Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
39 Cinta dan bahagia


__ADS_3

"Jika saja di tempat ku tidak pamali untuk menoyor kepada orang, ingin rasanya aku menoyor kepala mu Lula, berapa kali ku bilang. aku dan mas Gunawan hanya teman". Ria kemudian bersiap berangkat juga Lula.


Setelah sampai kampus seperti biasa tujuan Ria dan Lula adalah Kantin, namun saat baru saja di tengah perjalanan Ria terkejut melihat seseorang sedang tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Ria.


Sedangkan Lula yang juga melihat orang itu pun menyikut pelan langan Lia, "Seperti nya ada yang sudah tidak tahan menanggung rindu sampai besok". ujar Lula kemudian.


"Apa sih Lula, Mas Gunawan pasti ada tugas di sini dan sekalian mampir". ujar Ria, ya Gunawan lah yang sekarang ada di situ terlihat sangat tampan dengan celana jeans dan jaket kulit nya.


"Mas Gunawan ada penyelidikan lagi ya di kampus ini?". Lula yang pertama kali mengajukan pertanyaan setelah mereka sudah di depan satu sama lain.


"Enggak di kampus ini sih, tapi di sekitar sini dan Mas di suruh ibu sekalian jemput Ria untuk menginap dulu di rumah katanya ibu kangen". ujar Gunawan menjawab.


"Oee gitu, ya sudah tapi Mas Ria nanti mau ajak Lula juga ke sana boleh kan Mas?". tanya Ria pelan.


"Boleh, nanti kalau kalian sudah pulang dari kampus kabarin mas ya, mas jemput ke asrama baru kita sama ke rumah mas sebelum besok berangkat bersama ibu". ucap Gunawan menjelaskan.


karena Gunawan tau Ria tidak ada janji apapun malam ini, rencana nya dia mau sekalian ngajak Ria jalan-jalan tapi berhubung Lula ikut ya sudah mungkin lain kali saja dia mencoba mengajak Ria jalan-jalan berdua.


Ria dan Lula mengangguk setuju dan akhirnya mereka bertiga makan siang di kantin sebelum akhirnya mereka berpisah untuk melanjutkan tugas masing-masing sampai nanti sore bertemu kembali.

__ADS_1


Setelah selesai mengerjakan tugas di kampus dan mereka akhirnya pun pulang, Ria sudah menghubungi Gunawan saat ia keluar kelas barusan dan Lula juga sudah berada di tangga menunggu Ria yang baru muncul setelah menelfon Gunawan.


"Kamu sudah menghubungi Ooppa Gunawan kan Ria?". tanya Lula sambil asik menggandeng lengan Ria.


"Sudah, mungkin sebentar lagi dia sudah sampai". ucap Ria sambil terus berjalan menuju gerbang kampus.


Tanpa mereka sadari, seseorang sedang melihat mereka dari jauh dengan wajah sedihnya.


"Kau sepertinya sudah melupakan ku dan itu wajar sekali, Dunia kita berbeda. aku tidak akan menghalangi kebahagiaan mu Ria, asalkan ku pastikan kau bahagia aku akan tenang". ujar seseorang yang masih memandangi Ria yang sedang tertawa dengan Lula.


"Kau di sini Philip, kenapa kau tidak menemuinya saja jika rindu?". ujar Rinjani muncul di samping Philip.


"Terimakasih untuk pengertian mu Philip, adikku pasti akan menemukan seseorang yang juga betul-betul mencintai nya dan yang pasti dari dunia nya juga". ujar Rinjani lagi.


Beberapa hari ini memang Philip berusaha menjauh dari Ria karena malam itu di atas gedung Ria dengan gamblang mengatakan kalau mereka hanya teman.


Seperti tercubit hatinya mendengar itu, namun ia sadar ucapan Ria tidak salah dan juga Philip tahu tujuan Ria mengenalkan Rinjani pada dirinya.


pasti Ria fikir Philip mencintai wajah ini, tanpa tahu isi hati Philip yang sebenarnya.

__ADS_1


"Itu mas Gunawan sampai Ria". ujar Lula menunjuk ke sebuah mobil silver yang mendekati mereka.


"Maaf ya, mas kelamaan ya sampai nya''. tanya Gunawan setelah ia memarkirkan mobil nya dan bergegas membuka kan pintu untuk seseorang yang mau duduk di kursi depan.


Lula menarik tubuh Ria dan mendorong tubuh Ria untuk masuk ke kursi depan dan dengan santai ia mengacungkan jempol ke arah Gunawan, kemudian ia pun masuk ke kursi penumpang di belakang sendiri.


Gunawan terkekeh kecil dan segera memutari mobil kemudian menuju ke asrama agar Lula dan Ria bisa mengambil barang-barang apa saja untuk keperluan mereka besok.


"Mas tunggu sebentar di sini ya, Ria dan Lula mau ambil baju sebentar". izin Ria.


Gunawan mengangguk kan kepalanya pelan dan mereka pun bergegas masuk ke dalam agar tidak kelamaan dan malam sampai di sana.


"Ria, Oppa Gunawan seperti baik dan juga bertanggung jawab". ujar Lula di sela-sela kegiatan nya memasukan baju dan juga beberapa barang untuk esok mengikuti acara Pemakaman.


"Benarkah, kau bisa mendekati nya jika kamu mau Lula". jawab Ria santai sambil membereskan barang-barangnya untuk besok juga.


"Ck, dia tidak menyukai ku, tapi mencintai mu". ujar Lula berdecak kesal karena temannya ini menyia-nyiakan seseorang seperti Gunawan yang gagah, tampan, juga sudah memiliki pekerjaan yang bagus.


"Kau tahu dari mana dia mencintai ku, ada-ada saja". Ria terkekeh melihat temannya yang sudah memasang wajah kesal dengan bibir yang sudah seperti kartun bebek.

__ADS_1


__ADS_2