
Semua orang pun kemudian masuk ke kamar yang sudah di beritahu kan, Gunawan dan Ria di pinjamkan baju dari anak-anaknya masing-masing malam ini.
Pagi hari setelah solat subuh, ibu Lastri, Ria, dan Gunawan bersiap untuk kembali ke kota untuk membuat laporan kepolisian.
jam 11 siang mereka baru sampai di kantor karena tadi mereka harus mampir dulu untuk sarapan, Ria yang tidak pernah terlibat kasus dengan kepolisian pun menjadi gugup.
tapi melihat roh Astri yang selalu menangis karena ingin cepat di temukan membuat Ria berusaha tegar, sementara ibu Lastri dan Gunawan segera membuat laporan orang hilang.
Karena di bantu oleh Gunawan maka surat penggeledahan pun cepat turun dan dengan di bantu beberapa rekan polisi lain Gunawan bersiap untuk langsung menuju tempat yang sudah di ketahui mereka melalui Ria yang di bimbing langsung oleh roh Astri.
"Kita langsung berangkat sekarang, sebelum hari mulai sore". ujar Gunawan mengajak Ria dan Bu Lastri menaiki mobil nya, di ikuti oleh rekan-rekan yang lain di belakang menggunakan mobil dinas.
Sesampainya di lokasi mereka segera mengetuk pintu rumah bapak gading yang tidak terlalu Luas, tapi juga tidak kecil.
Dosen Ria yang di percaya sudah membunuh seorang murid nya juga 35 tahun yang lalu.
Tookkk.. tokkk.. tokkk... Ria dan Gunawan yang sudah mengganti baju dengan kaos biasa mengetuk pintu Tampa di ikuti rekan-rekan yang lain, mereka berjaga di sekitar rumah agar jika benar bapak Gading adalah tersangka, maka ia tidak akan bisa kabur.
Tokkk...tokkk.. tokk...
"Permisi pak Gading". ujar Ria mencoba memanggil dosennya tersebut.
"Ya sebentar". terdengar jawaban seseorang dari dalam. "Ria, ada apa ke rumah bapak?". ujarnya kebingungan karena murid nya ke rumah Tampa ada pemberitahuan.
__ADS_1
"Maaf pak, saya Gunawan. saya polisi dan tujuan kami kesini ingin menanyakan seseorang kepada bapak, mohon kerja samanya". Gunawan mencoba menjelaskan.
"Poo.. Po.. polisi, Ria ada apa ini, kenapa kamu bawa polisi ke sini". ujar pak Gading sedikit terkejut.
"Maaf pak, ini surat penggeledahan dari kepolisian. boleh kah saya masuk dan melihat-lihat rumah bapak, saya juga ingin menanyakan sesuatu.
apakah bapak kenal dengan Astri, dulu dia adalah murid bapak saat baru menjadi dosen di kampus yang sama dengan Ria?". Gunawan dengan tegas menjelaskan maksud kedatangan nya kemudian.
"Astri, siapa Astri, saya tidak kenal". ujarnya berusaha tidak terlihat panik, namun ia berbicara sambil menggosok hidung nya.
Gunawan yang melihat gelagat aneh pun segera meminta izin masuk, jika tidak mungkin dia akan menerobos secara paksa karena ia sudah mengantongi surat penggeledahan.
"Bapak ingin saya masuk baik-baik sesuai prosedur atau saya akan masuk secara paksa?". ujar Gunawan yang sudah emosi, bagaimana ia bisa berpura-pura tidak mengenal Astri sementara sepengetahuan keluarga Mbah Gundala.
"Saya tidak tahu apa-apa Pak, maaf saya tidak ingin kalian masuk dan memeriksa rumah saya". ujarnya kemudian berusaha menutup pintu nya.
Gunawan dengan cepat menahan dan mendorong pintu itu hingga terbuka, kemudian rekan-rekan lain pun keluar dari tempat persembunyiannya dan ikuti oleh Bu Lastri yang juga ikut mendekat ke pintu.
Beberapa rekan Gunawan sudah membekuk pak Gading, ia di borgol dan di duduk kan di kursi Sofanya di ruang tamu.
"Pak, tolong jawab pertanyaan saya, di mana adik saya sekarang pak?
orang tua saya sudah lama menunggu kedatangan nya". ujar Bu Lastri menangis di hadapan pak Gunawan yang masih memilih diam.
__ADS_1
"Astri, kamu tahu di mana jasadmu di simpan?". ujar Ria di sebelah Gunawan.
Astri mengangguk dan menunjuk ke arah kamar, Ria memberi tahukan Gunawan kalau tubuh Astri ada di dalam.
Melihat kamar nya akan di periksa pak Gading bangun dari duduk nya dan menghalangi polisi untuk masuk ke dalam, namun sayang karena dia yang sudah tidak muda lagi membuat perlawanan nya sia-sia.
Dengan mudah rekan-rekan yang tadi ikut bersama Gunawan menahan aksinya.
Gunawan dan Ria pun masuk ke kamar itu
namun tidak di temukan apa-apa di dalam, Ria sudah terlihat panik.
ini pertama kalinya mengikuti petunjuk dari roh seseorang, ia takut kalau ia Hanya di permainkan.
"Kamu mengatakan yang sebenarnya bukan Astri, di mana jasadmu, kenapa di sini tidak ada apapun". ujar Ria sedikit Bingung.
"Di belakang Rak buku itu ada pintu Ria, geser kan saja". ujar Astri.
Ria pun meminta Gunawan untuk menggeser rak buku itu, kemudian terlihat ada sebuah pintu di belakang rak tersebut.
Gunawan berusaha membuka pintu itu, namun di kunci. dengan satu kaki ia menendang pintu itu hingga terbuka.
Brrraakkkkkk.. kemudian Ria dan Gunawan pun masuk di ikuti oleh Bu Lastri di belakang nya.
__ADS_1