Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
24. Beliau yang membimbing saya.


__ADS_3

"Baiklah, aku harap bisa secepatnya menolong mu Astri, bersabarlah sedikit lagi". ucap Ria.


"Ini nduk, maaf hanya bisa menyuguhkan ini". ujar nya sambil menyuguhkan segelas teh Hangat.


"Ini juga sudah sangat merepotkan ibu, Terimakasih banyak Bu". ujar Ria.


"Kamu dari mana, ada perlu apa nduk ke Sini?". tanya nya.


"Saya asli orang Kalimant*n bu. tapi saya sekarang sedang kuliah di kampus X jurusan kedokteran". jelas Ria.


"Oe kamu kuliah di kampus itu, dulu juga ibu kuliah di situ, makanannya sekarang ibu sudah jadi dokter di salah satu puskesmas di Desa ini". jelas ibu Sari.


"Jadi, kamu ada perlu apa dengan ibu nduk?". tanya nya ramah.


"Maaf Bu,saya di minta tolong untuk menanyakan sesuatu oleh ibu Astri,ibu tau di mana keberadaan orang tua dari sahabat ibu itu?". ujar Ria dengan cepat menjelaskan maksud kedatangan nya.


"Kamu kenal dengan Astri, di mana dia sekarang apakah kamu anaknya?". tanya ibu Sari terkejut mendengar nama sahabat nya di sebutkan.


"Bukan Bu, saya bukan siapa-siapa ibu Astri, hanya saja Beliau meminta saya untuk mencari keberadaan orang tua nya Bu,beliau ingin pulang. tapi tidak bisa". ucap Ria.

__ADS_1


"Kenapa nggak bisa nduk, apakah sekarang dia ada di kota mu. jika dia tidak punya biaya untuk pulang, ibu bisa memberikan uang untuk nya pulang.


Sahabat ku ini memang bodoh, bisa-bisa dia pergi ke tempat yang jauh di sana". ucap Bu sari sedih, tanpa tau kebenaran nya.


"Iya Sar, aku memang bodoh.


harus nya malam itu aku mendengar kan nasehat mu untuk tidak keluar asrama malam-malam sendirian". Astri kali ini menjawab dengan Isak tangis yang makin menjadi.


"Bu, ibu Sari tidak pergi jauh seperti yang selama ini orang-orang kira Bu". ucap Ria mulai berusaha menjelaskan.


"Beliau juga ada di sini sekarang, sedang menangis di samping ibu". Ria melanjutkan pembicaraan.


karena sebagai seorang dokter, beliau tidak percaya yang seperti itu. ibu Sari fikir Ria orang tidak waras.


"Ibu, maafkan saya harus berkata jujur ke ibu, Sahabat ibu sudah tiada di dunia ini sekarang". jelas Ria lagi.


"Lalu bagaimana kamu bisa tau tentang sahabat ku Astri, nduk kamu baik-baik saja kan.


kamu sedang tidak sakit apapun". ujar Bu Sari berusaha tenang.

__ADS_1


Taakkk tiba-tiba saja foto ibu Sari dan Astri terjatuh dari meja, membuat ibu Sari terkejut. "Maaf Bu, mungkin ibu tidak akan percaya dengan apa yang saya katakan,tu sahabat ibu yang melakukan nya.


itu foto ibu ber dua kan, baru saja beliau menjelaskan siapa yang ada di dalam foto itu". ucap Ria.


"Nduk, maksud mu apa?". kini Bu sari sudah menangis mulai memahami semuanya.


"Sahabat ibu, sudah meninggal sejak malam dia pamit untuk mencari makan bu. beliau bukan pergi dengan seseorang, tapi beliau di culik.


sempat beberapa lama di sekap, juga di siksa sebelum akhirnya di bunuh bu". ucap Ria.


"Ya tuhan Astri, kanapa bisa begini. Kamu tau dari mana semua ini nduk". Tanya ibu Sari sambil menangis.


"Sahabat ibu yang menjelaskan pada saya dan membimbing saya untuk ke sini Bu, beliau ingin meminta tolong agar jasadnya segera di temukan supaya bisa di makam kan dengan layak.


beliau juga ingin agar penjahat yang melakukan ini semua bisa di tangkap dan di adili, tapi hal yang paling utama adalah beliau ingin bertemu dengan kedua orang tua nya.


sahabat ibu belum tenang pergi sebelum bertemu dengan mereka dan menjelaskan kesalahan pahaman ini". jelas Ria panjang lebar.


"Ibuk, Gunawan pulang, ini pesanan ibu". tiba-tiba ada suara seorang pria muda datang dengan membawa bungkusan masuk ke rumah.

__ADS_1


"Ibu, kenapa menangis, ada apa buk, siapa dia?". tanya laki-laki yang bernama Gunawan ini sambil menunjuk ke arah Ria.


__ADS_2