
"Mereka tidak menjaga Adabnya saat mengunjungi tempat seperti ini, dan mungkin mereka juga sudah melakukan kesalahan fatal yang kelewat batas". ujar Gunawan menimpali.
"Mas, ada apa?". Tanya Lula bertanya setelah melihat Gunawan juga Ria yang sekarang sudah berbalik lagi kembali melihat matahari yang akan terbit itu.
"Tadi sepertinya nya penjaga pantai sini,dia berpesan pada kita agar tidak berbuat yang melebihi batas". jelas Gunawan pada Lula, kekasihnya itu pun mengangguk faham. dia dan Gunawan tidak pernah bertindak melebihi batas, paling hanya sekedar pegangan tangan saja.
"Kamu baik-baik saja Ria?". tanya Felix kemudian pada Ria yang sekarang hanya diam tanpa bicara di samping nya, Ria mengangguk pelan dan tersenyum.
"Aku baik-baik saja, kau sendiri bagaimana?!,, apakah merasa aneh setelah mengenal ku?". tanya Ria menjawab sekaligus bertanya, bagaimana pun Felix sudah tahu kelebihan yang dia miliki.
"Aneh??!!,,kenapa aneh?!, berbeda bukan lah suatu keanehan. kamu spesial, tidak semua orang di berikan anugerah seperti kamu". jelas Felix lagi.
"Syukurlah kalau kamu tidak aneh, kamu lolos menjadi teman ku". ujar Ria lagi sambil tertawa pelan.
Ya selama ini Ria memang tidak terlalu banyak bergaul karena takut kelebihan nya banyak yang mengetahui dan menganggap dirinya aneh, walaupun Ria suka membantu siapapun yang meminta tolong padanya,tapi ia tidak terbuka kepada semua orang. hanya Lula lah teman nya yang tahu semua hal tentang Ria, bahkan jika Ria sedang berhubungan dengan makhluk tak kasat mata untuk membantu nya.
Ataupun hanya sekedar membantu keluarga yang kehilangan anaknya padahal anak-anaknya sudah tidak lagi ada di dunia ini, seperti kasus Astri ataupun yang lain.
"Aku harap aku bisa di anggap lebih dari teman".ujar Felix pelan kepada Ria, sekarang hanya ada mereka berdua yang berdiri sambil melihat mata hari yang perlahan terbit menampakan sinar yang menyilaukan mata, karena Lula dan Gunawan sudah lari kejar-kejaran di pinggir pantai dan bermain air.
Ria menatap Felix dengan seksama, ada rasa aneh di hatinya sekarang saat mendengar Felix mengucapkan hal itu. ini terlalu cepat, mungkin Ria hanya salah dengar.
__ADS_1
"Apa Felix, aku tidak terlalu jelas mendengar ucapan mu?". tanya Ria untuk memastikan.
"Aku ingin lebih mengenal mu Ria, seperti kakek ku yang jatuh cinta dengan mu. sepertinya aku juga, sulit bagi pria yang normal seperti kami ini untuk tidak jatuh kedalam pesona mu". jelas Felix dengan suara yang lembut.
"Aku tahu ini terlalu cepat, kau tidak perlu membalas perasaan ku. tapi cukup izinkan aku menunjukkan perasaan peduli, Cinta, juga kasih sayang ini padamu". Felix kemudian meraih satu tangan Ria dan berdiri berhadapan dengan wanita yang sudah berhasil memporak porandakan perasaannya.
Selama ini hanya wanita lah yang mengejarnya, mengatakan cinta untuk nya ataupun memberikan perhatian yang lebih walaupun Felix tidak pernah membalas perasaan para wanita itu.
Entah kenapa para wanita yang mengejarnya tidak bisa menggetarkan hati dan perasaan nya, berbeda jika bersama Ria. ia benar-benar merasakan detak jantung nya yang berdegup lebih kencang, walaupun dia tidak pernah pacaran Felix tahu perasaan apa yang sekarang ia rasakan.
"Waktu ku di Indonesia tidak banyak, aku hanya 3 Minggu di sini. Izinkan aku untuk mencoba mengetuk hati mu Ria, kau bisa menganggap ku sebagai pengganti kakek Felix. kau bisa mencintai wajah ini saja, aku tidak masalah". Felix masih berusaha meyakinkan Ria walaupun dengan cara yang aneh menurut Ria.
Bagaimana bisa Felix baik-baik saja jika di anggap sebagai orang lain, terlalu jahat Ria rasa jika ia hanya mencintai sosoknya saja. bukan hati atau pun kepribadian nya, apakah bisa Ria mencoba membuka hatinya lagi.
Sekarang terlihat Felix menundukkan kepalanya,dan genggam tangan nya yang tadi kencang sekarang sedikit melemah.ia sedih tentu saja, tapi untuk ikhlas tentu itu bukan langkah yang benar, Felix hanya sedang berperang batin dan fikiran sekarang. harus langkah apa yang dia ambil, apakah dirinya sekarang salah?.
"Jadi kau menyerah?, hanya segitu saja usaha mu?!".tanya Ria sambil tersenyum melihat gelagat Felix yang nampak sedikit sedih.
"Ck,, bagaimana bisa aku mencintaimu jika kamu tidak ingin mengganti kan Philip di hatiku. mungkin aku tidak menerima mu sebagai kekasihku, karena aku memang tidak ingin menjalin hubungan yang di sebut pacaran. tapi kamu bisa menjadi salah satu peserta untuk menjadi suami ku nanti". ujar Ria lagi masih dengan tersenyum namun juga menarik tangan nya dari genggaman Felix.
"Aku tidak marah dengan mu, hanya saja aku tidak pernah berhubungan dengan siapapun sebelum nya. sekarang aku malu jika terus menjadi bahan tontonan di sini". ujar Ria kemudian mengajak Felix melihat ke sekeliling dan benar saja, sudah ada beberapa orang yang merekam mereka dengan kamera handphone nya. mungkin mereka fikir Ria juga Felix ingin lamaran di sini.
__ADS_1
Akan sangat viral jika di upload ke sosial media melihat bule tampan dan pribumi cantik jika di uup, seperti yang banyak terjadi sekarang di berbagai sosial media.
"Maafkan aku, tadi aku terlalu excited,jadi apakah boleh aku mencintaimu?". ujar Felix lagi.
"Berjanji lah akan menjadi dirimu sendiri, jika kamu ingin mendekati ku. aku ingin mengenal Felix, bukan lagi philip. dia sudah tenang di alam sana, jangan kau usik lagi dia". ujar Ria sekarang melangkah mendekat ke arah Gunawan dan Lula yang masih bermain air bersama saling menjahili satu sama lain.
"Baiklah, aku akan tunjukkan perhatian dan perasaan cinta mu padamu. sebagai Felix,bukan Philip". Felix mengikuti langkah Ria tanpa menggenggam tangan Ria kembali, ia takut Ria akan Risih dengan perbuatannya nanti.
"Heyy kalian asik sekali berdua,kami tidak di ajak". Protes Ria pura-pura merajuk,Lula dan Gunawan hanya tertawa melihat Ria yang bertingkah seperti itu.
"Kami tidak ingin mengganggu seseorang yang sedang PDKT sama kamu, ya siapa tau selera kamu tu internasional. karena yang lokal selalu kamu tolak, ya kan Yank??!!". ujar Lula sambil menyenggol perut Gunawan kekasihnya.
"Yuppzz, kasian si bule kalo di tolak Cinta nya. ini baru pertama kali dia jatuh cinta bilang nya Dek, baru kamu yang bisa membuat tu bule gak tidur semalaman. hahahahah". Gantian sekarang Gunawan menggoda Felix yang terlihat membuang mukanya karena malu di lihat oleh Ria yang sekarang justru memperhatikan dirinya.
"Waaawww, yah pesona seorang Ria memang sulit di lewati". ujar Ria sambil mengibaskan pelan rambutnya ke belakang.
"Wwuuuu, Sok cantik". Splllaaazzzhhh Lula menendang Air kepada sahabat nya itu dan membuat Baju Ria basah, akhirnya Ria dan Lula yang berkejar-kejaran sekarang.
Sementara Gunawan dan Felix hanya memperhatikan kelakuan dua wanita cantik di hati mereka itu.
"Bagaimana?". tanya Gunawan sambil mengangkat alisnya berkali-kali membuat Felix menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Di suruh untuk Tes dulu dan ambil nomer antrian sampai dia lulus katanya". ujar Felix lagi dan pecah lah tawa Gunawan sekarang, ia sampai memegang perut nya karena melihat Felix yang juga di tolak. padahal wajannya sudah sangat mendukung mengingat dia mewarisi wajaf Philip.
" Hahahahaha.... Sabar ya broow, terus lah berusaha. ya kalau kamu beneran serius ya minta saja dia dengan orang tuanya sekalian". saran Gunawan asal yang justru membuat Felix tersenyum manis sambil menatap Ria dari kejauhan.