Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
64 Sosok Lain.


__ADS_3

"Hahahaha, bercyaanndaaa.. bercyanndaaa".ujar Ria tertawa memasuki kamar mereka dan akhirnya mereka pun sampai di kamar mereka juga.


Ke esokan harinya Lula dan Ria seperti biasa ke kampus dengan berjalan kaki, di jalan mereka berpapasan dengan sebuah mobil yang tiba-tiba membunyikan klaksonnya hingga membuat Ria dan Lula menoleh bersamaan. Mereka bingung kenapa mobil itu membunyikan klaksonnya sementara Ria dan Lula sudah berjalan di pinggir.


Mobil itu pun berhenti tepat di depan Lula dan Ria, kemudian mobil itu membuka kaca depan nya. terlihat lah di sana siapa yang membawa mobil itu, ternyata Bang Frans yang tadi malam.


"Kalian sudah mau berangkat, mau nebeng gak?". tanya nya santai, ia sedang dengan seseorang wanita hamil di mobil. mungkin dia istri nya yang tadi malam di katakan akan mandi-mandi tujuh bulanan itu.


"Nggak bang makasih, kita jalan aja tanggung. itu istrinya ya bang, cantik amat". ujar Lula sambil menunjuk ke dalam mobilnya bang Frans, sementara Ria seperti biasanya ia hanya tersenyum saja membiarkan sahabat nya berbicara.


"Iya donk cantik, selera Abang bukan kaleng-kaleng. sayang kenalin mereka teman nya Gunawan yang tadi malam aku cerita kan". Frans mengenalkan Lula dan Ria.


"Haiii salam kenal, aku Unge pasti udah pada tau kan. kalian bener gak mu ikut kita?". tanya Unge pada Ria dan Lula.


"Makasih mbak, udah Deket tinggal satu belokan lagi. sekalian olah raga". ujar Ria sekarang giliran yang menjawab.


"Ya sudah Abang mau pergi dulu ya, Dede bayi nya nggak mau diem di rumah. mau jalan-jalan aja". ujar Frans sambil tertawa-tawa.


Sementara Unge Hanya tersenyum simpul dan menatap Ria, sekelebat Ria melihat wajah lain dari wajah Unge. namun hanya hitungan detik membuat Ria tidak bisa memastikan penglihatan nya benar atau salah.


"Hati-hati ya bang bawa mobilnya". ujar Lula dan di angguki oleh Ria.

__ADS_1


"Siap, kalian juga jalan hati-hati, Jangan lupa ya nanti ke rumah pas acaranya". ujar Frans kemudian melanjutkan mobil nya terlebih dahulu.


Ria yang masih menatap mobil milik Frans membuat Lula bingung, karena Ria tidak segera melangkahkan melanjutkan menunju kampus. "Ria ada apa?". tanya Lula akhirnya mengejutkan Ria.


"Lula, aku melihat sosok lain di mobil Abang Frans. tapi sosok itu sepertinya pernah aku lihat dan sosok itu sangat menyeramkan kemarin. namun sosok kali ini lebih-lebih menyeramkan dari kemarin lagi". ujar Ria menjelaskan pada Lula.


"Kamu melihat sosok apa di mobil Ria, kau jangan membuat ku takut lagi". ujar Lula memegang lengan tangan Ria yang sekarang sudah berjalan lagi menuju kampus.


"Kemarin yang aku lihat beberapa sosok di rumah pak Santoso. tapi ini seperti dua sosok yang di satukan, Dia wanita berekor dan berwajah ular dengan sayap kelelawar di punggung nya". jelas Ria lagi.


"Bagaimana mungkin bisa ada di mobil Abang Frans, bukan kah dia tidak ada hubungan nya dengan kasus mu kemarin Ria". ujar Lula lagi, namun pembicaraan mereka berdua berhenti saat melihat seorang wanita cantik berjalan menuju ke arah mereka, Ria mengenal siapa wanita itu dan tersenyum.


Berbeda dengan Lula yang heran, kenapa wanita itu berjalan ke arah mereka dengan tersenyum. wanita itu pun akhirnya sampai di depan Ria dan Lula yang sudah berdiri di depan pintu pagar kampus.


"Syakila kamu sudah sembuh, ahh tidak. aku harusnya memanggilmu dengan sebutan kakak sekarang, karena kakak seumuran dengan mas Gunawan". ujar Ria.


"Syakila!?, nama ini tidak asing. kira-kira siapa ya?". tanya Lula dalam hatinya sendiri berusaha mengingat seseorang yang bernama salsa.


"Kak kenalkan ini teman ku Lula,kami tinggal di asrama yang sama". ujar Ria.


"Hai,aku Syakila. senang berkenalan dengan mu".ujar salsa mengulurkan tangan nya kepada Lula dan di sambut oleh nya sambil menyebut nama dia balik.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Ria,maaf jika aku mengganggu kegiatan mu,aku ke sini ingin mengucapkan banyak terimakasih. Jika bukan karena dirimu mungkin selamanya aku akan terbelenggu dengan makhluk-makhluk itu". ujar Syakila kemudian menjelaskan maksud kedatangan nya.


"Jangan berterima kasih kak, itu sudah kewajiban kami sebagai manusia. Ria juga tidak bisa melakukan semuanya jika tidak di bantu oleh Lula, mas Gunawan dan ibu Sari yang semalaman menjaga ragaku". ujar Ria menjelaskan.


"Jadi kamu juga membantu, terimakasih banyak Lula". ujarnya juga memeluk tubuh Lula akhirnya.


"Sama-sama kak, aku tidak membantu banyak hal". ujar Lula kemungkinan.


"Bagaimana pun jika buka karena kalian aku tidak akan bisa kembali ke raga ini terima kasih banyak. tapi maaf aku tidak memiliki apapun untuk membalas kebaikan kalian". ujar Syakila sedih.


"Kami tidak ingin apapun kak, dan aku Ria ingin meminta maaf karena Ria mungkin semua musibah kakak sekarang banyak sekali". Ria mengingat Gunawan sempat bercerita jika semua aset perusahaan dan juga rumah Syakila yang habis di sita juga terbakar habis


"Dan Ria turut berdukacita tentang ayah kakak, juga ibu kakak semoga cepat di beri kesembuhan". ujar Ria lagi.


"Ria, ini bukan salah mu. mereka mendapatkan itu dengan Cara yang salah dan haram. jadi tuhan ambil semua itu agar aku tidak makan uang haram lagi dan untuk mama ku, terima untuk doa nya. semoga tuhan mengabulkan doa mu". ujar Syakila.


Ria menarik nafas nya panjang, sebenarnya Ria tadi malam melihat mama dari Syakila sekarang sedang di buat mainan oleh Roh-roh yang memiliki dendam dengan beliau. Roh-roh ini adalah roh dari mereka yang sudah menjadi korban nya yang masih tidak ingin pergi menuju cahaya sebelum mereka puas untuk membalas dendam pada beliau, mereka menyiksa Roh mama Syakila di dekat raganya yang sekarang berbaring koma dan belum mengizinkan dia untuk memasuki tubuhnya lagi.


Ria tidak bisa membantu karena Rinjani dan Datuk merasa itu bukan lagi kewajiban mereka, bagaimana pun beliau harus bertanggung jawab dengan perbuatannya dulu. walaupun Ria merasa kasihan tadi malam melihat beliau di cambuk dan kadang di pukul menggunakan benda seperti palu besar berkali namun tidak bisa mati.


Syakila, Lula dan Ria pun akhirnya berpisah setelah bercerita beberapa saat. karena waktu mereka masuk ke kelas sudah dekat, berkali Syakila mengucapkan terimakasih dan berdoa untuk keselarasan juga kesehatan untuk Ria juga Lula.

__ADS_1


Lula dan Ria pun berpisah menuju kelas mereka masing-masing mengikuti mata kuliah nya.


"Maaf kan aku kak Syakila, bukan nya aku tidak ingin membantu. sedih sekali rasanya melihat mu menangis seperti tadi, namun itu adalah takdir yang tidak bisa aku rubah". Ria sedikit melamun di kelas.


__ADS_2