
"Mungkin Philip akhirnya bahagia, bisa betul-betul bersama seseorang yang selama ini ia nantikan. seseorang yang sangat ia rindukan.
Philip tidak benar-benar mencintai ku, ia bersama ku mungkin karena wajah ini, berbahagialah Cintaku". ujar Ria membatin.
kemudian ia pamit karena hari sudah hampir subuh, meninggalkan Philip juga saudara nya berdua di atas dan ia akan kembali ke Raganya sekarang.
Jam 12 Siang, Ria bersiap akan pergi ke kampus bersamaan dengan Lula, karena Siang ini jadwal mata pelajaran mereka pada jam yang sama.
Lula yang penasaran apakah Ria menemukan Teman mama nya bertanya "Ria, Apakah kamu kemarin sudah bertemu dengan teman Mama mu?". ujarnya.
Ria yang memang tidak mengatakan dengan jujur kepada Lula gelagapan, tapi untuk berkata jujur ia juga ragu. Ria takut Lula akan takut berteman dengan nya jika tahu kalau dia tahu Ria berbeda. "Emmm ya,sudah". ujar Ria menjawab masih berbohong.
"Oe, syukurlah jika ketemu, sayang kan jauh-jauh ke sana nyariin kalau gak ketemu". Lula melanjutkan pembicaraan nya, tidak beberapa lama mereka sudah sampai di kampus.
Lula melihat beberapa polisi di kampus sedikit bingung, ada apa gerangan, kemudian beberapa teman yang sudah datang lebih dahulu pun melewati dia dan juga Ria.
Lula yang memang pada dasar nya Kepo pun bertanya pada teman-temannya itu "Guys, ada apa, kenapa ada polisi di kampus?". tanyanya nya.
Teman-teman nya pun menjelaskan jika salah satu dosen mereka terlibat kasus pembun*han, Ria yang sudah tahu siapa dosen itu tidak terlalu terkejut berbeda dengan Lula jika saja matanya bisa lepas, mungkin bola matanya sudah keluar.
Lula sangat heboh mendengar kasus ini. "Waaaattthheeew,,,, pembun*han, Siapa?". ujar Lula lagi pada teman nya.
"Pak Gading, dulu saat dia baru saja Jadi dosen di Sini,ia membun*h salah satu murid nya". lanjut teman nya lagi.
Saat semua sedang berbincang dari belakang ada seseorang yang memanggil nama Ria.
"Ria, Kamu sudah datang?". ternyata Gunawan ada di sini dengan seragam lengkap nya, terlihat sangat gagah sampai Lula membuka mulut nya lebar-lebar.
"Mas Gunawan, Mas ikut menyelidiki kasus ini?". tanya Ria, Gunawan menganggukkan kepala sambil tersenyum ke arah Ria.
__ADS_1
Lula yang masih terpesona dengan cepat menyenggol tangan Ria tanpa mengalihkan pandangan nya pada Gunawan. "Siapa Ria, Ooppa dari mana ini, kamu kenal di mana???". bisik nya namun masih terdengar oleh Gunawan.
"Ooppaa-oppa apa sih Lula, ini produk Indonesia. kamu ini ada-ada Saja, kenalkan ini mas Gunawan dan mas ini teman satu kamar saya di asrama, namanya Lula". ujar Ria mengenalkan.
Gunawan mengulurkan tangan nya pada Lula, dengan cepat Lula menyambut tangan Gunawan dan akhirnya mereka pun berkenalan.
"Mas, kok bisa ikut menyelidiki kasus ini, saya kira mas sudah pulang tadi malam". ucap Ria sambil berjalan menuju kantin, mereka ingin makan siang di kampus sebelum nanti jam 2 akan memulai mata pelajaran.
"Tadi malam mas nginep di kantor polisi di daerah Sini dek, kebetulan karena kasus ini Mas yang bantu laporkan kemarin, Mas di pinta untuk ikut menyelidiki motif dari pembun*Han yang di lakukan oleh Pak Gading" jawab Gunawan sambil mengikuti langkah Ria.
"Mas, kita makan siang dulu yu. pasti mas juga belum makan siang kan". ujar Lula menggandeng tangan Gunawan membawa nya meja kantin yang kosong.
Gunawan yang terkejut dengan kelakuan Lula hanya bisa pasrah, sementara Ria sudah garuk-garuk kepala walaupun tidak gatal karena Bingung dengan kelakuan teman nya ini.
"Mas sudah tau motif dari pak Gading melakukan ini semua". tanya Ria lagi.
"Kasian, Cintanya membuat dirinya buta , sampai bisa melakukan hal seperti itu". ujar Gunawan kemudian.
"Ria, kamu tahu kasus nya pak Gading dari mana?, kan kamu bareng sama aku barusan taunya?". tanya Lula bingung karena teman nya ini seperti sudah mengetahui semuanya.
"Eemmm,, Aaa,, tau dariii.. eee dariii". Ria bingung mau Jawab apa, ingin berbohong tapi Rai tak pandai melakukan itu sebenarnya.
Gunawan yang tahu Ria sepertinya tidak mengatakan semuanya pada Lula pun membantu Ria menjawab.
"Mas yang cerita sama Ria, soalnya kan kejadian ini di kampus Ria, jadi mas tadi malam Kontak dia". Gunawan berusaha mencari alasan untuk Ria.
"Oe gitu, Mas Gunawan udah Lama ya kenal Ama Ria?". tanya nya lagi.
"Mas baru kenalan beberapa Minggu ini". Gunawan tidak ingin Lula curiga jika ia mengatakan baru kemarin ia mengenal Ria, mana mungkin bisa ia begitu akrab dengan Ria sampai menceritakan kasus ini pada Ria.
__ADS_1
"Oeee Mas udah kenal beberapa Minggu ini, pantes di deketin senior-senior ganteng kamu gak ladenin ya Ria, karena kamu udah Punya mas Gunawan ya". ucap Lula asal.
Ria yang akhirnya terjebak dengan permainan nya sendiri terlihat sangat kikuk, ia tidak tau harus menjawab apa sekarang.
Sementara Gunawan justru tersenyum mendengar penuturan dari Lula, karena Ria benar-benar jujur tentang perkataan nya tadi malam kalau ia tidak merespon semua orang yang berusaha mendekatinya.
...****************...
Mau kasih visual Dikit ya guys.kalau gak suka boleh ganti dengan khayalan idolanya sendiri. hehehe✌️
****Rinjani****.
****Philip****
****Gunawan****
**** RIANTI (Ria)****.
**** Lula ****
__ADS_1