Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
73 Beritahu Aku.


__ADS_3

"Ibuk, Tatik mau pulang, mauu ibuu". ujar wanita berwajah busuk tadi sudah menangis ingin memeluk ibunya namun tidak bisa karena dia hanya sesosok Roh gentayangan.


"Ria antar ibuk pulang ya, apakah rumah ibu jauh, apa ibuk tinggal sendiri?". tanya Ria kemudian.


"Terimakasih nak, maaf ibu merepotkan. ibu tinggal sama suami dan anak laki-laki ibuk di rumah,tapi dia tidak bisa bantuin ibu jualan nak. dia sedang sakit". ujar ibu Darminah menjelaskan.


Akhirnya Ria, Lula dan ibu Darminah pulang menggunakan mobil dari aplikasi online lagi. sebenarnya rumah buk Darminah tidak terlalu jauh, tapi mengingat jika beliau sedang sakit jadilah Ria lebih memilih untuk naik mobil saja.


Setelah sampai di depan Rumah terlihat Seorang bapak-bapak paruh baya sedang menunggu di depan rumah, dan ternyata itu adalah suami dari ibu Darminah.


Suaminya sedang menunggu dengan seorang anak remaja laki-laki di sebelahnya, Remaja itu terlihat sangat pucat. Ria dan Lula yang sekarang sedang membantu ibu Darminah berjalan setelah keluar dari kendaraan tadi pun merasa terenyuh melihat keluarga ini.


"Assalamualaikum pak, kenapa tidak nunggu di dalam saja. di sini dingin pak". ujar Bu Darminah setelah sampai di depan pintu pekarangan rumah yang terlihat sangat sederhana.


"Tadi Kiki yang ajak bapak duduk di sini buk, Kiki khawatir karena ibu nggak pulang-pulang. mereka siapa buk". ujar anak remaja tersebut.


"Ya Allah maaf ya nak, ibu bikin kamu khawatir ya. kenalin ini kak Ria sama kak Lula, tadi ibu sempat di tolongin di jalan pas ibu jatuh". ujar Bu Darminah, kemudian Ria dan Lula pun mengenalkan diri pada suami dan anak laki-laki Bu Darminah.


Awalnya Ria bingung kenapa Suami ibu Darminah tidak bicara sama sekali, dan ternyata setelah di jelaskan suami nya adalah seorang tunawicara, dan karena itu beliau tidak bisa berjualan di luar, jadilah ibu Darminah yang selalu menjajakan jualan nya dan suami nya yang menyiapkan jualannya.


Di situ juga Ria dan Lula akhirnya tau, anak ibu Darminah menderita sakit tumor di dadanya tapi tidak bisa di rawat karena tidak memiliki biayanya, karena itu lah anak perempuan nya akhirnya merantau ke kota jakarta untuk mencari uang agar adiknya bisa di rawat dan di operasi sesuai anjuran dokter.


Namun sudah dua bulan belakangan ini justru anak perempuan nya tidak ada kabar sama sekali, ibu Darminah sangat khawatir dan bingung ingin mencari anak nya di mana.

__ADS_1


"Ibuk, maafkan Tatik yang tidak bisa pulang. bahkan Tatik sekarang belum di kuburkan secara layak buk, mereka menguburkan Tatik di sembarang tempat. Tatik ingin pulang dan berkumpul bersama kalian". ujar Tatik menangis.


Ria yang mendengar penjelasan Tatik secara tidak langsung membuatnya sedih, apa sebenarnya yang terjadi padanya. kenapa semua bisa terjadi pada Tatik, apakah dia korban pembunuhan juga, seperti Lastri dulu?.


Setelah beberapa saat mendengar kan cerita ibu Darminah, Lula dan Ria pun pamit pulang. mereka juga meninggalkan beberapa ratus ribu uang untuk ibu Darminah dan keluarga agar ibu Darminah bisa istirahat dulu hingga pulih baru berjualan kembali.


Ria dan Lula juga ingin bisa membantu pengobatan anak ibu Darminah, namun mereka ingin mengurus surat keterangan tidak mampu terlebih dahulu agar anak ibu Darminah bisa di cover pembiayaan nya, dan jika sudah bisa mereka berjanji akan kembali lagi ke sini secepatnya.


Rinjani sedari tadi selalu mengawasi Ria dari jauh pun mendekati Ria saat Ria sudah keluar rumah, kemudian dia berdiri di dekat Ria, Tatik sempat terkejut melihat sosok yang mirip dengan seseorang yang menolong ibunya.


Tatik yang Bingung menatap terus menerus ke arah Rinjani dan tanpa sadar ia melangkah semakin mendekati Ria dan Lula yang sudah berjalan keluar halaman rumah Bu Darminah.


Setelah lumayan jauh dari rumah Bu Darminah Ria menghentikan langkah nya dan memegang tangan Lula, ia menatap Lula yang mungkin bingung kenapa Ria tiba-tiba berhenti.


"Lula, jangan takut ya. aku akan berbicara dengan seseorang". Ujar Ria, Lula yang sudah mulai terbiasa dengan Ria yang memiliki kelebihan itu faham dan menganggukkan kepalanya pelan.


Tatik sekarang tepat di belakang mereka berjalan mendekati Rinjani, Ria dan Lula.


Ria kemudian berbalik badan dan menatap Tatik dengan rasa iba, sepertinya dulu Tatik sangat cantik. tapi Ria melihat wajahnya sekarang sangat menakutkan jika di lihat oleh orang awam.


"Apa yang terjadi dengan mu, kenapa kamu bisa seperti ini?". ujar Ria langsung bertanya pada Tatik.


Tatik sempat terkejut karena Ria ternyata bisa melihat nya, ia melihat kembali ke arah Rinjani yang seperti nya bukan manusia sama sepertinya.

__ADS_1


"Aku kembaran nya, dia memang bisa melihat kita. Jadi sekarang jawab lah, kenapa kau bisa seperti ini?".tanya Rinjani juga pada Tatik.


"Aku di bunuh oleh beberapa orang kemarin, mereka yang sudah membooking ku untuk minta temani minum. tapi justru aku di cekoki dan di gilir, kemudian aku di cekik hingga tewas karena berusaha melawan mereka". ujar Tatik menangis.


"Lalu ada apa dengan wajah mu, sepertinya itu bukan lah luka biasa". ujar Ria, ia tahu sepertinya ada yang tidak beres di tubuh Tatik.


"Bantu aku Ria, temukan mayat ku yang di kubur dan bantu aku untuk melepas kan susuk ini". ujar Tatik Menjelaskan pada Ria sambil masih menangis.


"Jadi ini penyebab wajah dan tubuhmu terlihat membusuk di beberapa titik". ucap Ria dalam hati.


"Kau tahu di mana mayat mu di kuburkan?". tanya Ria lagi, Tatik mengangguk dan ia ingin agar ibunya juga ikut mencari dirinya. ia ingin memberikan uang hasil kerjanya untuk biaya operasi Adiknya.


"Aku tau, jika ini semua salah ku yang mencari uang dengan cara yang salah, bahkan aku juga menggunakan susuk hingga membuat beberapa orang membenci ku karena aku banyak di sukai oleh pelanggan". jelas Tatik menangis pilu.


"Tapi aku perlu uang yang cepat Ria, Adik ku sangat kesakitan. aku ikhlas jika memang aku sudah tiada di dunia ini, tapi aku tidak bisa pergi sebelum memberikan uang untuk membantu adikku". ujar Tatik Menjelaskan alasan dia tidak bisa pergi.


"Bagaimana dengan para orang-orang yang membuat mu seperti ini,kau mengingat mereka?".tanya Ria lagi.


"Aku ingat, tapi aku hanya ingin agar jasadku di temukan oleh ibuku. setidaknya dia tahu jika aku sudah tiada dan ia tidak khawatir lagi padaku, tolong bantu aku Ria". ujar Tatik memohon.


"Aku akan coba menolong mu, beritahu aku di mana kamu di kubur dan di mana kamu menyimpan Tabungan mu agar aku bisa memberikannya pada ibumu". ujar Ria kebetulan besok mereka libur satu Minggu, jadi dia bisa mencari di mana jasad Tatik di kuburkan.


"Aku di kuburkan di dalam Rumah tua di jalan Xx".ujar Tatik memberi tahu di mana dia di kuburkan untuk menghilangkan jejak pembunuhan padanya.

__ADS_1


__ADS_2