Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
110. Pesan Sebelum Pergi.


__ADS_3

"Ccuuuiiihhh, aku tidak akan pernah mau mengikuti ucapan mu". ujar Nyai meludah dan kembali maju melawan Ria yang dengan sigap menahan serangan dan kembali membalasnya.


Para pasukan panglima yang di bawa oleh Datuk juga semakin banyak memusnahkan anak buah dari Nyai laut biru, dan perlahan tapi pasti Ria bisa menguasai pertarungan dengan Nyai.


Ria berhasil melukai tubuh Nyai dengan Mandau yang ia miliki, Mandau biasanya memiliki mata pisau yang terbalik. karena Mandau hanya di gunakan untuk membela diri biasanya atau hanya menangkis senjata yang akan melukai pemiliknya jika hanya perkelahian biasa, namun Ria menggunakan mata Mandau yang tajam untuk bertarung kali ini. menandai jika Ria memang sudah tidak ingin mengalah atau memberi kesempatan kedua kali ini, Ria tau jika Cinta bukanlah satu-satunya anak yang sudah menjadi korban oleh Nyai laut biru.


Nyai laut biru selalu bisa mengelabui pemujanya dan akhirnya sampai terlena dengan kemewahan yang ia berikan sampai bisa dengan tega menumbalkan anak-anak tak bersalah.


"Cukup sampai sini saja cerita hidup mu Nyai, tidak akan ada lagi korban yang lain yang akan kau ambil hidupnya". ujar Ria kemudian melemparkan Mandau itu hingga terbang dan menembus dada nyai tepat di jantung nya.


"Uuuhhhuuukkkkhhh". ujar Nyai batuk darah setelah Ria berhasil membuat jantung nya tertembus Mandau itu.


"Akkkk kkkuu tidak akkkaan Mati sseemmudaahhh ini". ujarnya dengan suara yang terputus, dan Datuk tau jika hanya menikam jantung milik Nyai tidak akan bisa memusnahkan nya.


Saat Nyai ingin pergi untuk menyelamatkan dirinya yang sekarat Datuk dengan sigapnya juga mengeluarkan Mandau miliknya dan menebas kepala milik Nyai hingga terputus.


Dari leher nyai keluarlah darah merah bercampur dengan darah hitam khas siluman, Datuk memegang kepala Nyai yang masih membuka mata dan mulutnya dan menendang tubuh Nyai hingga roboh ke tanah.


"Makan lah kalian". ujar Datuk memerintahkan beberapa Buaya jelmaan untuk memakan tubuh Nyai yang sudah tidak berkepala tersebut dan akhirnya tubuh itu di cabik-cabik hingga habis.


Anak buah Nyai pun sekarang sudah lari kembali ke laut dan tidak ada lagi yang tertinggal, juga yang sudah kalah mereka akan musnah menjadi abu dan menghilang bersama angin.


Ria menarik nafas panjang, akhirnya semuanya berakhir. Datuk kuning yang masih menenteng kepala Nyai, ia tahu ini mungkin terlihat kejam. namun ini adalah agar Nyai tidak lagi bisa menyakiti orang lagi.

__ADS_1


"Datuk akan pulang Ria, membawa kepala ini dan menyimpan nya. kau juga kembali lah lagi ke dalam, raga mu sudah hampir dingin, tidak baik kosong terlalu lama". ujar Datuk, karena memang sebenarnya yang tadi keluar hanyalah Sukma Ria saja sedangkan tubuhnya ada di kamar bersama Lula yang Ria pinta untuk menjaga nya di kamarnya.


"Baik Datuk, saya kembali sekarang". dan setelah memberi salam Ria akhirnya kembali ke raganya dan tersadar kembali, sedangkan pasukan para panglima masih di pinta untuk sebagian berjaga di luar rumah.


Namun saat Ria membuka matanya ia tidak menemukan Lula di samping nya, tapi justru Felix lah yang duduk di dekat kasur nya tertidur tadi.


"Alhamdulillah, kamu sadar Ria. aku khawatir sekali". ujar Felix sambil memegang tangan Ria dengan kedua tangannya.


Ria menatap Felix yang terlihat sangat khawatir, ada rasa bahagia di dalam hatinya. namun juga ketakutan jika Felix tidak bisa menerima kelebihan nya ini, dan akhirnya memilih untuk pergi darinya karena takut.


Ria bangun dari tidur nya dan bersiap turun dari kasur, dengan tangan yang masih di pegang oleh Felix karena memang masih di genggam kuat oleh laki-laki itu. Ria tersenyum sambil menatap Felix dan akhirnya membalas genggaman tangan Felix sambil berusaha menenangkan pria yang masih tidak tenang di depan nya ini.


"Tenang lah Felix, aku tidak kenapa-kenapa. ayo kita keluar, tidak baik kita berduaan di sini". ujar Ria walaupun pintu kamar itu terbuka seneng.


"Felix, boleh minta tolong lepaskan tanganku. aku tidak akan kemana-mana lagi. semuanya sudah selesai". ujar Ria hingga akhirnya Felix tersadar jika Dari tadi ia masih menggenggam tangan Ria.


"Maafkan aku lagi". ujar nya gugup, sambil garuk-garuk kepala dan tersenyum sedikit. Ria mengangguk dan membalas senyuman Felix, dan akhirnya mereka keluar dari kamar menuju ke ruangan tengah di mana semua orang berkumpul.


Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, pasti mereka sudah mengantuk. namun masih belum ada yang berani masuk kamar karena Ria belum sadar dari tidur nya tadi, dan saat melihat Ria keluar dari kamar semua orang yang berada di luar menarik nafas lega.


"Bagaimana??!!". tanya Gunawan yang memang di tugas kan untuk menjaga Cinta di dalam dan akhirnya semuanya selesai.


"Mereka sudah musnah, semoga tidak ada lagi manusia yang tersesat demi kesenangan sementara harus mengorbankan orang lain seperti ini lagi". ujar Ria dan di Amini oleh semua orang.

__ADS_1


Ayah Cinta dari tadi Hanya fokus menatap putri nya yang masih terlelap tidur sambil memeluk boneka pemberian almarhum istrinya dulu, membuat nya semakin teriris hatinya namun tidak berani menangis. ia sadar sedikit banyak nya, ini semua karena salahnya yang tidak setia dan jauh dari sang pencipta.


Ratmi yang sedari tadi memang selalu ada di dekat Cinta dan suaminya juga sekarang sudah menangis, ia mengenal suaminya dengan baik. ia tahu jika suaminya pasti sangat terluka namun tidak berani mengungkapkan semuanya.


"Kakak, ingin bicara dengan suami kakak dahulu sebelum menuju cahaya kah??". tanya Ria sambil menatap ke arah samping ayah Cinta yang terlihat tidak ada apa-apa membuat orang bingung kecuali Gunawan, ia tahu jika di situ ada Ratmi yang masih di sini menjaga putri nya.


"Apakah Bisa??!". tanya Ratmi sekarang semakin terisak, ia akan sangat bahagia jika bisa berbicara dengan suaminya dan memberikan pesan terakhir.


Rinjani yang sudah ada di sana juga sempat bingung dengan pertanyaan Ria, namun Ria menjelaskan Dengan suara batinnya jika ia ingin meminjam tubuhnya sebentar dan membiarkan Ratmi memasuki nya agar bisa berbicara pesan terakhir pada suaminya.


"Bisa kak. sebentar". ujar Ria kemudian menutup matanya dan terlihat Sukma nya kembali keluar dan mempersilahkan Ratmi untuk masuk sebentar saja. hingga akhirnya Ratmi memasuki tubuh Ria, namun Ria berpesan agar tidak bersentuhan dengan suaminya karena bagaimana pun ia adalah orang lain.


"Mas, ini saya Ratmi. hikkzzz.... hikzzz". Ratmi yang sudah berada di tubuh Ria pun menangis sambil menjelaskan siapa yang ada di dalam tubuh Ria kali ini.


"Mas, titip anak kita Cinta ya Mas. jaga putri kita dengan baik, kamu juga jaga kesehatan. dekat kan lagi dirimu dengan sang pencipta ya Mas, putri kita perlu contoh yang baik". ujar Ria sambil terisak dan suaminya juga sekarang tidak kalah terisak nya.


Ratmi yang sudah ada di tubuh Ria duduk bersimpuh di dekat Cinta ya masih tertidur lelap, tangan nya mengelus perlahan rambut putrinya yang cantik itu.


"Cinta sayang, maafkan mama yang tidak bisa ada di dekat kamu lagi, mama akan memperhatikan kamu dari atas sana sayang. tumbuh lah menjadi pribadi yang baik dan sopan juga taat pada Tuhan ya nak. jangan seperti ibu yang jauh dengan sang pencipta, hingga dengan mudahnya orang mengirim ilmu hitam pada ibu nak". ujar Ratmi menangis tertahan, dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


"Ratmi maafkan saya, sebagai suami dan sebagai imam saya tidak bisa membuat mu menjadi pribadi yang lebih baik.maafkan suamimu yang tidak berguna ini". ujar Ayah cinta kemudian bersimpuh di hadapan Ria dengan berlinang air mata.


"Mas, kita sama-sama salah, dan sekarang mungkin memang takdir kita begini. Ratmi pergi duluan ya mas, mas jika bisa Ratmi meminta satu hal, boleh kah menikah lagi nanti, jika Cinta sudah bisa mengurus dirinya sendiri agar kejadian ini tidak terulang lagi mas. aku tidak ingin cinta mendapatkan siksaan lagi nanti nya seperti kemarin". ujar Ratmi sambil terus menagis dan sekarang Lula juga ibu Sari juga ikutan menangis.

__ADS_1


Felix terus memperhatikan semuanya dengan seksama, ia berfikir pasti tidak mudah menjadi Ria dan apakah dia sanggup untuk ada di sisinya nanti?!,


__ADS_2