
"Yakin Mas, Kebaikan akan menang melawan kejahatan". jawab Ria mencoba membuat percaya diri pada Gunawan.
"Iya Dek, Insyaallah. semoga Mas bisa menghentikan Ayahnya Mas". Gunawan pun sedikit yakin.
Tidak beberapa lama ibu sari pun sadar, ia langsung menangis Lula yang sedang menjaganya pun memanggil Gunawan sementara Ria menerus kan pekerjaan nya sendiri memasak makan malam.
"Gun, Ayahmu nak?". ucapnya sambil menangis setelah melihat Gunawan yang berjalan menuju dirinya.
"Buk, yang tenang ya. jangan begini, ibu harus kuat". ujar Gunawan kemudian duduk dan mengelus wajah ibunya sayang.
"Kenapa ayah mu sangat tega pada kita nak, kenapa. apa salah ibu sama dia, kenapa sampai hati dia mengorbankan adikmu sendiri?". dirinya semakin terisak.
Ria masuk menyusul ke kamar setelah ia selesai di dapur, dia membawa segelas teh manis hangat untuk ibu Sari.
"Buk, maafkan jika kedatangan kami justru membawa kabar buruk lagi untuk ibuk". Ria sebenarnya dari tadi sudah tidak enak hati, untuk kedua kalinya ia datang dan membuat ibu Sari menangis.
"Nduk, kamu bicara apa. ini bukan salah kamu Ria, ibu tidak pernah berfikir seperti itu. hanya saja ibuk sedih karena selama ini merasa seperti orang bod*h yang menanti kan kepulangan orang yang jahat". ujar Bu Sari.
"Buk, Sebaiknya kita makan malam dulu. ibu mau Gunawan ambilkan makannya dan makan di kamar?" tanya Gunawan kemudian.
Ibu Sari menggeleng dan kemudian duduk, ia mulai turun dari kasur Bu Sari ingin melaksanakan sholat Maghrib terlebih dahulu baru lah mereka semua makan sama-sama di dapur.
Setelah makan malam dan melaksanakan sholat isya, Mereka ber empat pun berkumpul di ruang tamu.
Gunawan sangat bingung untuk memulai pembicaraan, ia ingin meminta restu pada ibunya untuk menghentikan Ayahnya namun takut justru nanti tidak mendapatkan izin.
Tapi di luar dugaan Gunawan, ibu Sari justru bertanya apa langkah yang akan Gunawan ambil.
Gunawan menjelaskan apa saja yang di lakukan Ayahnya selama ini, termasuk beliau yang sudah mengorbankan nyawa gadis-gadis yang tidak bersalah.
Ibu Gunawan tidak kuasa menahan tangisnya, Ria yang ada di sebelahnya terus merangkul ibu Sari sambil mengelus punggung wanita tua yang sudah ia anggap ibu sendiri karena beliau selalu saja menanyakan kabar dirinya di asrama.
__ADS_1
"Ria, apakah kamu bisa membantu Gunawan untuk menghentikan Ayahnya, Ibu tidak ingin ada korban lagi". tanya nya pada Ria.
Ibu Sari tahu Ria mampu melawan makhluk-makhluk ghaib karena Gunawan bercerita kemarin Ria membantu menggagalkan seseorang yang akan di Tumbalkan.
"Ibu, jika ibu restui dan izin kan. Ria juga mas Gunawan akan bekerja sama untuk menghentikan beliau" ujar Ria berusaha meyakinkan ibu Sari.
"Ibu, sebenarnya Ria juga sebenarnya sudah di incar untuk menggantikan tumbal kemarin yang gagal Bu. jadi Gunawan berencana besok akan pergi menemui Ayah dengan bantuan Ria". jelas Gunawan.
"Astaghfirullah, Ayahmu betul-betul harus di hentikan Gun. bagaimana pun caranya, jangan sampai Ria menjadi korban". ujar Bu Sari panik.
"Ibu tenang lah, Insyaallah Ria tidak akan kenapa-napa. besok boleh kah Gunawan berangkat untuk menemui bapak juga Ria akan membantu Gunawan dari sini". jelas Gunawan.
"Dari sini, maksud nya gimana Gun?". tanya Bu sari bingung.
Gunawan pun menjelaskan jika nanti dia akan ke sana sendirian, sementara Ria di rumah sini dan mungkin Sukma nya saja yang akan pergi ke sana setelah Gunawan sudah memasuki rumah milik pak Santoso.
Ibu Sari pun menyetujuinya, ia dan Lula akan menjaga Raga dari Ria di rumah sini.
"Ria, kamu baik-baik saja kan. aku sangat khawatir padamu, bagaimana jika besok kamu tidak kembali?". ujar Lula saat mereka berdua sudah berbaring di kasur.
"Doakan aku Lula, jangan khawatir. semoga kami berdua mampu melawan mereka dan menghentikan semuanya". Ria menggenggam tangan Lula sambil tersenyum berharap Lula tidak khawatir lagi dan akhirnya mereka pun tidur.
Keesokan siang Gunawan pun pamit menuju rumah pak Gunawan setelah ia meminta izin dan restu dari ibunya.
"Mas akan kabarin kamu saat sudah akan memasuki rumah pak Santoso ya Dek". ucap Gunawan sebelum pamit.
Kemudian terdengar suara Auman singa di depan rumah, seperti ia tahu jika Gunawan akan segera berangkat untuk menghentikan Ayahnya.
Gunawan pun keluar rumah berdua dengan Ria, dan melihat Mbah Gumilang juga Singa itu mendekati mereka berdua.
Setelah memberi salam, Mbah Gumilang menjelaskan jika Singa ini akan mengikuti Gunawan mulai hari ini.
__ADS_1
Beliau juga mendoakan semoga Ria dan Gunawan mampu untuk menghentikan semuanya.
Gunawan pun pergi dengan mobilnya, Singa itu mengikuti dengan berlari di belakang nya. sementara Mbah Gumilang bilang ia akan di rumah ini membantu menjaga raga dari Ria yang mungkin jika kosong akan mengundang makhluk ghaib lain untuk datang, walaupun ia tau ada Philip juga Rinjani yang akan menjaga Ria.
Philip juga sekarang ada di sini bersama Rinjani, Ria tidak merasa khawatir sama sekali karena banyak yang akan membantu nya.
Terimakasih Mbah, sudah mau menjaga Ria bersama kami. ujar Rinjani, Philip sendiri hanya diam saja.
"Nanti saat Ria ke sana, aku akan ikut bersamanya". jelas Philip kemudian ia pun berlalu kedalam terlebih dahulu.
Ria, Lula dan ibu Sari berkumpul di ruang tamu sambil berbincang menunggu kabar dari Gunawan yang sudah menuju ke rumah pak Santoso.
Beruntung besok dan lusa Ria juga Lula tidak pergi ke kampus karena tanggal merah, jadi mereka tidak di kejar waktu.
"Ria, semoga kalian berdua kembali dalam keadaan sehat dan baik-baik saja nanti ya nak". doa ibu Sari.
Lula dan Ria pun mengaminkan doa Bu Sari.
Sekarang Gunawan sudah bersiap akan memasuki rumah pak Santoso, ia juga sekarang sudah di depan rumah setelah tadi menunggu di masjid sambil melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu.
Gunawan sudah menghubungi Ria, dan tidak beberapa lama ia melihat Ria, Philip dan beberapa pasukan nya sudah berkumpul di depan mobil Gunawan.
Gunawan turun dari mobil kemudian mulai memasuki halaman Rumah untuk mencoba masuk, Ria bilang nanti Datuk dan para makhluk-makhluk pasukan nya yang kemarin membantu nya akan ikut setelah mereka masuk.
Awalnya Gunawan tidak di izinkan masuk, namun setelah ia menyebutkan nama Ayahnya. ia pun di izinkan masuk seorang diri setelah di periksa memastikan Gunawan tidak membawa senjata tajam.
Gunawan terlihat masuk seorang diri, padahal Ria juga Philip sudah ada bersamanya dari tadi dan setelah Gunawan di persilahkan duduk di teras sambil menunggu mereka memanggil ayah nya.
Datuk dan para pasukan lain pun Masuk dan membuat para penjaga tidur di tempat nya seperti orang pingsan, ada juga yang sudah mulai berperang melawan makhluk-makhluk penjaga Rumah seperti kemarin.
Gunawan dan Ria pun bergegas mencari di mana Sukma juga Raga dari Syakila yang menjadi inang dari semua makhluk yang ada di sini.
__ADS_1
"Kita berpencar Mas, hati-hati aku akan mencari Sukma dari Syakila untuk mengembalikan ke raganya" ujar Ria terlihat membawa senjata Mandau bergagang tulang dan berukir kepala naga yang memang sudah di berikan kepadanya.