
"Syukur lah kamu sudah sadar nak". ucap ibu dan bapak ayu sambil memeluk tubuh Ayu bergantian mereka juga memeluk Ria, berkali-kali mereka mengucapkan terimakasih.
Semua orang pun akhirnya kembali ke kamar masing-masing, Orang tua Ayu rencananya mungkin akan membawa Ayu untuk kembali ke rumah untuk sementara besok.
Ria juga memberikan beberapa botol air doa yang tadi dia siapkan, ada yang untuk mandi dan untuk minum.
"Ingat lah subuh nanti mandi dan bilas lah badan mu dengan air ini supaya kamu tidak lagi di incar". ujar Ria menjelaskan setelah semua pergi, hanya tinggal Lula juga kedua orang tua Ayu yang masih ada di dekat Ayu dan Ria.
"Terimakasih banyak atas bantuannya Nak Ria, jika bukan karena kamu bapak dan ibu tidak tahu apa yang akan terjadi sama Ayu". ucap bapak Ayu.
"Tidak pak, semuanya karena bantuan Allah SWT, dan orang-orang yang ikut membaca doa untuk Ayu". jawab Ria.
"Tapi Allah memberikan pertolongan melalui perantara kamu nak, Terimakasih banyak". ujar ibu dari Ayu menimpali.
"Setelah ini, kita harus lebih mendekatkan diri dengan Allah yang maha kuasa ya nduk". ujar bapak Ayu kepada anaknya.
Ayu mengangguk patuh, ia sadar selama ini memang ia sempat lalai dengan kewajiban nya.
"Sebaiknya sekarang saya dan Lula kembali ke kamar lagi, karena sudah hampir larut. kamu istirahat ya Ayu, jangan lupa sebelum tidur berdoa dulu". pinta Ria.
Akhirnya Ria dan Lula sudah kembali ke kamar nya, Lula dari tadi tidak banyak bicara seperti biasanya.
"Lula, apakah kamu baik-baik saja?". tanya Ria saat keduanya sudah di kasur masing-masing.
"Ria, aku sangat khawatir sama kamu sekarang. kamu sudah membuat tumbal mereka gagal, apakah mereka akan diam saja?". tanya Lula sambil berbalik menghadap Ria di depan nya.
"Aku tidak akan kenapa-napa, kamu tenang saja. ahh ini aku punya sesuatu untuk kamu, di pakai ya. jangan di lepas". ujar Ria menyerahkan sebuah Kalung berbuah batu kecil berwarna ungu.
"Untuk apa ini Ria, aku tidak sedang ulang tahun" tanya Lula.
__ADS_1
"Ini dari leluhur ku, ia sengaja memberikan ini untuk mu. supaya kamu tidak bisa di tempel atau di incar seperti Ayu". jelas Ria bangun dan memasang kan kalung itu untuk teman nya Lula.
"Terimakasih Ria, sebenarnya aku takut nanti aku juga jadi incaran oleh mereka". ucap Lula sambil memegang kalung itu.
"Mereka hanya mengincar gadis-gadis Perawan Lula". Ria ingin menggoda Lula agar ia tidak khawatir lagi.
"Maksudnya, aku sudah tidak perawan lagi. waahh Ria, bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu terhadap aku. besok aku akan meminta dokter untuk memeriksa keperawatan ku dan memberikan hasil nya untuk mu". ujar Lula sudah mulai kembali ke mode Rombengan nya.
"Hahahaha aku hanya bercanda, makanya aku memberi kan Kalung ini untuk jaga-jaga. batu ini sepasang dengan gelang ku, Lihat". ujar Ria menunjukkan gelang miliknya.
"Uuuuu kamu sahabat ku mulai sekarang". ucap Lula sambil memeluk Ria.
"Baru sekarang kau anggap aku sahabat, kemarin-kemarin tidak?". goda Ria sambil pura-pura merajuk.
"Bukan seperti itu, kau ini". ucap Lula memukul pelan lengan Ria karena kesal ia seperti seseorang teman yang tidak baik.
"Baiklah aku hanya bercyyaaaandaaa, berccyyanndaaa" ujar Ria kemudian mereka tertawa bersama.
Selama beberapa hari yang terlewat Ria sebenarnya merasakan kalau dia di ikuti oleh seseorang yang sepertinya di perintahkan oleh pak Santoso.
Mungkin beliau tahu Ria lah yang sudah menggalakkan tumbal yang ia persembahkan untuk makhluk yang membuat nya mendapatkan kekayaan.
Namun Ria pura-pura tidak tahu saja, padahal Rinjani dan Philip selalu memberikan laporan untuk Ria. apa saja yang ingin mereka rencanakan Ria tahu, tapi ia masih menunggu waktu yang tepat untuk beraksi bersama Gunawan.
Gunawan juga seperti biasa, selalu menanyakan kabar Ria dan apa saja yang Ria lakukan jika dia ada waktu.
Ria juga diam-diam menyelidiki kelebihan apa yang di miliki oleh Gunawan, dan sepertinya ia sama seperti Ria.
Sama-sama memiliki khodam keturunan, hanya saja Gunawan benar-benar belum menyadari semua nya.
__ADS_1
Ria pernah bermimpi bertemu dengan laki-laki Tua bersorban sedang duduk di sebelah seekor Singa besar, mungkin sekitar 5 kali ukuran singa yang biasa kita lihat.
Beliau menjelaskan kalau dia adalah penjaga dari Gunawan, Hanya saja Gunawan dulu juga pernah di tutup mata batin nya karena ia masih terlalu kecil dan kemarin beliau lah yang memberikan gelang tasbih yang di pakai oleh Gunawan.
Ria sekarang faham kenapa kemarin Ayu begitu kesakitan saat di pegang oleh Gunawan, mungkin karena gelang yang ia pakai menyalurkan energi untuk menekan aktivitas di dalam tubuh Ayu.
Ria bertanya apakah ia harus memberi tahukan ini semua kepada Gunawan atau tidak, dan beliau berkata tidak usah, karena nanti beliau akan muncul jika memang sudah saatnya.
Jadilah Ria menyimpan ini semua dari Gunawan karena tidak ingin lancang mendahului beliau yang sudah menjaga Gunawan.
"Ayu Lula, kamu sudah siap-siap kan, mas Gunawan sudah di depan. pastikan tidak ada barang-barang mu yang tertinggal". ujar Ria pada Lula yang sudah bersiap untuk kembali ikut ke rumah Gunawan.
"Baik, Ma". Lula seperti biasa akan memanggil Ria dengan sebutan mama jika sahabat nya itu sudah mulai menceramahi nya.
"Hihihi, pinter anak Mama". ujar Ria sambil terkekeh.
"Kau yakin dengan apa yang ingin Kamu lakukan Ria, ini terlalu beresiko". ujar Philip yang sudah ada di belakang Ria dan mengikuti kemana Langkah Ria pergi.
"Mengerti lah Philip, jika kita biarkan akan banyak lagi korban-korban di luaran sana. jangan khawatir para Datuk dan pasukan nya akan membantu Ria, jangan menghalangi kemampuan Ria untuk menolong orang lain". ujar Rinjani yang juga ada di situ.
"Rinjani, kau tidak khawatir pada adikmu?". ujar Philip marah dan membentak Kakak kembar Ria, Ria yang baru kali ini melihat Philip marah sedikit terkejut.
Ria menatap wajah Philip, ada ketakutan dan kesedihan terlihat di sana. tapi untuk mundur Ria Merasa tidak mungkin, ia melakukan ini bukan hanya untuk orang lain tapi juga untuk dirinya.
"Bagaimanapun seperti yang kamu juga tau Philip, bukan kah aku juga di incar sebagai pengganti dari tumbal yang kami selamatkan?". ujar Ria berbisik di belakang Lula karena tidak ingin sahabat nya ketakutan.
Philip terdiam, benar ucapan Ria. beberapa hari ini dia dan Rinjani Terus menghalangi semua ilmu-ilmu gaib yang memang di kirim untuk mengambil Sukma Ria.
"Kau faham sekarang kenapa Ria akan turun langsung bukan?". ujar Rinjani pada Philip yang sekarang sedang menatap kepergian Ria dan Lula yang sudah di jemput oleh Gunawan.
__ADS_1
"Semoga Gunawan bisa menjaga mu Ria, aku tidak bisa pergi begitu saja meninggalkan mu tanpa ada seseorang yang sudah pasti bisa menjaga mu menggantikan diriku". ujar Philip kemudian pergi meninggalkan Rinjani.
Sebenarnya mereka berdua pasti sedang mengawasi perjalanan Ria dan Lula juga Gunawan sekarang, tapi mereka mengikuti nya dengan cara mereka sendiri sebagai makhluk ghaib.