Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
74 Tidak Ingin Di Ungkapkan.


__ADS_3

"Aku di kuburkan di dalam Rumah tua di jalan Xx".ujar Tatik memberi tahu di mana dia di kuburkan untuk menghilangkan jejak pembunuhan padanya.


Kemudian Ria dan Lula pulang setelah ia mendengar kan penjelasan dari Tatik, Ria sekarang sedang bingung bagaimana caranya ia bisa mengungkapkan kasus Tatik. apakah dia harus mengatakan semuanya pada ibu Darminah yang sekarang sedang sakit, tapi Ria tidak sampai hati mengatakan semuanya sekarang.


Lula juga sudah mendengar penjelasan dari Ria setelah mereka sampai di Asrama barusan, ia juga bingung harus berbuat apa.


Mengingat pembunuh*n itu tidak hanya melibatkan satu orang saja, dan mereka yang terlibat juga bukan orang-orang sembarang.


"Bagaimana Ria, kau sudah bisa mencari jalan keluar nya. kita tidak bisa menuduh mereka tanpa bukti, dan Tatik juga sebenarnya tidak ingin menyeret kita dalam masalah ini. dia hanya ingin agar mayatnya di temukan dan di kuburkan setelah susuk yang ada pada tubuhnya di buang". ujar Lula setelah mendengar penjelasan Ria.


"Sepertinya kita bantu urus dulu prosedur pengobatan adiknya agar segera mendapatkan penanganan sementara di rumah sakit dan dengan bantuan pemerintah. setelah anak laki-laki nya mendapatkan penanganan aku yakin kondisi ibu Darminah bisa lebih stabil untuk mendengarkan penjelasan kita, barulah kita mencari keberadaan Tatik, tepatnya di mana dia di kuburkan". ujar Ria.


"Kamu benar, besok ayo kita ke rumah sakit dan tanyakan apa saja yang kita perlukan untuk mengajukan bantuan pada keluarga Bu Darminah. tapi Ria,aku bingung kenapa Tatik tidak ingin pembunuhan nya di selidiki". ujar Lula.


"Aku tidak tahu, mungkin seperti penjelasan Tatik tadi. orang-orang yang membun*hnya bukan lah orang-orang sembarang, dan dia tidak ingin kita terkena masalah, tapi yang lebih penting menurutnya adalah bisa memberikan uang untuk biayanya operasi Adiknya". jelas Ria.


"Aku yakin, sebenarnya Tatik adalah wanita yang baik, hanya saja karena keadaan sedikit membawanya ke jalan yang salah dan membuat mencari uang dengan cara yang menurut kita tidak baik". ujar Ria lagi.


"Kamu benar, Tidak semua wanita yang terjun ke dunia malam hanya mencari kesenangan dengan cara instan, mungkin juga ada beberapa yang terpaksa melakukan itu semua karena keadaan yang terdesak, tapi tetap saja kita tidak boleh menggunakan cara itu untuk mencari jalan keluar nya bukan?". ujar Lula lagi.

__ADS_1


"Ya.., kita hanya bisa melihat dan menilai Lula. kita tidak mengerti kenapa mereka memilih jalan menuju ke lubang hitam itu, dan mungkin karena itu juga yang membuat Tatik tidak ingin membuat kasus ini terungkap. ia tidak ingin ibunya semakin kecewa dan sedih jika mengetahui anak nya bekerja seperti itu". Ria Terus bertukar cerita dengan Lula.


"Kamu benar, Tatik pasti tidak ingin ibunya tau tentang pekerjaan nya hingga membuat dia mengalami nasib tragis itu". ujar Lula.


setelah bercerita banyak akhirnya keduanya pun memilih untuk tidur agar besok bisa segera mengurus apa saja persyaratan untuk adik Tatik.


Pagi sekali kedua sahabat itu sudah bangun dan bersiap untuk menjalankan rencana mereka mengurus bantuan ke rumah sakit, beruntung nya mereka bisa menyelesaikan prosedur itu dengan cepat kebetulan malam kemarin mereka sudah meminta bukti-bukti pemeriksaan penyakit yang di deritanya anak Bu Tatik.


Mereka pun bergegas ke rumah buk Darminah pada siang harinya mereka langsung ke rumah Tatik agar bisa langsung membawa adiknya untuk di periksa di rumah sakit, memastikan semua sudah baik dan sudah sesuai dengan penanganan pertama yang harus di dapatkan oleh anak Bu Darminah.


Bu Darminah juga terlihat lebih baik dari kemarin karena mungkin ia sudah bisa sedikit Istirahat. Anak Bu Tatik sekarang sudah di rawat inap agar bisa di pantau perkembangan nya, dan memang benar anak Bu Darminah harus mendapatkan operasi pengangkatan tumor, juga mereka perlu biaya tambahan karena ada beberapa yang tidak di cover biayanya.


Ria bilang pada ibu Darminah agar besok meminta suaminya yang menemani anaknya di rumah sakit, karena Ria dan Lula ingin membantu beliau mencari keberadaan putri nya. yang memang sebenarnya sudah di ketahui keberadaan nya hanya saja Ria dan Lula mengatakan mereka masih berusaha mencari di mana Tatik.


"Terimakasih Nak, kalian berdua banyak membantu ibu. tapi bagaimana cara kita menemukan Tatik di kota yang besar di sana?". ujar Ibu Darminah lagi.


"Eee,, kami meminta bantuan teman kami yang bekerja sebagai aparat agar bisa membantu menemukan Tatik kemarin Buk dan dia bilang mungkin dia sudah menemukan keberadaan Tatik. dia hanya ingin ibu memastikan apakah benar itu Tatik anak ibu apa bukan?". jelas Ria masih belum bisa berkata jujur pada Bu Darminah.


"Terimakasih banyak nak, ibu tidak tahu harus bagaimana jika tidak ada kalian berdua. mungkin ibu sudah hampir menyerah dengan keadaan". ujar Bu Darminah sambil menangis.

__ADS_1


"Semua ujian pasti ada jalannya buk". ujar Lula dan kemudian mereka pamit karena hari sudah malam.


"Hari ini kita harusnya liburan kan Ria, tidak ke kampus. tidak belajar, tapi kenapa kita masih ada saja yang harus di kerjakan". ujar Lula menghempas kan dirinya di kasur setelah ia selesai membersihkan dirinya.


Ria yang sudah terlebih dahulu tidur di kasur nya setelah tadi dia lah yang membersihkan diri pertama ketika pulang ke asrama hanya tersenyum mendengar ucapan Lula.


"Kau lelah Lula, ini belum seberapa dari nanti lelahnya kita jika sudah lulus dan mengabdikan diri kita untuk masyarakat. bukan kah nanti kita juga di sumpah untuk membantu sesama manusia bukan?". Ria menjelaskan pada Lula.


"Kau benar, kita nanti di sumpah untuk membantu manusia. tapi sekarang kita juga membantu Hantu, Roh gentayangan atau apa lah itu namanya". ujar Lula.


"Sebelum mereka menjadi seperti ini, mereka juga manusia Lula. jika saja mereka meninggalkan dunia ini dengan cara yang wajar mungkin mereka tidak akan menjadi seperti hantu atau apapun seperti yang kau sebut kan tadi". jawab Ria lagi.


"Kau benar, hufffttt harus kah aku meminta mas Gunawan membantu Ria. mungkin kita perlu bantuan nya untuk menemukan di mana Tatik?". ujar Lula.


"Kau tidak masalah dia bertemu dengan ku, nanti kamu cemburu lagi". ujar Ria bercanda pada Lula.


Buugghhhh sebuah bantal tiba-tiba melayang ke arah Ria dan tepat mengenai wajah nya.


"Kau ini, bagaimana pun kau sahabat ku. aku tidak akan pernah cemburu pada mu yang jelas-jelas sudah menolak mentah-mentah calon suami ku, dan jika mas Gunawan kembali memiliki perasaan padamu maka aku akan meninggalkan nya". ujar Lula kesal pada Ria.

__ADS_1


"Hahaha, jangan marah cantik. aku rasa mas Gunawan sudah jatuh cinta padamu, kau tau kan dia kulkas 5 pintu. sekarang hampir tiap malam selalu sleep call dengan mu dan menayangkan kabar mu kan, perhatian nya juga sekarang sudah sangat baik pada mu". ujar Ria lagi.


"Ya semoga saja benar, tap jika salah. aku rasa aku cukup cantik untuk mendapatkan yang lebih baik dari dia. kau tau, kemarin Kakak senior kita yang tampan itu meminta nomer hp ku, Hahahaha". Lula tetap lah Lula, ujar Ria menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya ini.


__ADS_2