
Ria melihat ke arah Unge yang dari hanya tersenyum melihat mereka, Ria sekilas melihat tangan Unge bersisik hijau namun hanya sebentar kemudian kembali ke kulitnya yang awal.
Sekarang Unge dan Abang Frans sedang di mandikan oleh orang-orang tua yang ada di sana, seperti adat Jawa yang biasa memang di lakukan mengingat Unge yang berasal dari Jawa.
Unge sesekali menatap ke arah Ria sambil tersenyum, Ria yang merasa aneh sebenarnya dengan tatapan mata dari Unge mencoba ber positif thinking saja. "Mungkin Unge senang menatap ku, tapi kenapa?", fikir Ria dalam hati.
Dan saat Ria sedang fokus melihat-lihat suasa resepsi tujuh bulan itu tiba-tiba ada seorang anak yang menarik gelang pemberian Datuk kuning dengan kuat hingga terputus membuat tangan Ria meneteskan darah akibat terluka saking kencangnya tarikan itu, Setelah memutuskan gelang Ria anak itu pun berlari ke arah belakang panggung.
Ria menatap kepergian anak itu sambil menahan sakit di tangan nya, sementara Gunawan dan Lula sedang mengantri mengambil makanan. karena itu mereka tidak tahu kejadian ini, entah kenapa perasaan Ria tiba-tiba saja menjadi tidak enak.
"Kemana Rinjani". ujar Lula berusaha mencari saudara nya yang sebenarnya dari tadi selalu bersamanya dan tiba-tiba menghilang bersama anak kecil tadi. kemudian memunguti gelang nya yang sekarang sudah terjatuh ke lantai.
Beruntung luka di tangan nya tidak terlalu besar, Ria mengambil tisu untuk menutupi lukanya yang sedikit mengeluarkan darah. tidak lama, Kemudian Lula juga Gunawan datang dan duduk bersama Ria.
Lula membawakan makanan khas Daerah sini berdua dengan Gunawan dan mengambil kan juga untuk Ria, supaya Ria tau makanan khas yang jarang ada kecuali di acara-acara tertentu saja.
Namun Lula memperhatikan Ria yang menutupi tangan nya dengan tisu, ia pun bertanya kenapa dengan tangan Ria.
Ria menjelaskan pada Lula tentang kejadian yang baru saja terjadi dengan nya, terlihat Lula sedikit khawatir karena gelang Ria bukan kah gelang biasa, Gunawan juga mendengar kan itu dengan seksama namun Gunawan tidak tahu gelang milik Ria adalah gelang pemberian Datuk kuning nya.
"Tapi aku nggak apa-apa kok Lula, nanti malam aku akan minta lagi gelang ini dengan Datuk". ujar Ria yang melihat wajah Lula berusaha menenangkan sahabatnya yang sebenarnya penakut itu.
"Baiklah, ayo makan dulu terus pulang. maaf ya, mas gak bisa lama-lama soalnya. nanti mas langsung Piket nge gantiin temen mas yang izin". ujar Gunawan.
"Gak apa-apa kok mas,ayo makan dan cepat pulang". ujar Ria dan di angguki oleh Lula.
__ADS_1
Setelah selesai makan tidak beberapa lama mereka pamit dan tidak lupa memberikan kado yang mereka bawa untuk Unge dan bayinya.
Gunawan pamit dan bersalaman dengan Uang dan sahabat nya Frans, Lula juga mengikuti dan Ria adalah yang terakhir pamit juga ingin bersalaman dengan Fran terlebih dahulu.
Namun saat tangan nya menyentuh tangan Frans tiba-tiba tangan Ria seperti ada yang menusuk hingga ia merasakan sakit sampai ke sikutnya.
Ria sedikit terkejut dan sedikit menjerit karena saking sakitnya. ia mengaduh dan hampir roboh jika Gunawan tidak sigap merangkul Ria, membuat Gunawan dan Lula juga terkejut.
"Kamu kenapa Ria, apa ada yang salah. kenapa kamu seperti orang kesakitan?". ujar Gunawan.
"Tangan Ria sakit saat bersalaman sama Abang Frans, kenapa ya?". tanya Ria.
Frans yang terkejut melihat Ria seperti itu pun memeriksa tangan nya dan Gunawan juga memperhatikan tangan Frans, Gunawan melihat Frans sekarang menggunakan cincin bermata hijau dan Gunawan memegang Cincin itu untuk memeriksa nya.
Tiba-tiba Singa di penjaga Gunawan mengaum kuat saat Gunawan memegang Cincin itu tapi Gunawan tidak tahu kenapa, Gunawan pun menanyakan di mana Frans mendapatkan cincin itu?.
"Sebaiknya kamu simpan saja cincin ini, jangan di pakai". ujar Gunawan mengingat kan sahabat nya itu.
"Iya nanti habis acara aku akan simpan lagi saja cincin ini". Frans tidak ingin ingin berdebat dengan Gunawan dan sampai nanti Gunawan tahu itu baru dari mana asalnya.
"Mbak maaf ya, jadi bikin panik. Ria pamit pulang ya mbak, oh iya Ria lupa tanya dari tadi. bayi nya udah tau belum kelamin nya Mbak?". tanya Ria sebelum pulang.
"Bayinya laki-laki Ria, nggak apa-apa ko. hati-hati di jalan ya". ujar Unge memeluk tubuh Ria, kemudian tersenyum sedikit Tanpa sepengatahuan dari Ria dan yang lain nya.
Akhirnya mereka semua pun pulang, Ria dan Lula sudah di antar oleh Gunawan ke asrama dan kemudian Gunawan langsung pamit kembali ke kotanya.
__ADS_1
Lula juga Ria masuk ke kamar, mereka segera membersihkan diri, kemudian hari pun malam dan mereka bersiap untuk beristirahat.
Ria dari tadi tidak melihat keberadaan Rinjani, Dia bingung kemudian berniat untuk pergi ke kerajaan nya untuk mencari keberadaan saudari kembarnya. ia mulai memejamkan matanya seperti biasa, maka nanti sukmanya akan bangun di istana seperti yang sudah-sudah.
Tapi kali ini berbeda, Ria merasa ada seseorang yang sudah menarik nya ke alam lain. Dia berada di suatu tempat yang terlihat seperti goa dan terlihat olehnya Rinjani sudah di kurung di suatu tempat bersama anak yang tadi menabrak dirinya membuat Ria terkejut.
"Rinjani, kenapa bisa berada di sini?". tanya Ria pelan pada saudari nya itu yang sedang duduk sambil memeluk anak kecil itu di dalam kerangkeng.
"Bantu aku Ria, lepaskan kami terlebih dahulu, nanti akan ku jelaskan padamu". ujar Rinjani kemudian.
Ria mencoba memegang kerangkeng yang mengurung saudara nya, namun ternyata kerangkeng itu di belenggu dengan kekuatan ghaib. Ria pun memanggil Datuk kuning untuk datang, dan benar saja tidak beberapa lama Beliau pun datang dan terkejut melihat Rinjani sudah terkurung di dalam sana.
Dan dengan sekali Tebas dengan senjata Mandau miliknya, Rinjani pun terbebas. sekarang datuk bingung kenapa para cucu buyut nya berasa di tempat seperti ini, Namun Datuk tidak ingin bertanya hal itu sekarang. ia tahu, sepertinya ada yang tidak beres.
"Pertama kita pergi untuk mengembalikan Sukma anak ini dulu cu, dia masih kecil. tidak bisa terlalu lama sukmanya berada di luar Raganya". ujar Datuk dan mereka bergegas menuju di mana Raga anak itu berada.
Sementara orang tua dari anak itu sekarang sedang bingung melihat anak nya yang sudah makan banyak dari tadi sore tanpa ada niat ingin berhenti di rumah nya, jika di suruh berhenti maka anak itu akan mengamuk seperti orang kesetanan.
Ria, Rinjani dan Datuk Tiba di rumah anak itu, dan benar dugaan Datuk dari tadi ada yang tidak beres, di tubuh anak itu sekarang sudah di isi dengan Makhluk besar yang kelaparan.
Datuk kemudian Langsung menarik Roh tersebut tanpa basa basi membawa makhluk itu keluar dan menghancurkan nya, sementara Rinjani dan ria bergegas mengembalikan Sukma anak itu yang sekarang sedang terkulai di Lantai karena Raga itu kosong.
Orang tua anak itu sempat panik melihat anaknya tiba-tiba jatuh ke lantai namun hanya sebentar saja, anak itu sudah bangun dengan kebingungan.
"Anak itu sudah baik-baik saja, ayo pergi. aku ingin memastikan sesuatu sekarang". ujar Rinjani membawa Ria kembali ke asrama dengan wajah yang panik.
__ADS_1
Terlihat datuk kuning juga ikut sepertinya ia juga ingin memastikan sesuatu, Ria ikut saja kemana Rinjani membawa nya dan alangkah terkejutnya Mereka bertiga saat melihat Raga milik Ria sudah ada yang mengisi, siapakah makhluk yang sudah mengambil Raga milik Ria dan mengisi nya?