Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
75. Bukan Hanya Aku.


__ADS_3

Ya semoga saja benar, tap jika salah. aku rasa aku cukup cantik untuk mendapatkan yang lebih baik dari dia. kau tau, kemarin Kakak senior kita yang tampan itu meminta nomer hp ku, Hahahaha". Lula tetap lah Lula, ujar Ria menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya ini.


Lula sebelum tidur yang memang sempat menceritakan kasus dari Tatik meminta saran dari Gunawan bagaimana baiknya. karena tidak mungkin mereka langsung saja ke tempat Tatik di kuburkan, mungkin saja nanti justru mereka lah yang bisa jadi di kira tersangka karena penemuan mayat korban pembunuhan.


"Bagaimana Ria apakah kita jadi untuk menemui Bu Darminah jika seperti ini?". Tanya Lula sekarang bingung.


Dan Tatik yang sekarang sudah ada di kamar itu mendengar semua penuturan dari Gunawan menjadi sedih, dia Bingung harus apa sekarang. apakah memang ia harus membuka kasus nya, bagaimana jika nanti ibunya tahu tentang pekerjaan nya di kota.


"Tatik, bagaimana pun orang-orang yang sudah membuat mu seperti ini harus bertanggung jawab. aku tahu ibumu pasti kecewa jika mengetahui pekerjaan mu, tapi itu jauh lebih baik daripada dia tidak mendapatkan kabar mu sama sekali. aku bisa membantu mu menyampaikan permintaan maaf nanti dan menjelaskan kenapa kamu bisa terjerumus ke dalam pekerjaan itu". ujar Ria kepada Tatik.


"Dan jika kita tidak bisa menemukan mayat mu, kemungkinan besar kami tidak bisa memberi tahu uang yang memang ingin kau berikan pada ibumu untuk biaya operasi adikmu". lanjut Ria lagi.


Lula hanya diam, ia tidak ingin mengatakan apapun. selain dia tidak bisa melihat Tatik, lula fikir apa yang di katakan oleh ria ada benarnya.


Tatik mendengar penjelasan Ria pun pamit ingin pergi ke suatu tempat, Tatik bilang jika memang harus seperti itu untuk bisa menemukan mayatnya maka Tatik ikhlas ibunya kecewa padanya.


"Kau akan pergi kemana, aku harap kau tidak menyakiti orang-orang yang sudah berbuat ini padamu. biarkan nanti aparat yang memberikan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku. berjanji lah padaku, jangan pernah menyakiti siapapun". Ria memberikan pesan pada Tatik, sekarang Ria sudah bisa melihat aura pada makhluk-makhluk ghaib sehingga ia bisa tahu makhluk yang ada di sekitar nya baik atau jahat.


Sekarang aura Tatik yang awalnya hanya bercahaya kuning berubah menjadi sedikit merah bertanda kalau dia sudah sedikit berubah menjadi roh pendendam.

__ADS_1


"Aku hanya ingin sedikit menakutinya, aku berjanji tidak akan menyakiti siapapun Ria. ibu ku tidak pernah mengajarkan ku untuk menyakiti orang lain". ujar Tatik kemudian menghilang dari kamar itu.


Di suatu kamar apartemen sekarang sudah ada seorang wanita yang sedang bersantai di ruang tamu sedang meminum alkohol seorang diri, tubuhnya gemetaran. Dia sudah terlalu banyak minum namun entah kenapa dia masih tidak bisa melupakan kejadian yang dia ingin lupakan.


"Aku bukan pembun*h, tidak, aku hanya meminta mereka memberikan pelajaran padanya. bukan meminta untuk melenyapkan nya". ujar wanita tadi.


Tiba-tiba saat ia berbalik ia berteriak karena melihat sosok wanita dengan wajah yang mengerikan, juga sudah buruk rupa duduk di sebelah nya.


"Aaaaaa,, tidak, jangan ganggu aku, pergi.. pergi dari sini, jangan ganggu aku". wanita tadi menjerit dan melemparkan botol minuman yang ia minum tadi ke arah sosok wanita dengan wajah mengerikan dan buruk rupa tadi namun botol itu menembus badannya dan jatuh ke lantai hingga berserakan kemana-mana.


"Dewi, bukan kah kita teman. kenapa kamu tega melakukan itu padaku, kau yang membawa ku ke dukun itu untuk memasang susuk agar aku bisa banyak mendapatkan pelanggan bukan, dan setelah aku mendapatkan banyak pelanggan kenapa kau cemburu hingga tega melakukan ini padaku?!". Ternyata Tatik lah yang muncul di sebelah wanita tadi yang bernama Dewi.


"Aaammpun Tatik, aku tidak pernah meminta mereka untuk menghabisi mu, aku hanya ingin mereka sedikit memberikan pelajaran untuk mu". ujar Dewi yang memang sudah di pengaruhi alkohol hingga ia tidak bisa berbohong dengan ucapannya sambil bersujud pada Tatik.


"Maafkan aku Tatik, aku cemburu padamu. maafkan aku, Aku tidak sengaja. aku mohon maafkan aku". ujar Dewi sudah menangkupkan kedua tangan nya dan terus bersujud berulang-ulang hingga membentur kan kepalanya ke lantai berkali-kali.


"Aku tidak ingin menyakiti mu, sekarang aku hanya ingin agar mayatku bisa di temukan Dewi. aku ingin di kuburkan, bisa kah kau lakukan itu padaku?". ujar Tatik merasa kasihan pada teman nya yang sudah menyakiti dirinya sendiri.


"Aku akan mengatakan pada orang-orang di mana mayatmu, aku akan mengatakan nya. baiklah, aku akan mengatakan nya". ujar Dewi Kemudian dia jatuh pingsan karena saking takut nya.

__ADS_1


Tatik yang melihat Dewi pingsan pun sekarang pergi ke suatu klub malam, di mana di situ terlihat orang-orang banyak yang sedang menari mengikuti musik yang di putar oleh DJ.


Ada seorang laki-laki muda yang sedang asyik menari di sana dengan memegang gelas berisi anggur merah, kemudian ia melihat seorang wanita cantik sedang menari. ia berusaha mendekati perempuan itu untuk di ajak menari bersamanya, laki-laki itu memegang pinggang wanita itu dari belakang. namun saat wanita itu berbalik tiba-tiba saja laki-laki itu melihat wajah wanita cantik itu sudah berubah dengan wajah wanita yang buruk rupa, namun ia masih bisa mengenali siapa wanita itu.


Laki-laki itu pun berteriak dengan kuat di tengah-tengah orang yang sedang menari juga di ruangan klub itu, hingga membuat orang-orang terkejut. ia terus berteriak hingga duduk dan mundur perlahan dengan menendang lantai.


"Tidak,pergiii..pergi dari sini, kamu sudah mati. jangan ganggu aku Bangs*t, pergi kau set*n sial*n. Wanita sund*l pergi kauuu". Ujarnya mengibaskan tangan nya ke kiri ke kanan.


Wanita itu adalah Tatik,ia muncul ke tempat di mana salah satu laki-laki yang membunuhnya sedang berpesta tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Kau harus bertanggung jawab, aku seperti ini karena kamu. kau harus bertanggung jawab Rendy". ujar Tatik terus melangkah mendekat ke arah pria yang sudah mundur hingga ke pojok ruangan.


Orang-orang yang ada di sana bingung melihat Rendy yang berteriak seperti orang gila hingga membuat DJ menghentikan musik yang dia putar karena saking teriakan Rendy benar-benar kencang dan membuat beberapa pengawal nya panik.


Mereka segera membopong Rendy untuk pergi dari Klub tersebut,dan membawanya pulang. namun di mobil pun Rendy terus berteriak minta ingin di turunkan dari mobil itu, tapi pengawal nya memegang erat tangan Rendy agar tidak lari atau melompat dari mobil.


Randy terus berteriak karena sekarang Tatik sedang duduk di pangkuannya dengan wajah yang mengerikan merangkul dan menatap Randy.


"Kau harus tanggung jawab". Tatik berbicara dengan suara beratnya.

__ADS_1


"Bukan hanya aku yang melenyapkan mu, datang ke mereka. pergi, jangan datang padaku". ujar Randy berteriak-teriak sambil berusaha melepaskan tubuhnya yang di pegang kuat oleh bodyguard nya karena mereka fikir Randy sedang sangat mabuk.


Tatik terus duduk di pangkuannya tanpa peduli dengan Randy yang sekarang sudah hampir kehabisan suara karena terus berteriak.


__ADS_2