Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
32 Gunawan tolong.


__ADS_3

"Hati-hati bawa anak gadis orang ya Gun". ucap Bu Sari pada putranya. Gunawan mengangguk dan mereka pun berangkat menuju tempat asrama Ria


di perjalanan Ria dan Gunawan sibuk dengan Fikiran nya masing-masing.


"Mas, kira-kira kapan jasad Bu Astri bisa di makam kan?". tanya Ria yang penasaran dari tadi.


"Kata team forensik kemungkinan 1 Minggu dari sekarang, hasil nya akan keluar dan jasadnya bisa di kirim kan ke keluarga untuk di kebumikan. kenapa Ria?". tanya Gunawan sambil membelokkan mobil nya mengikuti arah yang di berikan G*ogle.


"Ria ingin ikut mengebumikan Bu Astri Mas, bisa kah nanti mas mengabari saya kalau jasadnya sudah di kirimkan?". pinta Ria.


"Mas akan jemput kamu, kalau kamu mau". ujar Gunawan sambil terus melihat ke arah jalan.


"Jangan mas, saya gak mau ngerepotin". ucap Ria yang memang tidak ingin membuat Gunawan jauh-jauh menjemput nya.


"Nggak akan Ria, lagi pula ibu pasti juga akan ke sana jadi kita bisa berangkat sama-sama". jawab Gunawan sambil memberikan senyuman nya.


"Berapa umurmu Ria?". tanya Gunawan penasaran. "Baru jalan 18 tahun mas". jawab Ria.


"Oe, pasti di kampus banyak yang suka Ria kan". Gunawan berkata sambil asik menyetir.


"Nggak lah ma, Ria tidak tau, lagian Ria sibuk belajar gak mikirin yang begitu-begituan". jawab Ria juga sibuk memperhatikan jalan.


"Bagaimana rasanya bisa melihat mereka Ria". tanya Gunawan penasaran.

__ADS_1


"Emmm mereka?". ria bingung.


"Roh-roh yang bergentayangan itu". lanjut Gunawan lagi.


"Oohhhh.. eemm gimana ya, karena di tempat asal saya memang dari kecil selalu di kisah kan tentang leluhur dan di sana dunia gaib bukan lah hal yang tabu, jadi ria biasa saja mas.


mereka sama seperti kita, punya kehidupan dan juga bersosialisasi dengan sesama mereka. jadi Ria tidak kaget saat akhirnya bisa melihat mereka kembali". jelas Ria.


"Akhirnya bisa melihat, memang nya dulu Ria tidak bisa melihat mereka". Tanya Gunawan. "Dulu saat 5 tahun sempat di tutup sebelum akhirnya mata batin saya terbuka kembali". Jawab Ria jujur.


"Apakah di sana memang biasa orang-orang bisa melihat mereka yang berasal dari dunia lain Ria?". Gunawan seperti nya benar-benar penasaran. "Emm tidak semua Mas, Hanya orang-orang terpilih yang bisa". Ria dengan sabar Terus menjawab pertanyaan Gunawan.


"Mas pernah Lia hantu nggak?". tanya Ria penasaran.


"Emm nggak, bahkan dulu mas gak percaya mereka ada. mas juga sering di kirim ke pedalaman ataupun ke rumah-rumah dengan kasus pembun*han tapi mas tidak pernah melihat mereka secara langsung, karena itu mas sempat terkejut kemarin saat kamu bilang kamu bisa melihat keberadaan mereka". ujar Gunawan.


"Terimakasih, jika bukan karena kamu. mungkin aku tidak akan pernah tahu kalau kakek ku selalu ada di dekat kami". Gunawan kembali tersenyum menatap Ria.


Ria yang mendengar kan Gunawan tapi masih tetap melihat ke depan tidak menyadari kalau beberapa kali Gunawan mencuri-curi Pandang pada Ria.


entah Karena apa mungkin Gunawan masih penasaran dengan gadis cantik dari Pulau Seberang di sebelah nya ini, pulau yang memang terkenal dengan kekuatan mistis nya.


"Mas, maaf ya Ria merepotkan mas dari kemarin. Semoga pacar mas gak marah ya, soalnya malam Minggu kemarin gak di apelin". ucap Ria bercanda karena mereka sempat sama-sama diam, Ria takut Gunawan mengantuk jika tidak di temani bicara.

__ADS_1


"Mas gak punya pacar sekarang, udah lama putus. terus sampe sekarang gak ada yang mau lagi Ama mas". jawab Gunawan sambil terkekeh.


"Ck...,pantas saja dari tadi selalu mencuri pandang sama kamu, sepertinya dia menyukai mu Ria". kali ini Philip dari kursi penumpang di belakang yang bersuara.


Ria melihat Philip dari kaca spion depan dan di ikuti oleh Gunawan.


"Ada siapa di belakang kita dek, apa ada yang ikut?". bisik Gunawan mendekat ke arah telinga Ria.


Ria yang terkejut karena perbuatan Gunawan sempat mematung sebentar. "Aaa,, eeee.. teman saya ada di belakang mas, tapi gak apa-apa. dia baik kok. dia menjaga saya". ucap Ria sambil berusaha menenangkan fikirkan nya.


Sudah dia terkejut karena ucapan Philip yang bilang Gunawan selalu mencuri pandang.


sekarang Gunawan yang tiba-tiba mendekat dengan Ria, membuat jantung nya berpacu lebih cepat.


Entah kenapa mendengar Gunawan yang seperti itu membuat Ria gusar, ia takut Philip salah faham bagaimana pun di hati Ria sudah terisi dengan Philip. seseorang yang selama ini ada bersama nya.


Tapi Ria tidak bisa menjelaskan apa-apa Sekarang, Ria tidak ingin Gunawan takut jika Ria malah berusaha menjelaskan semuanya pada Philip. menjelaskan kalau dia tidak memiliki perasaan apa pun pada Gunawan.


jam 12 malam Ria sudah sampai di depan asrama, karena tadi mereka sempat berhenti untuk makan jajanan malam dan menikmati sebentar suasana di kota Gunawan.


padahal mereka sudah makan di rumah Bu Sari, tapi Gunawan masih ingin mengajak Ria jalan-jalan sebentar.


beruntung Lula sudah ia hubungi untuk memberi tahu ke penjaga gerbang, kalau Ria akan pulang larut malam ini, jadi dia tidak di marahi karena pulang telat.

__ADS_1


"Hhhiiikkzzzz tolong aku,.. tolongggg". terdengar suara gadis itu lagi sekarang saat Ria baru saja di buka kan pintu oleh Gunawan.


"Hhhiiiikkzzz Gunawan, tolong akuu, Tolonggg". kali ini gadis itu menangis pilu tapi sambil memanggil nama Gunawan.


__ADS_2