
Ria sangat senang bisa kembali melihat Philip yang ia rindukan, namun kemudian ia kembali murung karena menyadari Philip tidak sendirian. ada Rinjani di sana yang juga menunggu Ria selesai mandi.
"Kalian di sini, bagaimana makhluk tadi, kalian kemana kan?".tanya Ria.
"Aku bawa ke istana untuk di kurung, kau tidak apa-apa kan Ria?". setelah sekian lama menunggu akhirnya Ria mendengar lagi suara Philip.
"Ya, aku tidak apa-apa. kalian sendiri apakah tidak apa-apa?". tanya Ria balik.
"Yang mereka kirimkan hanya makhluk biasa yang dengan mudah kami bisa tangani, tapi makhluk yang mengurung Sukma Ayu adalah Raja yang menjaga rumah itu. semoga para Datuk bisa menyelamatkan nya malam ini, jika tidak?". ucapan Rinjani terhenti.
"Jika tidak kenapa kak?". ujar Ria penasaran.
"Mungkin selamanya ia akan di sana, terkurung seperti tumbal-tumbal pesugihan yang lain". Rinjani melanjutkan ucapannya.
"Apakah waktunya sesingkat itu?", tanya Ria pada kakak nya.
Rinjani mengangguk dan kembali menjelaskan bahwa raga tanpa Sukma sama saja seperti orang yang koma, bila raga tidak segera di isi cepat atau lambat mereka akan kehilangan nyawanya.
"Apakah menurut kakak Ayu bisa selamat". tanya Ria lagi pada Kakaknya.
"Semakin banyak orang membantu berdoa, semakin kuat pula para Datuk untuk melawan mereka, namun jika mereka berhasil menyelamatkan ayu kemungkinan besar nanti mereka akan mengincar dirimu Ria". Rinjani sebenarnya ada di sini untuk menjadi penjaga Ria di perintahkan oleh Datuk.
Tidak seperti kemarin-kemarin ia hanya akan datang di saat di panggil mulai hari ini ia akan selalu ada bersama Ria, dan Philip yang awalnya ingin menjauh pun kembali menampakan dirinya karena khawatir dengan Ria juga.
"Seperti langkah ku untuk membawa Gunawan agar menghentikan pesugihan ini sudah benar kan kak?". Ria bertanya kembali pada Rinjani.
Rinjani mengangguk pelan dan tersenyum pada adiknya, berbeda dengan Philip ia merasa tidak senang karena Gunawan kembali harus berhubungan dengan Ria.
__ADS_1
"Kenapa kamu memerlukan Gunawan untuk membantu mu menghentikan mereka, aku rasa tidak sembarang orang yang bisa membantu mu Ria". ujar Philip protes.
"Gunawan bukan orang sembarangan Philip, dia hanya belum menyadari potensi di dirinya". ucap Rinjani lagi.
"Bagaimana kakak bisa tahu semua itu?". tanya Ria bingung, karena ia tidak melihat sesuatu yang aneh dari Gunawan.
"Kau belum bisa melihat aura dalam diri nya Ria, jadi kamu tidak menyadari nya. kalian bertemu seperti takdir, nanti mungkin kalian akan saling menjaga dan melengkapi". ujar Rinjani.
Ia sengaja menjelaskan ini semua di depan Philip, Rinjani tidak ingin Philip masih memiliki rasa untuk adiknya dan sebenarnya Rinjani tahu adiknya juga memiliki perasaan yang sama.
Namun sebagai kakak, dirinya harus melindungi adiknya agar tidak salah jalan. bagaimanapun mereka tidak di dunia yang sama.
"Baiklah kak, aku ingin Maghriban dulu dan kemudian melakukan pengajian untuk Ayu". ujar Ria merasa tidak enak hati kepada Philip karena ucapan Kakaknya tadi membuat raut wajah Philip terlihat sangat tidak senang.
"Baiklah,kami ada di luar, namun jika aku tidak di sini mungkin aku ikut masuk ke rumah itu untuk mengambil sukma Ayu". ujar Rinjani dan membawa Philip untuk pergi.
Setelah selesai ibadah, Ria pun bergegas ke kamar Ayu. sudah banyak teman-teman nya yang ikut membantu pengajian ini, Ria juga menyiapkan air dalam botol untuk nanti di berikan kepada Ayu setelah selesai pengajian.
Abah Darma di kampung juga sudah memberikan sajen seperti biasanya, 3 butir telur, 3 kepal nasi, 3 buah kapur sirih, dan 3 batang rokok.
Abah Darma sudah memasukan langsung sajen itu kedalam mulut buaya putih yang datang setelah di panggil menggunakan doa yang memang sudah di ajarkan turun temurun.
Buaya putih itu sempat terdiam seolah-olah bertanya apa yang ingin di pinta oleh Abah Darma.
Abah Darma pun menjelaskan kalau ia ingin meminta untuk menyelamatkan teman dari cucu nya Ria yang sukmanya di tahan untuk pesugihan.
Kemudian buaya itu pun berbalik dan sedikit mengibaskan ekornya sebelum akhirnya menghilang kembali ke dasar Sungai lagi.
__ADS_1
Lantunan ayat suci suci terus bergema di Asrama, dengan khusyuk mereka membaca nya dan berharap Ayu segera sadar.
Datuk dan para prajurit pun mulai memasuki rumah itu untuk mencari di mana Sukma Ayu, beberapa makhluk besar berbulu, bertaring,dan memiliki mata merah pun mencoba menghalangi mereka untuk mengambil Sukma ayu.
Terjadi peperangan sengit antara pasukan dari Datuk dan para panglima, banyak buaya putih yang juga sudah menggigit dan mencabik-cabik makhluk jelmaan yang ingin menghalangi mereka.
Makhluk besar tadi langsung berhadapan dengan Datuk yang juga berubah menjadi sesuatu yang tidak kalah besarnya, untuk menghalangi Rinjani yang ternyata di perintahkan untuk mengambil Sukma ayu di salah satu kamar di rumah itu.
Rinjani melihat Ayu yang sudah di rantai di tempat tidur, seperti malam ini dia akan di ambil kesucian sebagai persembahan untuk makhluk pesugihan itu.
Setelah mengeluarkan Mandau putih dengan gagang dari tulang berukir kepala naga Rinjani menebas Rantai ghaib yang mengikat Ayu kemudian membawa sukmanya untuk keluar rumah tersebut.
Makhluk-makhluk yang menjaga rumah tersebut sudah banyak yang lari atau pun musnah karena memang pasukan yang Datuk bawa sangat banyak dan cukup untuk melawan mereka.
Juga karena bantuan teman-teman dan orang tua Ayu yang sedang membacakan doa-doa membuat para makhluk-makhluk itu menjadi lemah.
Tidak lama Ria melihat Rinjani masuk membopong sukma dari Ayu di ikuti Datuk kuning di belakang mereka dan doa-doa pun hampir selesai di panjat kan.
Datuk diam sesaat dan setelah doa selesai ia pun menyuruh sukma Ayu untuk kembali masuk ke dalam raganya.
"Ambil kan air itu teteskan di kening Ayu tiga kali, dan usapkan ke semua wajahnya kemudian berikan ia minum air ini ketika nanti dia bangun". ujar Datuk member instruksi pada Ria.
Ria mengangguk faham dan melakukan apa yang Datuk perintah kan, tidak beberapa lama Ayu membuka matanya dan langsung memeluk Ria yang sekarang sedang duduk di depan nya.
"Ria, terimakasih sudah datang untuk menyelamatkan ku". ujarnya sudah berlinang air mata.
"Minum lah dulu, sebelum itu baca bismillahirrahmanirrahim". ujar Ria memberi kan air doa untuk Ayu.
__ADS_1
Ayu dengan cepat meminum air tersebut, kemudian orang tuanya yang melihat Ayu sudah sadar pun bersujud syukur, karena putri nya sudah kembali siuman.
"Syukur lah kamu sudah sadar nak". ucap ibu dan bapak ayu sambil memeluk tubuh Ayu bergantian mereka juga memeluk Ria, berkali-kali mereka mengucapkan terimakasih.