
Nyai itu kemudian menaruh kaki di pinggang milik Andini, hingga tanpa aba-aba ia mematahkan juga pinggang milik Andini dan sekali lagi Terdengar suara jeritan Andini yang menyakitkan jika di dengar.
***krraaaakkkkk***!!!!!.
Tulang pinggang nya patah membuat tubuh itu terlipat dengan posisi terbalik, tertekuk di bawah meja sajen yang ia siapkan sendiri saat ayah Cinta memilih pergi menemui putri nya yang ternyata bertemu seseorang yang bisa menyelamatkannya dari niat jahat ibu tirinya ini.
Tubuh Andini sekarang sudah tidak berbentuk, semua tulang nya di patahkan seperti kayu lapuk. tidak berguna di mata Nyai yang selama ini di sembah nya, mulutnya robek dan meleleh di bagian tenggorokan dan mata yang masih melotot saat ia masih bernafas namun tidak ada yang akan datang untuk menyelamatkan nya.
Rinjani yang memperhatikan semuanya dari luar hanya bisa melihat, ia tidak ingin menyelamatkan Andini. bukan karena ia jahat, namun ini lah jalan yang memang harus Andini lalui karena perjanjian nya dengan dengan makhluk ghaib yang beraliran hitam.
"Tidak berguna, aku akan mengambil dan merebut anak itu sendiri. dia akan menjadi milikku". Nyai itu kemudian berbalik pergi tanpa peduli dengan Andini yang nafas nya sudah terseok-seok.
Andini, penyesalan selalu datang terakhir memang, akibat ulahnya ibu dari Cinta mati dan sekarang mungkin giliran nya juga sepertinya.
Nyai kemudian segera menghilang bersama angin dan muncul di depan rumah Gunawan, tidak sulit baginya mencari di mana Cinta. ia sudah hafal bau tubuh Cinta karena selama ini ia selalu di dekat anak itu, entah apa tujuan nya.
Tang,,, tung,, tang,,, tung,, tang,,, tung...
Suara gamelan terus berbunyi mengiringi perjalanan Nyai dengan kereta kencana nya menuju rumah Gunawan, orang awam tidak akan mendengar ini dan hanya orang-orang tertentu yang akan mendengar musik gamelan yang masih terus bertalu-talu.
Kuda yang menarik kereta kencana milik Nyai tiba-tiba saja berhenti di halaman itu tanpa bisa masuk ke dalam, Nyai sempat bingung namun dengan cepat ia faham jika lawannya kali ini mungkin sangat kuat.
"Aaaaaauuuuuummmmmm!!!!"
"Aaarrrrrrrrr arrrrrr". singa Gunawan mengaum kencang membuat Ria dan Gunawan yang sekarang duduk di tengah rumah saling tatap.
__ADS_1
"Mereka sampai!!!!". ujar Gunawan dan di jawab anggukan oleh Ria, dan dengan cepat mereka berdiri.
"Terus lah membacakan ayat-ayat suci ini Felix, berdzikir lah, kami akan bernegosiasi terlebih dahulu. jika mereka tidak ingin pergi maka akan ku taklukan dia". ujar Ria dan mereka semua semakin kuat dzikir juga membaca ayat-ayat suci yang mereka hafal.
Cinta sendiri sekarang sudah tidur lelap di tengah-tengah Mereka semua,Ria memang meminta Gunawan untuk menggelar kasur untuk Cinta sementara nanti ia akan berdiskusi bersama makhluk yang selama ini di sembah oleh Andini.
"Aku keluar sekarang, mas jaga di dalam". ujar Ria ingin bangkit dari duduknya, namun Felix dengan cepat memegang tangan Ria dengan kencang.
"Aku ikut, bagaimana bisa kamu menghadapi nya sendirian di luar??!!". ujar Felix penuh dengan suara khawatirnya.
Gunawan dengan cepat menahan Felix, dia menggeleng kan kepalanya kepada Felix agar tidak menghalangi kepergian Ria karena Gunawan tahu ini sudah di rencanakan oleh nya dan para Datuk yang mungkin sekarang sudah ada di luar menunggu Ria.
"Ria tidak sendirian, banyak yang menjaga nya dan biarkan dia keluar untuk menyelesaikan semuanya". jelas Gunawan pada Felix dan akhirnya dengan berat hati ia membiarkan Ria keluar rumah sendirian.
Gunawan kembali mengajak Semua orang untuk berdzikir untuk membentengi Cinta yang di incar oleh makhluk itu.
Nyai masih berdiri di dalam kereta kencana nya di ikuti juga para pasukan kerajaan miliknya, banyak makhluk hitam besar di belakang nya yang seperti sedang kehausan untuk segera menyerang orang-orang yang ada di dalam namun mereka masih tidak bisa maju karena mereka tidak bisa melewati pagar yang di buat oleh Datuk kuning tadi siang.
Ria berjalan ke depan memimpin semua pengawal nya menuju ke arah Nyai tanpa keluar dari batasan pagar ghaib dan berhenti di sana.
"Permisi Nyai, bisa kah kami meminta baik-baik untuk melepaskan Cinta dari perjanjian mu dengan Andini??!". tanya Ria baik-baik pada Nyai, namun bukan nya jawaban yang Ria dapat. justru tatapan tajam yang nyai layangkan padanya.
"Kau mau cari Mati gadis kecil, jangan ikut campur urusan ku. Anak itu milikku, dan jangan coba-coba untuk mengambil nya dari ku". ujarnya kemudian melayang turun dari kereta kencana itu dan berhenti tepat di depan Ria namun tidak memasuki batasan ghaib.
"Aku tidak akan pernah melepaskan sesuatu yang sudah menjadi milikku kepada orang lain". ujarnya kemudian melayang kan ilmu ghaib yang melesat seperti sebuah bola cahaya menuju Ria namun sayangnya energi ghaib itu terhenti dan tidak bisa menembus pertahanan ghaib milik Datuk.
__ADS_1
"Cucu ku sudah meminta dengan baik padamu, agar kau tidak terluka nantinya. namun sepertinya kebaikan kami kau anggap remeh putri laut biru". ujar Datuk kuning akhirnya buka suara.
"Kau tau Bangka jangan ikut campur urusan ku juga, kalian sepertinya bosan hidup di dunia ini". ujar Nyai penguasa kerajaan laut biru tempat di mana Ria dan kawan-kawan nya kemarin hendak berlibur.
Beberapa makhluk besar pun akhirnya maju dan menggedor-gedor pagar ghaib hingga membuat rumah Gunawan berguncang seperti gempa, namun hanya rumah milik Gunawan saja yang bergetar. tidak dengan rumah orang lain ataupun tetangga nya dan malam ini sepertinya semua orang tidak ada yang beraktifitas di luar rumah, kampung ini sepi malam ini.
Duuoorrrrr, duuuoorrr ,, duuuoorrrr... suara ghaib yang timbul akibat gedoran makhluk besar itu, sungguh membuat orang-orang yang ada di dalam rumah ketakutan.namun Gunawan dengan tenang terus mengajak semuanya berdzikir dan khusyuk.
"Hentikan Nyai, aku tidak ingin berperang melawan bangsa mu. jika kau terluka mungkin kau akan menyesal sudah mencoba melawan kami". ujar Ria namun ucapan kembali tidak di indahkan, hingga akhirnya Datuk kuning memerintahkan singa milik Gunawan maju untuk menyerang makhluk besar itu dan akhirnya terjadi lah peperangan ghaib sekali lagi.
Dengan ganasnya Singa itu mencabik-cabik makhluk berbulu hitam dan bertaring panjang itu, Singa itu menarik tangan dan kepala para makhluk yang ingin menyerang nya hingga terputus.
Begitu pun Ria yang sekarang sudah bersiap perang melawan nyai laut biru karena ingin agar Cinta kedepannya tidak akan mendapatkan gangguan ghaib lagi nanti.
"Maafkan saya jika lancang harus melawan nyai langsung". ujar Ria kemudian keluar dari pagar ghaib dan mulai bertarung melawan nyai. sedangkan Datuk kuning dan Rinjani juga Darwin ikut melawan pasukan yang di bawa oleh Nyai tadi.
Nyai memang membawa Ratusan makhluk ghaib entah itu dari lautan atau dari daratan, namun semua berbentuk hewan yang menyeramkan.peperangan ini tidak bisa di hindari,dan akhirnya pecah juga.
Nyai mengeluarkan selendang miliknya yang jika di kibaskan mungkin saja bisa mencelakakan Ria, namun Ria tidak takut dan terus maju untuk memberikan pelajaran pada Nyai.
Keduanya bertarung dengan sengit, dan tepat saat Nyai lengah Ria berhasil menebaskan Mandau miliknya hingga memutuskan kain selendang Nyai yang juga berakibat fatal untuk tubuhnya.
Tanya nyai mengeluarkan darah segar dari pundak nya hingga menetes ke tanah, terlihat wajah nyai yang menahan sakit sekaligus amarah karena ia terluka.
"Pergi dengan baik dan lepaskan Cinta, atau saya akan membantai Nyai hingga musnah??!!". ujar Ria. ia tidak ingin langsung memusnahkan Nyai karena Ria faham jika makhluk seperti mereka juga berhak untuk hidup dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi ciptaan nya yang lebih baik.
__ADS_1
Namun jika mereka tidak ingin menjadi makhluk yang baik maka Ria akan mengambil langkah untuk memusnahkan mereka agar tidak terjadi lagi Korban yang akan berjatuhan.
"Ccuuuiiihhh, aku tidak akan pernah mau mengikuti ucapan mu". ujar Nyai meludah dan kembali maju melawan Ria yang dengan sigap menahan serangan dan kembali membalasnya.