Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
92 Dukun.


__ADS_3

"Perempuan Sundal, lihat apa yang akan ku lakukan jika kamu berani merebut Zain dari ku".ujar orang tersebut sambil memukul-mukul setir mobil nya dengan kuat.


Praangggg.. pranggggg..


Bunyi barang-barang dan perabotan di kamar seseorang di banting dan di hancurkan.


"Tidak bisa, Zain adalah milikku. tidak akan ku biarkan ada orang lain yang merebut nya dari ku, lihat saja. sama seperti wanita-wanita lain, akan ku buat kau menjadi buruk rupa di mata Zain". seorang wanita mengamuk sambil memegang foto seseorang yang ternyata adalah foto Ria.


"Ibuuu,, di mana ibu sekarang, ibuuuuuu". ujar wanita itu sambil berteriak di kamar.


"Ada apa Lisa,kamu ribut dari tadi dan ini kamar kamu kenapa bisa berantakan seperti ini?". tanya ibunya yang datang setelah mendengar teriakkan dari putri nya yang bernama Lisa.


"Wanita ini mencoba merebut Zain dari aku Bu, buat dia seperti wanita yang lain. aku tidak mau Zain jatuh cinta ke wanita lain". ujar Lisa sambil memberikan satu buah foto.


"Kamu ini, selalu saja merepotkan ibuk, sesajen yang kemarin saja ibu sudah habis berapa duit harus membeli kambing untuk di berikan sebagai sesembahan". ujar ibunya mengomel.


"Kenapa ibu tidak minta dukun itu agar membuat Zain jatuh cinta kepada ku saja, biar aku tidak susah payah menyingkirkan para wanita sundal yang di sukai oleh Zain". ujar Lisa lagi.


"Hehhh, Zain adalah keturunan keraton di sini. kau fikir di tubuh nya tidak ada penjaga nya?!". ucap ibunya lagi.


Ya, Zain adalah cucu dari keturunan keluarga keraton di sana hingga membuat Pelet yang di kirim kan untuk nya maka tidak akan mempan.


"Ya sudah aku tidak mau tahu, malam ini aku mau supaya wanita sundal ini mendapatkan pelajaran agar besok Zain tidak lagi mengejarnya. buat rusak wajah cantik nya untuk ku ibu, kalau aku tidak bisa mendapatkan Zain lebih baik aku mati saja". ujar Lisa merengek pada ibunya seperti biasa.


"Sayang ibu, jangan bicara seperti itu. ibu tidak memiliki putri selain kamu sayang, baiklah ibu akan membuat wanita itu menjadi jelek agar Zain tidak lagi tertarik dengan nya ya". ujar ibu Lisa sambil memeluk Lisa yang sudah duduk di bawah jendela kamarnya dengan mata yang sembab karena sudah menangis dari tadi.


"Kau lihat saja Ria, aku akan memberikan mu pelajaran". ucap Lisa menyeringai di pelukan ibunya.


byurrrr.. ceeessss... (Suara api yang taburi kemenyan)


Seseorang sekarang sedang duduk sambil membaca mantra dan memegang foto wanita cantik yang di pinta untuk di jadikan wajah nya buruk rupa, agar tidak ada yang mau menyukai nya lagi.


Di depan nya sekarang sedang duduk seorang wanita muda dan ibunya sambil memperhatikan dukun itu sedang berusaha menusuk jarum ke foto itu.


"Kenapa perasaan ku tidak enak malam ini". ujar Ria sambil melihat ke luar jendela kamarnya.

__ADS_1


Rinjani sekarang juga merasakan sesuatu yang tidak biasa, tumben sekali hawa di kamar adiknya berbeda.


Tidak beberapa lama Darwin muncul dengan membawa senjata nya malam ini, Rinjani yang tidak suka ada orang lain di kamar adiknya berusaha mengusir nya.


"Pergi lah dari kamar adikku sebelum aku menyakiti mu". ujar Rinjani pada Darwin.


"Ssstttttt!!!, diam lah Rin, sepertinya ada yang ingin menyakiti adikmu malam ini". ujar nya sambil menunjuk ke arah atas di mana ada bola merah berputar-putar di kamar itu sekarang.


Rinjani dan Ria melihat bola merah melayang itu pun sedikit waspada,siapa seseorang yang mengirim kan santet atau teluh ini kepada nya.


"Tunggu lah di sini,biar aku yang menyingkirkannya dan mengembalikan kepada pengirim nya".ujar Darwin kemudian berubah menjadi makhluk besar dengan mata merah dan tanduk di kepalanya.


Darwin menangkap bola cahaya itu dengan tangan yang besar dan kukunya yang tajam kemudian pergi ke tempat dari mana bola cahaya itu berasal.


"Sepertinya wanita ini bukan wanita sembarang". ujar dukun itu berusaha menusuk kembali foto Ria namun tidak bisa, jarum itu sama sekali tidak bisa menembus foto milik Ria.


Praangggg,, pyarrrr,, ppraangggg..


Suara kendi di ruangan itu pecah dan berhamburan ke mana-mana dan tidak lama melesat sebuah bola merah itu mengenai Dukun yang berusaha menyakiti Ria tadi.


Ia kali ini mengambil keris untuk kembali menyakiti Ria, namun kali ini bukan ilmu biasa yang ia kirim kan.


"Kau akan sakit, tidak hanya buruk rupa wajahmu saja, tapi juga tubuhmu". ujar dukun itu dengan amarah nya.


Lisa dan ibunya yang merasa aneh karena tidak biasa ada yang bisa melawan dukun kepercayaan mereka untuk menyakiti orang lain pun saling berpelukan karena sedikit takut melihat kejadian dan amarah dari dukun di depannya ini.


Namun baru saja ia ingin menebaskan keris itu ke foto Ria tubuhnya malah tertekuk ke belakang seperti ada yang menarik nya, kemudian tubuh itu terpelanting dan terhempas ke depan di atas meja sajen miliknya hingga membuat persembahan nya berantakan.


"Siiii,,, siapa kalian??!!". ujar dukun itu sambil menghunuskan pisau ke arah beberapa sosok di depan nya, Sosok Buaya putih besar dan juga Sosok manusia berbulu besar dengan tanduk di kepalanya juga cakar yang panjang di kedua tangan nya.


"Kau mau menyakiti Keturunan ku, Beraninya kau". Buaya putih jelmaan itu pun berubah menjadi wanita tua berbaju kuning ke emasan.


Ya, kali ini Datuk kuning turun langsung kepada orang yang ingin menyakiti Ria dengan di temani Darwin di belakang nya yang sudah berubah menjadi sosok aslinya di belakang nya.


"Jaaa jaaa jadi dia Buyut mu. Hahaha pantas saja aku tidak bisa menyakitinya, namun aku tidak akan semudah itu menyerah". ucap Dukun itu kemudian duduk bersila di Atas meja dan kemudian membaca lagi mantra untuk memanggil peliharaan nya.

__ADS_1


Tiba-tiba banyak sekali makhluk-makhluk berbungkus juga beberapa makhluk yang sudah tidak berbentuk manusia berjalan dan melompat ingin mengeroyok Datuk kuning juga Darwin.


Namun Darwin dengan mudah nya mencabik-cabik anak buah dukun itu hingga habis tak berbentuk.


Lisa juga ibunya yang sudah duduk di pojokan karena benda-benda di ruangan itu terus beterbangan tanpa tahu kenapa pun semakin histeris.


"Aaa,,, ibuuu,, kenapa barang-barang ini beterbangan seperti ini". ujar Lisa ketakutan sambil masuk ke dalam pelukan ibunya.


"Iiiiiii,,, ibu tidak tahu nak". jawab ibu nya tadi juga kebingungan.


"Akan ku habisi kau sekarang sudah berani menyakiti adik ku". ujar Darwin kemudian mengambil tubuh dukun itu dan meremas badannya seperti boneka kecil saja, hingga membuat dukun itu berteriak kesakitan merasakan tulang-tulang di tubuhnya remuk.


"Aaa,,, aaaaa,, sakittttt, ampun nek, Maafkan saya". ujar dukun itu karena sudah tidak bisa melakukan perlawanan lagi.


Lisa yang melihat dukun itu kalah juga kesakitan dengan tubuh yang melayang dan mulut yang sudah mengeluarkan darah segar pun akhirnya membawa ibunya lari keluar dari Rumah itu.


Mereka Lari tunggang langgang karena tidak ingin bila terjadi apa-apa ke dukun itu mereka lah yang di salahkan.


Mereka menaiki mobilnya dengan cepat dan pergi pulang ke rumah nya.


"Kuuuu.. kurang ajar, kalian meninggalkan ku dengan keadaan seperti ini". ucap Dukun itu dalam hati sambil menatap kepergian Lisa dan ibunya.


"Sudah cukup Darwin, lepaskan dia". ujar Datuk kuning kemudian Darwin membanting tubuh itu Kedinding dengan kuat.


Brruuggghh, tubuh itu pun Luruh kelantai dengan bentuk yang menyedihkan. kaki nya patah menghadap ke depan karena tadi Darwin sempat memelintir kedua kakinya dan tangan yang sudah tidak bisa di gerakkan lagi karena sudah lemas akibat Darwin yang meremas nya dengan kencang juga.


"Jangan coba-coba menyakiti Keturunan ku, kalau kau masih sayang dengan nyawamu".ujar Datuk kuning kepada dukun itu.


"Maafkan saya nek, saja janji tidak akan menyakiti keturunan nenek lagi". ujar dukun itu dengan suara yang tersendat-sendat.


"Datuk, kenapa tidak kita habisi saja dia". ujar Darwin merasa belum puas menyiksa manusia di depan nya itu.


"Biar tuhan yang menghukum nya, jika dia pintar maka dia akan memanfaatkan waktu nya untuk bertobat. tapi jika dia masih menjadi manusia jahat biarkan karma yang akan menjemput nya". ujar Datuk kuning.


"Maafkan saya Datuk,saya janji tidak akan menyakiti Cucu Datuk lagi maaf". ujarnya kemudian pingsan sendirian di ruangan itu.

__ADS_1


"Ayo kita kembali". ujar Datuk kuning mengajak Darwin pergi dan Darwin pun mengangguk kemudian mereka menghilang bersama angin.


__ADS_2