Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
68 BATU CINCIN.


__ADS_3

"Kau akan menyesal karena sudah berurusan dengan kami lagi". ujar Rinjani yang sekarang sedang memegang Sukma Ria yang sekarang sudah tumbang ke lantai karena merasakan sakit dari luka-luka di tubuhnya.


Di istana Datuk kuning sekarang sedang mengumpulkan pasukan dan Datuk Sarani sekarang sedang memanggil Datuk Kurnia untuk ikut membantu, mereka melakukan ritual di istana untuk mencari tahu apa penyebab tubuh Ria bisa di ambil alih oleh makhluk jelmaan ular bersayap kan kelelawar itu.


Datuk Kurnia datang dengan Datuk hitam istrinya, mendengar keturunan nya di buat seperti itu membuat dirinya murka dan dia berjanji akan semua tenaga melawan makhluk yang sekarang bersarang di tubuh Ria.


Gunawan di tempat lain tiba-tiba saja melihat Mbah Gumilang lagi, beliau datang saat Gunawan baru saja bangun dari tidur di siang harinya, karena tadi malam ia bagian piket malam.


"Bagaimana kabarmu Gunawan". tanya Mbah Gumilang pada cucu nya itu.


"Saya baik, ada apa Mbah datang ke sini. tumben sekali, apa ada masalah Mbah?". tanya Gunawan lagi, ia tahu jika tidak ada apa-apa tapi Mbah gumilang muncul maka sedang terjadi sesuatu.


"Rianti, dan Lula sedang dalam masalah, tubuh Ria sekarang sudah di kuasai makhluk yang kemarin kalian lawan di rumah Santoso". jelas Mbah Gumilang langsung ke intinya.


"Bagaimana bisa, kemarin kami baik-baik saja". Gunawan bertanya dengan bingung sekaligus panik.


"Tadi malam, tubuhnya di kuasai. pergilah ke sana, dan cari tahu bagaimana caranya untuk menolong Ria". ujar Mbah Gumilang lagi.


Gunawan pun akhirnya mengangguk dan bersiap-siap untuk ke asrama di mana Ria dan Lula tinggal setelah pamit dengan Bu sari dan Gunawan juga menitip kan ke Mbah Gumilang untuk menjaga ibunya.


Gunawan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi namun masih aman di ikuti Singanya yang sekarang sedang berlari mengejar mobil nya, "Kenapa bisa Ria seperti ini". ia pun mengambil telefon untuk mencoba menghubungi Lula, namun tidak ada jawaban sama sekali.


Gunawan yang kesal beberapa kali memukul setir mobilnya beberapa kali, perasaan nya benar-benar takut jika ria sampai kenapa-napa.


"Jadi apakah kamu sudah tahu bagaimana bisa Makhluk itu masuk ke tubuh Ria". sekarang Datuk hitam benar-benar murka, mungkin sekali lagi dia akan turun tangan untuk menyelamatkan cucu Ria nya lagi seperti dulu.

__ADS_1


"Kemarin saat tangan nya terluka, Ria tidak tahu dan membuang tisu bekas dia menutupi darah nya sembarangan dan di sana lah makhluk itu bisa dengan mudah mengambil alih tubuh Ria yang sudah tidak ada penjaga karena gelang yang Kita gunakan untuk menjaga nya putus".belas Datuk kuning kepada semua tetua yang ada di sana.


"Di tambah makhluk itu sudah mendapatkan janin laki-laki yang ia gunakan untuk menyempurnakan ajian yang ia miliki, jadilah kami tidak bisa menyelamatkan Ria sendirian. aku ingin kalian membantu kami betul-betul memusnahkan mereka sampai ke akar-akarnya agar tidak ada lagi hal bahaya yang mengincar keturunan kita". jelas Datuk Sarani pada Datuk Kurnia.


"Langkah apa yang harus kita ambil sekarang?". tanya Datuk Kurnia lagi.


"Kita harus meminta seseorang untuk mendapatkan batu Hijau yang membuat Makhluk itu bisa kita habisi, dia menyimpan semua energi nya di batu itu". jelas Datuk Sarani.


"Jika kita menarik makhluk itu begitu saja maka tidak akan berhasil dan Ria lah yang akan menanggung kesakitan saat kita menyerang tubuh itu". kali ini Datuk kuning yang menjelaskan.


Semuanya berfikir bagaimana caranya agar Seseorang bisa mendapatkan CINCIN HIJAU yang sudah menemukan inang untuk dirinya menempel.


"Aku akan meminta Gunawan yang mengambil cincin itu". ujar datuk kuning lagi memberikan jalan keluar.


"Kau cantik, tapi sayang Bodoh, tunggu lah nanti malam aku akan mengambil tubuh ini juga hahahhahah". ujar Ria tertawa mengerikan dan menghempas kan wajah luka ke samping hingga kening nya berdarah karena terkena sudut meja.


Gunawan sudah hampir sampai di asrama namun ia menghentikan mobil nya saat melihat Datuk Sarani dan Datuk kuning di pinggir jalan sambil melambaikan tangan nya.


Gunawan turun dan menemui Datuk Sarani dan istrinya, setelah memberi salam Gunawan langsung bertanya tentang Ria, dan Datuk Sarani pun menjelaskan semuanya.


Beliau juga meminta Gunawan untuk mengambil cincin yang kemarin Frans pakai, mereka menjelaskan BATU CINCIN itu berasal dari rumah pak Santoso yang di curi dan sekarang mungkin Frans juga Unge sudah kehilangan bayinya.


Gunawan pun kembali di buat terkejut, karena ia sudah melarang temannya untuk mengambil benda Apapun di TKP rumah pak Santoso. namun Frans sama sekali tidak mendengar kan hingga membuat anak nya sudah menjadi korban.


"Saya akan langsung menemui teman saya dan meminta cincin itu datuk, semoga Ria di sana masih bisa bertahan". Ujar Gunawan kemudian bergegas memajukan mobilnya kembali namun sekarang tujuan nya adalah rumah Frans dan Unge sahabat nya.

__ADS_1


"Bod*h, sudah ku katakan untuk tidak mengambil apapun". ujar Gunawan kembali memukul setir miliknya.


Ria dan Rinjani sekarang sedang memperhatikan makhluk yang mengambil tubuh Ria di depannya, Ria sudah sangat lemah karena darah di tangan nya terus mengalir sama seperti darah yang mengalir di Raganya yang memang tidak di balut apapun sekarang.


Bahkan sesekali makhluk itu menjilat luka itu dengan sengaja seolah-olah ingin membuat Ria marah, ia tersenyum menyeramkan menatap Ria dan Rinjani yang saling duduk merangkul satu sama lain.


Makhluk itu tidak bisa melakukan apa pun jika siang hari, maka ia hanya berputar-putar di kamar sambil menunggu waktu malam tiba.


Sesekali dia menempel kan tubuhnya di dinding dengan posisi terbaik dengan kaki di atas sambil tertawa-tawa membuat Lula bergetar ketakutan.


Rambut panjang Ria sudah berantakan,dan wajah nya sangat mengerikan karena darah di mulut nya sudah hampir mengering. namun di kamar itu juga tidak kalah mengerikan, darah Ria berceceran ke mana-mana dari luka yang terbuka di lengan nya.


"Bertahan Ria, sebentar lagi. para Datuk pasti akan datang menyelamatkan kita". ujar Rinjani pada Ria yang sudah bersandar lemah, Ria menganggukkan kepalanya pelan.


"Hahaha, Cobalah kalian ambil tubuh ini. jika kalian menyakiti aku yang sudah menyatu dengan tubuh ini,maka Ria lah yang akan menanggung kesakitan itu dan bukan akuuu". ujar makhluk itu tertawa-tawa masih dengan posisi menggantung terbalik.


"Kalian manusia serakah, sok suci, kami hanya memberi apa yang kalian mau dengan syarat. Jadi jangan coba-coba menghalangi kami dalam berbuat hal apapun untuk terus menyesatkan kalian yang meminta bantuan pada kami". jelasnya berteriak dengan nada marah.


"Yang kalian lakukan adalah kesalahan, kami yakin kebenaran akan menang, bagaimana pun jalan nya. walaupun sakit dan berliku aku tau kalian tidak akan pernah bisa menang". ujar Rinjani.


"Kami adalah iblis yang memang di perintahkan untuk menyesatkan kalian wahai manusia".ujar Ria kemudian melompat turun berdiri di depan Sukma Ria dan Rinjani.


Ia marah mendengar ucapan Rinjani dan sekarang ia akan bersiap menyiksa mereka berdua dengan cambuk yang tiba-tiba sudah ada di tangan nya.


"Kau akan ku buat mainan ku,aku senang mendengar suara jeritan manusia yang aku siksa.kemarin kalian yang melepaskan semua mainan ku, jadi sekarang kalian lah yang akan menggantikan mereka". ucap makhluk yang sekarang merasuki Ria mengayunkan cambuk itu ke tubuh Ria dan Rinjani.

__ADS_1


__ADS_2