
Terlihat Yuni sekarang melotot ke atas dengan leher yang memanjang seperti seorang yang sedang di tarik lehernya.
Datuk kuning sendiri sudah ada di situ, jaga-jaga bila Yuni menyerang kepada Ria atau yang lainnya, beliau duduk di samping Ria sedangkan Rinjani sekarang di rumah bersama Anton.
"Mas maafkan kami yang harus melakukan ini, saya harap mas ikhlas jika membantu kak Yuni melepaskan ajian yang dia pakai". ujar Ria pelan, suami Yuni masih berusaha memeluk istrinya yang masih kejang-kejang dengan nafas yang hampir terputus dan tersengal-sengal.
"Bagaimana cara menolong istri saya, kakek apakah ini semua jalan yang terbaik. apakah tidak bisa mencabut ajiannya tanpa menyakiti istri saya jika memang dia adalah jelmaan wanita kuyang?". ujar suaminya Yuni merasa kasihan melihat istrinya dalam keadaan itu.
"Dengan izin mu, kami harap kamu ikhlas dengan apa yang kami akan lakukan. kami akan menggangu cara yang paling halus untuk mencabut ilmunya". ujar Kakek Darma.
Karena biasanya orang lain akan menggunakan cara yang menyakitkan jika ingin membasmi kuyang, ada yang memasukan pecahan beling ke dalam tubuh Kuyang yang terlepas. ada yang membalikan posisi tubuh nya agar saat kembali tubuh dan kepalanya tidak pada posisi nya, atau memasukan tumbuhan berduri ke dalam tubuh Kuyang itu.
Namun semua itu seperti membunuh secara langsung, dan terkadang terlalu kejam menurut Ria. karena itu dia meminta Datuk kuning saja yang mencabut ajiannya. agar jika pun harus mati mereka tidak merasakan sakit yang teramat sangat.
Memang tidak sembarang orang bisa mencabut ajian ini, hanya orang-orang tertentu seperti Ria lah yang bisa mencabut nya. sebenarnya bukan lah Ria juga yang mengambil nya, ya itu Datuk kuning nya lah yang akan mencabut nya.
"Tolong kek, jika memang ini sudah kemauan istri saya, saya ikhlas kek. tapi jangan siksa istri saya seperti ini". ujar suaminya lagi. terlihat Yuni sudah mencakar lantai dengan kukunya sampai lantai yang terbuat dari kayu itu tergores dan jari-jari tangan nya sudah mengeluarkan darah karena kuatnya dia mencakar lantai.
"Maaf, izinkan saya". ujar Ria maju sambil memegang kepala Yuni, Yuni berteriak kencang malam itu hingga membuat beberapa warna datang.
"Aaaa,,, aaaaaaa,, sakiitttt". ujar Yuni kencang. terlihat beberapa orang sudah datang dan melihat Yuni kesakitan, mereka bertanya apa yang terjadi pada pak ustad, dan pak ustad meminta semua orang membantu doa dan jangan ada yang mengganggu.
Ria memegang kepala Yuni sekarang Datuk kuning lah yang mengambil alih tubuh Ria, ia membaca mantra yang memang bisa untuk mengambil ajian dari Yuni.
"kkkhhekkk,,, khheekkk,, khheeekkkk". Yuni semakin kejang dan sekarang mengeluarkan cairan seperti minyak dari mulutnya.
Dia berusaha lepas dari pelukan suaminya namun beberapa orang tadi yang datang masuk dan membantu memegangi tubuh Yuni yang semakin memberontak.
__ADS_1
Ada beberapa orang yang memegang kakinya namun terpelanting dan tertendang oleh Yun yang entah kenapa menjadi kuat sekali.
Tiba-tiba lampu padam, Semua orang terkejut dan membaca istighfar. mereka sempat hilang fokus namun Ria berhasil kembali menangkap tubuh Yuni yang hampir melayang dan menghempas kan nya ke lantai kembali dan kembali memuntahkan cairan minyak lagi.
Lampu rumah kembali hidup, setelah Ria berhasil menangkap Yuni dan orang-orang memegangi kembali tubuh nya termasuk pak ustad dan kakek Darma.
Ria dengan cepat mengelap cairan itu ke kain putih yang memang sudah dia bawa dari rumah sebelum nya. Tubuh Yuni perlahan tenang, di pelukan suaminya, namun anehnya tangan nya perlahan menjadi mengkerut dan rambut nya tiba-tiba menjadi putih.
Orang-orang yang melihat kejadian itu terkejut dan melepas kan tangan mereka dari tubuh Yuni, apakah menurut kalian ini sudah berakhir.
Belum, Yuni kembali menangkap seseorang dan ingin menggigit nya. sepertinya ajian nya belum sepenuhnya hilang, Ria dengan cepat menghalangi Yuni yang ingin menyerang orang lain. dia menangkap tangan Yuni dan membawanya duduk bersila saling berhadapan.
Ria yang sudah kerasukan itu menatap wajah Yuni yang semakin mengkerut seperti orang yang semakin tua, bukan wajah cantik yang biasanya orang lihat. Ria kembali membaca mantra dan terlihat Yuni berteriak dengan kuat dan tiba-tiba ada awan hitam keluar dari mulut Yuni, kali ini kakek Darma lah yang menangkap Awan hitam itu dan memasukan nya ke dalam sebuah botol kaca.
"Sudah Yun, Sadar, lawan Yun, jangan mau di perbudak oleh makhluk itu. lawan!!!!". ujar Ria pada Yuni dengan lantang.
"Aku di sini membantu mu, lawan ayo". ujar Ria. makhluk yang ada di dalam tubuh Yuni memberontak, makhluk yang sudah menyatu dengan tubuhnya di dalam tidak ingin jika Yuni mengeluarkan nya dan mati.
"Mas,, maafkan saya". ujar Yuni pada suaminya yang sekarang sudah tidak tahu harus apa, apakah dia masih sanggup menatap istrinya yang sudah berubah wujud menjadi wanita tua beruban dan keriput ini.
"Yun, saya ikhlas jika kamu memang ingin pergi. jangan sakit lagi Yun". akhirnya suaminya maju duduk di belakang Yuni dan memegang kedua pundak Yuni yang hampir tumbang karena sudah tidak kuat menopang tubuhnya sendiri.
"Terimakasih mas, maafkan jika Yuni banyak salah. hhhheeeeehhhhh". nafas Yuni tersengal-sengal namun masih berusaha berbicara.
"Kamu tidak pernah melakukan kesalahan sama saya, kamu istri yang baik. jangan merasa berat meninggalkan saya Yun". ujarnya lagi walaupun berderai air mata.
Sukma Ria sekarang sedang berdiri di samping tubuh nya yang di gunakan Datuk kuning sebagai media untuk mengambil ajian Yuni kembali merasakan sakit melihat lagi orang yang akan berpisah dengan pasangan nya.
__ADS_1
"Maasshhh,, Hheeeehhhhzzz, jaga diri". ujar Yuni sekarang bersandar di dada suaminya dengan tangan yang di pegang oleh Ria.
"Jangan sedih terlalu lama, ingat janji mu. heeeehhhhzzzz,,, jangan lupa untuk menjenguk makam ku ya Mas". ujar Yuni masih terengah-engah.
Suaminya mengangguk, dan tidak beberapa lama Yuni menarik nafas panjang dan jatuh tak berdaya, pak ustad langsung mengecek apakah Yuni masih bernafas.
Namun pak ustadz menggeleng kan kepalanya, bertanda jika Yuni sudah pergi.
"Innalilahi wainnailaihi rojiun". ujar semua orang yang ada di situ, tidak beberapa lama datang para ibu-ibu yang mendengar desas desus jika Yuni adalah sosok kuyang dan akhirnya mereka tahu kenapa banyak wanita hamil keguguran dan bayinya meninggal.
Mereka datang dengan amarah karena harus kehilangan anak ataupun cucu nya yang tidak jadi terlahir ke dunia, mereka ingin menghakimi Yuni kalau perlu membakarnya hidup-hidup.
Namun kakek Darma menenangkan masa, kakek Darma menjelaskan jika Yuni sudah tidak bernyawa dan sudah meninggal dunia setelah melepas kan ajian yang ia miliki.
kakek Darma meminta orang-orang yang ada di situ membantu untuk mengurus pemakaman dari Yuni hari itu, kebetulan sekarang hari sudah hampir subuh. karena cukup lama memang mengeluarkan ajian yang di pakai oleh Yuni.
Namun tetap amarah orang-orang seperti nya sudah tidak terbendung, mereka tidak mau membantu memakamkan kan jasad milik Yuni, kakek Darma sebagai tetua di situ faham akan sakit hati dan Amarah mereka pun tidak ingin memaksa.
Kebetulan kakek Darma juga memiliki beberapa murid yang memang di ajarkan ilmu bela diri di kampung itu dan akhirnya kakek Darma meminta para murid nya yang memang kebanyakan laki-laki untuk membantu pemakaman Yuni.
Saat subuh berkumandang, kakek Darma selesai memberikan instruksi pada murid nya untuk melakukan pemakaman, ada yang bertugas menggali kubur yang memang di tanah Kakek Darma sendiri yang sudah di wakafkan untuk pemakaman umum.
Ada yang sudah membuat peti dan lain-lain, Suami Yuni sekarang justru melamun di depan pintu rumah, ia tidak menyangka nasib istri tercinta nya akan seperti ini.
Di mata nya Yuni adalah wanita dan istri yang baik, namun ia sadar sebagai manusia istrinya juga salah karena banyak memakan korban selama hidup nya.
Ria sudah kembali ke tubuh nya sekarang sedang duduk membaca Yasin di depan jasad Yuni yang sudah di tidur kan dan di tutupi kain.
__ADS_1
Ria tidak berani meninggalkan jasad Yuni karena takut terjadi sesuatu yang tidak baik, Ria akan di sini sampai nanti Yuni sudah di makamkan.