
Ria memelototi mata nya menghadap ke Philip supaya ia berhenti mengajak Ria bicara, Ria mengerti kenapa ketakutan. bagaimana pun yang orang awam tahu, Roh-roh itu kebanyakan memiliki rupa yang menyeramkan.
Sesudah makan siang, dan Gunawan sudah tau di mana alamat dari orang tua Bu Astri mereka pun menuju ke lokasi dengan menggunakan mobil milik Gunawan.
Astri seperti biasa sudah berada di atas mobil, sementara Philip entah kemana. dia bisa tiba-tiba muncul sesuka hati nya.
"Mas, saya bingung. bagaimana nanti cara menyampaikan ke Mbah Gundala tentang semua ini.
mengingat beliau sudah sepuh dan apa beliau bisa percaya omongan saya ya mas, mas saja tadi sempat ragu". ucap Ria sambil beremas tangan nya satu sama lain.
"Sebaik nya kita bicarakan dengan kakak nya Bu Astri terlebih dahulu, mungkin dengan persetujuan dari beliau saja sudah cukup untuk membuka kembali kasus menghilang adik nya Bu Lastri". Gunawan memberikan ide.
Ria masih diam melihat ke arah jalan. ia bingung, dan juga takut sebenarnya, ini baru pertama kali ia pergi jauh dan berniat menolong orang lain dengan kelebihan nya.
Ia takut kalau-kalau nanti keluarga Bu Astri tidak bisa mengerti semuanya.
"Jangan khawatir, nanti biar Mas saja yang bantu jelasin". Gunawan berbicara seakan tahu kegundahan hati Ria.
"Makasih mas". ujar Ria.
"Kamu tadi ke rumah saat subuh kan dari kampus, sekarang lebih baik kamu tidur dulu. perjalanan masih lama". Gunawan tau Ria mengantuk karena dari tadi terus menguap.
__ADS_1
"Gak apa-apa mas, saya bisa tahan, nanti kalau saya tidur mas gak ada yang temenin". Ria berbicara malu-malu.
"Gak apa perjalanan masih lama, nanti mas bangunin kalau sudah mau sampai". ujar Gunawan sambil tersenyum ke arah Ria.
"Baiklah mas, saya tidur sebentar". ujar Ria yang memang sudah sangat mengantuk sebenarnya.
Gunawan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia sudah biasa dengan perjalanan jauh seperti ini. karena kadang memang ia di Tugas kan untuk keluar kota atau jauh dari daerah nya.
sudah 2 jam perjalanan, Gunawan mampir sebentar dan mengisi bensin miliknya.
Ria terbangun saat mendengar suara pintu yang di buka, terlihat Gunawan sudah kembali dari suatu tempat dengan membawa bungkusan belanjaan cemilan dan juga minuman.
Gunawan yang melihat Ria bangun pun tersenyum."Mas ngagetin ya, maaf ya". ujar Gunawan yang berfikir Ria terbangun karena suara pintu mobilnya yang baru saja ia tutup.
"Nggak. masih perlu waktu 3 jam baru kita bisa sampai di posisi,semoga sebelum magrib kita sudah sampai ya dek". ucap Gunawan sambil memberi kan Ria air minuman dan Snack yang tadi ia beli.
"Sejak kapan kamu suka membantu makhluk-makhluk seperti ini Dek". tanya Gunawan sambil kembali melajukan mobil nya.
"Ini baru pertama kali Mas". Jawab Ria jujur. Gunawan mengangguk.
"Bagaimana rasanya kamu bisa melihat mereka. maksud saya, eee kamu apakah baik-baik saja saat mereka terlihat oleh mu?". Gunawan kembali bertanya.
__ADS_1
"Kata mama memang dari kecil saya sudah bisa melihat mereka semua, tapi saat umur 5 tahun mata batin saya sempat di tutup karena keluarga takut saya akan di ikuti kemana-mana karena bisa melihat mereka". Ria menjelaskan.
"Lalu jika sudah di tutup kenapa kamu bisa melihat mereka lagi". Gunawan masih penasaran dengan mata batin Ria.
"Emn Datuk bilang memang akan ada masanya mata batin saya akan terbuka sendiri dan itu tidak bisa di hindari, beberapa bulan lalu mata batin saya pun terbuka. jadi Datuk saya menjelaskan kepada saya, mau tidak mau, suka tidak suka. saya harus menerima kenyataan.
kalau memang kita hidup berdampingan dengan mereka. mereka juga punya tempat di dunia ini". lanjut Ria.
"Wahhh Datuk, ber arti beliau sudah tua ya. panjang umur beliau masih hidup, semoga selalu sehat". ujar Gunawan mendoakan.
"Pffuuutttt, dia mendoakan Datuk mu panjang umur dan sehat Ria, hahahaha". Philip tertawa di kursi belakang. sudah ria duga. ia akan muncul sesuka hatinya.
Ria menoleh kebelakang dan memelototi Philip yang mengejek Gunawan. walaupun ia tidak tahu kalau dirinya menjadi bahan tertawaan.
"Datuk saya, bukan dari dunia kita mas. mereka adalah sesepuh yang memang sudah ratusan tahun hidup di alamnya untuk menjaga kami,
Mungkin mas juga sering dengan mitos nya orang-orang dari tempat saya berasal memang sudah sering terdengar makhluk-makhluk jelmaan buaya ataupun binatang lainnya". Ria menjelaskan kembali Siapa Datuk nya.
"Saya fikir itu hanya mitos yang di buat Dek, karena mereka ingin melindungi wilayah mereka dari orang yang ingin berniat jahat.
mengingat rumah-rumah di tempat mu berasal memang ada di pesisir sungai, akan lebih aman jika mitos ini di gunakan bukan". Gunawan dengan masih fokus menyetir berbicara.
__ADS_1
"Datuk buaya putih kami, memang sudah ada turun temurun. sebagian orang awam memang tidak pernah percaya jika mereka ada, tapi memang kita hidup bersama di dunia ini Mas". Ria juga dengan sabar menjelaskan pada Gunawan.