Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
67 Tubuh Ini Milikku.


__ADS_3

Terlihat datuk kuning juga ikut sepertinya ia juga ingin memastikan sesuatu, Ria ikut saja kemana Rinjani membawa nya dan alangkah terkejutnya Mereka bertiga saat melihat Raga milik Ria sudah ada yang mengisi, siapakah makhluk yang sudah mengambil Raga milik Ria dan mengisi nya?


Sesampainya mereka kembali ke asrama di mana raga milik Ria yang dia tinggal untuk mencari Saudaranya Rinjani, Ria lupa jika gelang yang selalu menjaga nya putus tadi siang dan sepertinya itu memang sudah di Rencanakan oleh makhluk yang sekarang sudah bersemayam di tubuh miliknya.


Sekarang tubuh Ria sedang duduk di atas Ranjang nya sambil terus tersenyum melihat ke arah Ria, Rinjani juga Datuk kuning.


Datuk kuning yang melihat Raga milik cucu nya di ambil pun tidak tinggal diam, ia mencoba mengeluarkan makhluk yang bersemayam di tubuh Ria. namun ternyata makhluk yang ada di dalam Sangat lah kuat hingga ia tidak mampu mengambil Raga itu.


"Kaauuuu tidak akan bisa mengambil lagi sesuatu yang sudah menjadi milikku ini, sekarang Tubuh ini milikku". ujar makhluk yang ada di badan Ria berbicara kepada Rinjani, Ria dan Datuk kuning berteriak.


"Berani kalian mencoba menghalangi ku, jangan harap tubuh ini akan baik-baik saja". ancam makhluk itu lagi.


Lula yang tidur mendengar Ria berteriak pun terbangun dan melihat sekarang Ria sedang Tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ke kanan ke kiri dan tubuhnya sudah meliuk-liuk, Lula tau pasti ada yang tidak beres pun mencoba mendekati Ria.


"Ria, kamu kenapa?". tanya Lula sambil menggoyang-goyangkan lengan Ria, Ria menatap tajam Lula kemudian bangun mencekik sahabat nya itu, dia membawa tubuh Lula ke dinding hingga sedikit terangkat.


"Riiii, riiaa, istiigg... istighfar Ria". ujar Lula terbata-bata karena Ria mencekik dirinya dengan Kuat, namun Ria malah tertawa dan masih mencekiknya dengan kuat.

__ADS_1


Beruntung akhirnya cekikan itu terlepas saat Kalung pemberian Ria padanya menyalurkan perlindungan yang memberikan rasa sakit pada makhluk yang menyentuh nya.


Lula jatuh terkulai ke lantai, sementara Ria, Rinjani, juga Datuk kuning yang melihat semua itu tidak bisa berbuat banyak karena mereka hanya ber 3 dan makhluk itu sepertinya memiliki energi yang lebih kuat dari pada makhluk yang kemarin mereka lawan di rumah pak Santoso.


"Bodoh, kau masih peduli dengan sahabat mu ini, bukan kah kau menyukai laki-laki yang sekarang sedang berusaha bersama dengan nya yaitu Gunawan. benar bukan Lula?". ujar makhluk itu lagi tertawa dengan kencang, sementara Lula berusaha meminta tolong Dengan berteriak yang kencang, namun anehnya teman-temannya tidak ada yang datang.


Mereka seperti tidak mendengar apa-apa walaupun Ria berteriak dan bahkan menghancurkan barang-barang di kamar.


"Siapa kamu, mana Ria. kembalikan Ria, jangan coba-coba untuk menyakiti dia!!". ujar Lula lagi walaupun dengan tidak butuh yang bergetar ia tidak peduli dengan pembicaraan makhluk yang merasuki Ria.


"Kau bisa bekerja sama dengan ku Lula, aku akan membawa tubuh ini menjauh, dan kamu bisa memiliki Laki-laki yang kau sukai. bukan kah itu bagus". ujar Ria lagi dengan suara yang sudah berubah, tidak lembut seperti suara Ria yang biasanya.


Sedangkan Rinjani merasa bersalah karena tadi siang ia sempat terkecoh dan meninggalkan Ria seorang diri karena ia ingin mengikuti anak yang merusak gelang milik Ria karena Rinjani tahu kalau anak itu di rasuki sesuatu. Niat hati ia ingin menolong anak itu justru berakhir dengan dia yang di tangkap dan di kurung di tempat tadi, karena itu Rinjani menarik Sukma Ria yang memang sudah terkoneksi dengan nya saat keluar tadi, membawanya ke tempat di mana Rinjani terkunci dengan Sukma anak kecil tadi.


"Awasi tubuh mu Ria, dan kau Rinjani berjanjilah apapun yang terjadi jangan tinggalkan Ria. jangan sampai ia pergi dan kalian kehilangan jejaknya, Datuk akan memanggil bantuan. sepertinya makhluk yang ingin memiliki Tubuhmu bukan makhluk biasa,Datuk akan merajah kamarmu untuk mengurung dia agar tidak bisa ke mana-mana". ujar Datuk kuning akhirnya pergi.


"Kalian manusia Rendahan yang kemarin melukai Adikku bukan, mengambil tubuh yang sudah lama menjadi miliknya. sekarang rasakan bagaimana rasanya jika tubuhmu lah yang sekarang aku ambil". ujar makhluk tadi berbicara sambil tertawa di depan Lula yang sedang terisak di pojokan karena takut.

__ADS_1


"Kalian tidak akan mudah melawan ku, aku sudah mendapatkan tumbal anak laki-laki dan mendapatkan darah mu kemarin Ria. kita tidak akan terpisahkan". ujarnya sambil menjilat tangan miliknya dengan senyuman yang terlihat menyeramkan.


"Bayi siapa yang kau ambil makhluk sialan". ujar Lula yang terkejut mendengar Ria berkata seperti itu.


"Hahahahha, kau masih berani bersuara anak manis. baiklah, aku akan mengatakan padamu semua, dengar kan ini baik-baik Ria. bagaimana aku berhasil menipu dirimu kemarin hingga kau tidak bisa mengetahui keberadaan diriku di dekat mu". ujar Ria bangkit berdiri dan memutar-mutar kan tubuhnya sambil tertawa.


"Aku sudah mengambil anak milik Unge, dari kemarin aku sudah bersemayam di dalam rahimnya hingga kau tidak bisa melihat keberadaan ku, ini semuanya salah kalian. kalian mengusik dan menyakiti adikku hingga ia terluka parah, kalian penyebab bayi Unge meninggal Hahahaha". makhluk di tubuh Ria tertawa, ia berniat untuk membuat Ria menyesali perbuatannya yang ikut campur dengan urusan mereka.


"Teganya kalian, bagaimana bisa kau mengambil bayi yang bahkan belum lahir ke dunia ini". Ria berusaha melawan makhluk yang ada di tubuhnya dengan senjata Mandau nya, ia menebas makhluk itu namun bukan nya tubuh makhluk itu yang terluka justru sukma Ria lah yang terkena tebasan yang ia buat hingga membuat lengan nya berdarah karena Ria memang ingin menyerang lengan makhluk itu.


Sementara makhluk itu dan raga milik Ria baik-baik saja dan justru semakin tertawa kencang.


Lula yang sekarang sudah tidak tahu harus apa mencoba untuk keluar kamar namun baru saja ia akan membuka pintu tubuhnya tertarik oleh energi yang tidak terlihat dan kembali menghempas dirinya ke dinding dengan kuat hingga membuat Lula mengerang kesakitan.


"Diam lah kau di sini Lula, tunggu adik ku datang. dia juga ingin memiliki raga yang bisa ia tempati lagi, dan Ria, Kau fikir bisa menyakiti ku dan tubuh ini. sudah ku katakan kita sudah menyatu, kau tidak akan bisa mengambil nya lagi. apapun yang kau lakukan, semua kesakitan itu akan kembali kepadamu, contoh nya seperti ini". ujarnya sekarang menggigit pergelangan tangan nya sendiri sampai terluka hingga membuat bibir hingga ke dagunya berlumuran darah segar ya berasal dari lengannya sendiri.


Namun anehnya Sekarang Sukma Ria lah yang merasakan sakit pada pergelangan tangan nya dan terlihat darah yang keluar dari luka di tangan nya.

__ADS_1


"Kau akan menyesal karena sudah berurusan dengan kami lagi". ujar Rinjani yang sekarang sedang memegang Sukma Ria yang sekarang sudah tumbang ke lantai karena merasakan sakit dari luka-luka di tubuhnya.


__ADS_2