
"Mungkin takdir mereka sekarang sekarang di tulis lagi". ujar Rinjani sekarang kembali menatap Ria dan semua orang.
...****************...
Sekarang Rombongan Gunawan sudah naik ke mobil, rencananya mereka akan mencari makan terlebih dahulu sebelum mengantar Lula dan Ria kembali ke asrama.
Lula banyak diam malam ini, tidak seperti biasanya. namun Ria fikir sahabat nya itu sedang mode Jaim dengan Felix, sementara Gunawan sedari tadi terus curi-curi pandang pada Ria yang duduk di belakang bersama Lula kekasih.
Lula Terus memperhatikan gerak-gerik Gunawan tanpa dia sadari, hatinya sakit. rasanya ingin menangis tapi dia tidak ingin melakukan itu karena malu terhadap Felix yang sekarang sedang asik memotret pemandangan kota Surabaya sambil sesekali bertanya pada Gunawan yang duduk di samping nya sambil menyetir.
Gunawan menerangkan semua yang di tanya oleh Felix, Gunawan juga bertanya bagaimana dia bisa fasih bahasa Indonesia walaupun dengan logat baratnya dan ternyata ibu dari Felix adalah orang Indonesia.
Orang tuanya bertemu saat dulu ayahnya sering ikut dengan Kakek nya ke Indonesia untuk mengunjungi makam adiknya yang sekarang ingin dia kunjungi juga. namun ibunya bukan orang Surabaya, dia hanya sedang kuliah di sini waktu itu.
"Jadi kau memiliki darah Indonesia Felix?".tanya Gunawan pada Felix, sementara Ria dan Lula memilih untuk diam saja di kursi belakang.
"Ya, karena itu rambut ku berwarna hitam seperti orang Asia pada umumnya". ujar Felix menjawab sambil sesekali melihat Ria dari spion depan.
"Baiklah kita sudah sampai, lebih baik kita makan dulu sekarang". ujar Gunawan kepada yang lain setelah memarkirkan mobilnya di depan rumah makan, mereka memang masih belum makan malam karena menunggu Felix agar makan sama-sama.
"Ria, kamu asli Surabaya?". Ujar Felix bertanya pada Ria setelah mereka sudah duduk dan memesan makanan juga, hanya tinggal menunggu makanan nya jadi.
"Tidak, saya orang kalimantan. saya di sini untuk kuliah". Jawab Ria pelan, entah kenapa dia merasa suara Felix sama sekali tidak asing di telinga nya. jantung nya berdetak kencang dari tadi saat pertama kali menatap wajah Felix sampai sekarang.
"Oe,, kamu orang Kalimantan, waww amazing". ujar Felix yang juga sedari tadi selalu menatap wajah Ria walaupun secara diam-diam karena Ria lebih banyak menunduk atau melihat Lula di samping nya.
__ADS_1
"Wajah ini,,, pantas saja dia tidak ingin hidup karena kehilangan Cinta nya". ujar Felix dalam hati sambil tersenyum kepada Ria yang kebetulan sedang melihat ke arahnya.
Gunawan sendiri dari tadi selalu melihat Felix dan Ria secara bergantian, masih belum menyadari api cemburu di mata kekasihnya yang sekarang juga memperhatikan Nya.
Makanan sampai, kemudian mereka makan dengan tenang. hingga akhirnya mereka pulang ke Asrama untuk mengantar Lula juga Ria sementara Gunawan juga Felix mencari penginapan dekat situ.
"Besok pagi Mas jemput kalian, kita sama-sama ke kota Mas dan ikut menemani si bule ini mengunjungi makam kakek nya, sekalian kita ke rumah ya. ibu kangen sama kalian, jangan kesiangan bangun nya ya?!". ujar Gunawan mengusap kepala Lula pelan, Gunawan merasa sedikit Aneh juga akhirnya karena sedari tadi kekasih nya hanya diam.
Lula hanya diam namun mengangguk pelan, begitu pun Ria. sementara Felix memperhatikan sekitar sambil terus memotret suasana di sana karena memang suasana malam di sekitar asrama bagus dengan lampu-lampu jalan yang menyala.
"Ayo Felix, kita pergi!". ujar Gunawan membuat Felix sedikit terkejut kemudian mendekati Ria dan berdiri di depannya.
"Aku pamit dulu, sampai jumpa besok pagi Ria". ujar Felix sambil menepuk-nepuk pelan kepala Ria, Ria mendongakkan kepalanya. entah kenapa perasaannya seperti mendapatkan getaran yang aneh, namun Ria tidak mengerti ini apa.
"Jangan bilang kau jatuh Cinta pada Ria saat jumpa pertama".ujar Gunawan setelah mereka sampai di penginapan karena sedari tadi Felix selalu menatap foto Ria di Instagram yang ia dapat dari Gunawan.
"Wajah nya Cantik sekali". ujar Felix kepada Gunawan, Gunawan tertawa pelan sambil melempar bantal pada Felix dan mengenai lengan pria bule tersebut.
"Hufftt, semua pria sama saja itu ternyata benar". ujar Gunawan sambil tertawa pelan, ia ingat saat pertama kali melihat Ria di rumah nya. sama seperti Felix, ia juga terpesona dengan kecantikan Ria. kecantikan Gadis Dayak yang alami tanpa polesan makeup tebal pun sepertinya.
Matanya Tidak besar, namun juga tidak sipit. kulit bersih putih dengan rambut panjang lurus yang indah, membuat Gunawan jatuh hati. Namun sayang cinta nya tidak terbalas, sekarang Gunawan faham. sepertinya Ria memang bukan tercipta untuk nya, tapi untuk orang lain yang mungkin sekarang sedang duduk di depan nya ini.
"Bagaimana bisa ada seseorang yang terlahir dengan wajah itu, wajah yang bisa membuat orang lain tergila-gila". ucap Felix masih memperhatikan foto Ria.
"Ya, tuhan yang lebih tau Felix. coba saja kau dekati dia, tapi sepertinya itu tidak mudah. Ria masih ingin fokus belajar". ujar Gunawan lagi.
__ADS_1
"Aku fikir bisa menunggu nya jika benar nanti dia mau menerima cinta ku". ucap Felix membuat Gunawan kembali tertawa.
"Ha.. ha.. ha.. Jadi benar kau menyukai nya Felix?!". ujar Gunawan sambil tertawa pada Felix, hufffttt semoga dia tidak di tolak juga oleh Ria ujar Gunawan kemudian dalam hatinya.
"Takdir mempertemukan kalian sekali lagi, aku harap sekarang kisah cinta kalian berakhir happy ending". ucap Gunawan dalam hati.
"Lula, kamu kenapa diam saja dari tadi?". Tanya Ria pada sahabat nya itu, karena mereka sudah lama bersama membuat Ria sedikit banyak nya tahu bagaimana perangai sahabatnya itu.
"Tidak apa Ria, aku sepertinya sedang tidak enak badan karena jarang keluar malam". ujar Lula menjawab sambil merebahkan dirinya di kasur, Ria mendekati sahabat nya itu kemudian memegang kening Lula.
"Tidak panas tapi, kau masih bisa ikut besok?". tanya Ria lagi, ia tidak ingin Lula memaksakan keadaan jika tidak bisa.
"Aku tetap akan pergi besok, ada yang harus aku lakukan. aku baik-baik saja, aku akan meminum Vitamin saja agar tidak sakit besok".ujar Lula kemudian duduk dan meminum Vitamin nya.
"Ya sudah, mari kita tidur supaya besok kita tidak kesiangan". ujar Ria kemudian bangkit menuju kasurnya dan merebahkan dirinya untuk tidur juga.
"Selamat malam Lula". ujar Ria pada sahabat nya.
"Selamat malam Ria".ujar Lula menjawab, kemudian ia menghadap ke dinding setelah mendengar nafas Ria yang sudah beraturan menandakan bahwa sahabat nya sudah tidur.
"Aku tetap harus pergi untuk mengakhiri semua ini, sekaligus pamit pada bagian Sari besok Ria".ujar Lula dengan air mata yang sudah mengalir pelan dari kedua matanya.
Felix mengeluarkan sebuah foto yang selalu dia bawa, Rencana nya ia akan mengejutkan Gunawan dengan menunjukkan foto ini nanti. siapa sangka, justru dia lah yang di kejutkan oleh kenyataan yang sekarang ada di depan nya.
"Kakek, boleh kah aku meneruskan kisah Cinta kalian. Bantu aku dan restui aku agar aku bisa membuat kisah Cinta ini berakhir bahagia kek". ujar Felix mengelus foto yang tergambar 4 orang di dalamnya, 3 pria dan 1 wanita cantik di dalam Sana.
__ADS_1