Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
29 Adikku..


__ADS_3

"Bukan buk, Gunawan ke sini bawa temen nya. dia mau nengokin ibu sekalian ada yang mau kami bicarakan, tapi sebelum itu kita Maghriban dulu ya Gun.


sekalian nanti habis magrib kita makan baru kita bicarakan maksud kedatangan nak Gunawan ke sini". ujar Bu Lastri baru saja muncul setelah di panggil oleh suaminya.


setelah selesai makan malam, Gunawan dan Ria mengajak ibu Lastri dan suaminya berbicara secara pribadi hanya mereka ber empat.


Beruntung di rumah ini tersedia pendopo kecil di samping rumah, jadilah sekarang mereka berbicara di situ.


"Jadi Gun, ada apa ibu mu menyuruh mu ke sini Le?". tanya Bu Lastri.


"Em ibu saya harap jangan terkejut dengan semua yang saya ingin cerita kan ya Bu, mungkin kedatangan saya ke sini tidak membawa berita baik". ujar Gunawan membuka pembicaraan.


"Dan sebaik nya biar Ria saya yang menceritakan semuanya". kemudian Ria mulai lah bercerita tentang Astri Adik dari Bu Lastri, seperti ia menjelaskan ke pada Bu sari dan Gunawan.


Bu Lastri yang mendengar kabar tentang adiknya sempat terkejut dan tidak percaya dengan semua cerita Ria, namun Gunawan meyakinkan kalau yang Ria cerita kan bisa saja benar.


karena Ria juga bisa melihat roh dari kakek nya di rumah tadi pagi.


"Jadi adik ku tidak Kabur dari rumah nduk,ya Allah adik ku yang malang. harusnya kami tidak langsung percaya dengan surat yang di berikan oleh pak Gading waktu itu". ujar buk Lastri.

__ADS_1


Karena dulu mereka menerima surat yang di percaya dari Astri yang di titip kan ke dosen nya ya itu pak Gading.


"Tolong Gun, bantu ibu bagaimana caranya kita bisa mengungkapkan semua ini Gun, adek ku jadi gak bisa tenang Gun. kasian adek ku". ucap Bu Lastri kini sudah menangis bahkan hampir pingsan jika saja suami nya tidak menenangkan dan meminta ibu Lastri untuk ikhlas dan kuat demi orang tua nya.


"Bapak sama ibu udah nungguin Astri pulang lama sekali pak, mereka masih berharap Astri pulang bawa suami Ama anaknya kalau benar dia dulu lari dari rumah, apa kata mereka jika tau anak yang mereka tunggu justru pulang hanya tinggal Raganya saja pak". Bu Lastri terisak di pelukan suaminya.


"Adek ku.." ujarnya masih memanggil-manggil Astri yang sebenarnya dari tadi sudah ada di samping nya.


"Mbak, saya ikhlas mbak. ini memang takdir ku, tapi tolong jasadku nanti di kebumikan mbak.


aku gak rela jasadku di jadikan pajangan oleh Gading yang jahat itu mbak hiiikkkzzz hikkzzz". ujarnya Astri kini menangis terisak-isak dengan wajah pucat dan penuh luka nya.


"Sabar lah Astri, sebentar lagi Ria akan menemukan jasadmu agar kamu bisa di kebumikan dengan layak".


Philip berusaha menenangkan Astri, kemudian Astri mengangguk dan berjalan ke dalam rumah dengan kaki yang di seret, mungkin dia ingin menemui orang tuanya yang berada di dalam kamar mereka.


"Besok bisa kah mbak ikut saya ke kota dan membuka Kembali kasus pencarian adik mbak Astri agar saya bisa mendapatkan surat penggeledahan". ujar Gunawan.


"iya Gun, besok ibuk ikut kalian ke kota". ucapnya pada Gunawan.

__ADS_1


"Mas, aku titip ibu sama bapak ya. tolong jaga mereka selama saya ke kota. mungkin saya akan beberapa hari ada di sana. semoga secepatnya saya bisa membawa jasad adikku kembali untuk di kubur kan mas". pesannya lagi pada suami nya.


"Kamu gak usah khawatir, mas akan jaga ibu sama bapak. walaupun nanti mungkin Astri pulang tidak sesuai dengan harapan bapak dan ibu, tapi setidaknya kita tahu kepastian keberadaan adik mu.


dan semoga penjahat yang melakukan ini semua mendapat kan balasan dan hukuman yang setimpal". ujar suami buk Lastri.


"Sekarang sudah malam, nak Ria kamu menginap lah di sini, kamar putri saya kebetulan kosong.


dia sedang bertugas di luar kota dan Gunawan bisa tidur di kamar anak ibuk yang laki-laki.


dia juga seorang abdi negara sama seperti kamu, tapi dia seorang tentara yang sekarang sedang di kirim ke perbatasan". ujar Bu Lastri menjelaskan.


"Maaf Bu, kami merepotkan". ujar Ria.


"Jangan bicara seperti itu nduk, kamu banyak membantu kami. semoga kelebihan yang kamu punya, juga bisa menolong orang lain". Bu Astri kemudian menyuruh semua masuk untuk istirahat.


"Besok pagi jam 5 subuh, mungkin kita akan berangkat tidak apa kan buk,supaya tidak terlalu siang sampai di sana". ujar Gunawan dan dengan lembut ibu Astri mengangguk.


semua orang pun kemudian masuk ke kamar yang sudah di beritahu kan, Gunawan dan Ria di pinjaman baju dari anak-anaknya masing-masing malam ini.

__ADS_1


__ADS_2