dan sekarang.


Cinta pertamanya yang terhalang oleh kasta, dan cinta keduanya dengan wajah yang sama terhalang oleh dunia.

__ADS_1


"Aku harap jika benar reinkarnasi itu ada seperti kau menemukan Ria, aku ingin kau hidup bahagia dengan cinta mu nanti Philip. Cinta tanpa ada lagi halangan". ujar Rinjani berdoa.


"Ria ayo pulang". ajak Rinjani pada adiknya yang masih menangis namun dengan tatapan yang kosong, penyesalan selalu datang terakhir fikir Ria.


"Kak, seharusnya dari awal aku katakan bahwa aku mencintai dirinya, seharusnya aku tidak pernah menghindar dari nya, seharusnya..!?". Ria menangis dan tidak sanggup melanjutkan ucapannya, dan Rinjani hanya diam membiarkan adiknya mengeluarkan isi hatinya.


"Sudah selesai menyesali semuanya adikku, kau tau rasanya kehilangan seseorang yang awalnya tidak ingin kau anggap kehadiran nya. tapi cinta itu bukan hanya tentang kebahagiaan dan penyesalan, di dalam cinta juga ada pelajaran sayangku. Jangan pernah sia-sia kan seseorang yang mencintai mu". Rinjani memberikan wejangan sambil mengelus kepala adiknya dan kemudian membantu Ria bangun untuk kembali ke dalam Raga nya.


Ria menoleh sebentar, "Maafkan aku Philip, maafkan aku yang tidak dengan cepat membalas cinta mu, maafkan aku yang terlalu egois mengatur Perasaan mu dan aku harap kamu tenang di sana. jika bisa, aku akan berdoa semoga kamu bertemu dengan dia di sana, seseorang yang benar-benar mampu mencintai dirimu melebihi diriku. seseorang yang mau mengorbankan nyawanya demi dirimu dulu". Ria akhirnya kembali ke raganya dan tertidur sampai pagi, hingga kumandang adzan subuh membangun kan nya.


Ria membuka matanya dan pagi ini dia bangun dengan hatinya yang sakit, ia teringat cinta nya yang pergi tadi malam. ia menangis kembali hingga membuat Lula yang tidur di sebelah nya terbangun.


"Ria kamu kenapa, ada apa, kenapa kamu menangis. apakah kamu bermimpi buruk". ujar Lula berusaha menenangkan sahabat nya yang justru kembali semakin terisak.


"Dia pergi Lula, dia pergi, dia tidak di sini lagi". ujar Ria hingga akhir ia jatuh pingsan di pelukan Lula.


"Ria,, heyy,, Ria,, ini tidak lucu, ayo bangun. Ria, heyyy". Lula menepuk-nepuk pipi Ria pelan namun Ria benar-benar tidak membuka matanya.

__ADS_1


Rinjani yang ada di dekat Ria tidak bisa berbuat banyak, ini perasaan Adik nya dan ia tidak berhak memaksa dirinya untuk kuat.


"Secepatnya akan ku buat ingatan tentang dirimu hilang Philip, maafkan aku". ujar Rinjani merasa bersalah harus menghilang ingatan Ria tentang Philip di hidup adiknya.


__ADS_2