Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
43. Di Sini Saja.


__ADS_3

"Kamu jangan sedih ya dek, Demi kamu mas coba lakukan yang terbaik". ujar Gunawan dalam hati.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka semua sampai di rumah Bu Sari saat jam 9 malam, terlihat Bu sari sudah menunggu mereka di depan Rumah sendirian.


Sebenarnya Ria ingin bertanya kemana ayah Gunawan, tapi dia tidak enak hati untuk mengatakan nya karena mereka baru saja kenal.


"Kalian sudah datang nak, ayo masuk". ujar Bu Sari setelah melihat Gunawan, Ria, dan 1 lagi teman nya yang ia belum tahu.


Ria dan Lula memberikan salam juga sekalian Gunawan mengenal kan siapa Lula.


"Jadi ini temen kamu ya nduk, sama-sama Cantik". ujar Bu sari sambil memegang dagu Lula dan Ria setelah mereka duduk di ruang tamu.


Gunawan langsung menuju dapur untuk mengambil kan minum supaya ibunya tidak perlu repot-repot.


"Mas, gak usah repot-repot begini". ujar Ria Merasa tidak enak hati karena melihat Gunawan membawakan teh hangat untuk mereka.


"Gak apa-apa, masa ada tamu gak di suguhkan apa-apa. di minum dek". Gunawan meletakkan minuman itu di meja.


"Mas Gunawan tipikal suami-suami idaman kan Ria, dia padahal baru datang bersama kita malah langsung ke dapur untuk membuat minuman". ujar Lula menyenggol pundak Ria.


Ibu Sari yang mendengar celetukan Lula pun tertawa, sedang kan Ria jangan di tanya. dia sepertinya ingin menghilang saja dari hadapan semua orang.


"Jangan gitu Lula, kasihan Ria nya malu". ujar Gunawan mencoba untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


"Ya kan siapa tau mas ada jodoh sama Ria kan jadinya bagus, ya gak Bu?". ujar Lula lagi dengan santainya berbicara, tidak lama ia memekik kecil karena Ria yang sudah mencubit pelan pahanya agar berhenti berbicara asal.


"Ya kalo Ria nya mau sama anak ibu satu-satunya yang seperti ini bentukannya ya gak apa-apa". Jawab Bu sari sambil tersenyum


"Ria mau fokus kuliah dulu buk, belum mau pacar-pacaran jadi Gunawan harus nunggu dulu". jawab Gunawan sambil menatap ke arah ibu Sari.


Ria menoleh ke arah Gunawan, apa maksudnya dia akan menunggu dirinya. sementara ia sedang berusaha untuk membantu mantan kekasihnya untuk bebas agar mereka bisa bersama jika memang mereka masih ada rasa.


"Ya sudah, kamu tunggu lah sampai nanti dia lulus, baru maju". ujar ibu Sari faham dengan Ria karena dia dulu juga begitu, Bahkan sahabatnya Astri.


"Sudah larut, ayo kita tidur Istirahat. itu kamar kalian sudah ibu siapkan". ujar Bu sari menunjuk ke arah kamar tamu.


Akhirnya semuanya pun bubar masuk ke kamar masing-masing dan setelah selesai membersihkan diri Lula dan Ria bersiap untuk tidur.


Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam dan Ria belum juga tertidur, sedangkan Lula sudah pergi ke alam mimpinya dari tadi dan mungkin sedang bermimpi dengan kakak senior seperti biasanya.


Beruntung gelas dan juga botol itu berhasil di tangkap oleh Gunawan dengan cepat.


"Maaf Mas ngagetin kamu ya, di kira siapa tadi ada suara di dapur". ujar Gunawan pelan karena takut membangun kan orang rumah.


"Mas belum tidur?". tanya Ria kemudian.


"Belum dek, kamu sendiri bangun karena haus atau juga belum tidur?". Gunawan kembali bertanya.

__ADS_1


"Ria juga sebenarnya belum bisa tidur mas". ucapnya pelan. Gunawan pun menganggukkan kepala nya.


"Mau ngobrol sebentar sambil nunggu mengantuk?". Gunawan sebenarnya juga ada yang ingin di bicarakan tentang hal yang tadi Ria pinta di jalan.


Ria mengangguk dan mengikuti langkah Gunawan menuju ruangan tamu, mereka duduk berseberangan.


"Mas mau ngomong sesuatu sama kamu Boleh dek?". tanya Gunawan kemudian membuka suara.


"Boleh mas". jawab Ria pelan.


"Mas mau memastikan apa kamu sudah yakin ingin menyelamatkan Syakila dari belenggu pesugihan itu, walaupun resikonya sangat besar. bagaimana jika Sukma mu tidak bisa kembali ke ragamu?". ujar Gunawan sangat khawatir dengan Ria.


"Datuk bilang jika ada yang membantu saya mungkin semuanya akan lebih mudah mas, dan jika Sukma saya tidak bisa kembali mungkin Datuk akan meminta bala bantuan dari para panglima Kumbang". ujar Ria.


Gunawan yang tau cerita tentang kesaktian para panglima Kumbang dari kota Ria berasal pun akhirnya memberanikan diri untuk membantu Ria dalam misi penyelamatan nya.


"Jika benar kamu ingin membantu, jangan lakukan di asrama. lakukan di rumah sini saja saat kita sudah selesai membantu acara pengajian Bu Astri". ujar Gunawan.


"Apakah boleh saya melakukan ritual itu di sini mas?". tanya Ria ragu, ia takut Bu Sari tidak mengizinkan itu.


"Lebih aman jika di sini dek, mas lebih tenang jika kamu ada yang jagain. tidak hanya Lula". jelas Gunawan.


Ria pun akhirnya mengangguk, besok malam Minggu ia akan mencoba untuk menolong Syakila.

__ADS_1


"Ya sudah sekarang sudah sangat larut, kamu besok takut nya ngantuk. kata ibu jam 8 kita berangkat ke rumah Bu Lastri nya". ujar Gunawan kembali mengelus kepala Ria, ria menganggukkan kepalanya dan masuk ke kamarnya kembali bersama Lula.


"Semoga besok aku bisa menyelamatkan mu Syakila". ujar Ria kemudian memejamkan matanya untuk tidur.


__ADS_2