Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
84 Bagaimana Jika.


__ADS_3

"Yuni sayang sama Mas, mau selama sisa hidup nya Yuni selalu sama Mas dan orang terakhir yang Yuni lihat saat nanti Yuni pergi adalah wajah nya Mas ya". ujar Yuni membuat suami nya bingung namun masih berusaha tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Malam harinya tepat tengah malam, Yuni kembali merasakan sakit di lehernya lagi. sudah waktunya dia melepaskan kembali kepalanya, namun lagi-lagi tidak bisa karena dia membutuhkan minyak kuyang miliknya.


Dia sudah tersiksa dengan nafas yang terengah-engah, entah kenapa dia jadi membayangkan semua ibu-ibu yang sudah menjadi korban nya.


Yuni memang tidak bisa memiliki anak, jadi dia tidak merasakan bagaimana rasa nya saat hamil. karena walaupun wajahnya muda tetap saja sebenarnya dia sudah berumur, atau mungkin sudah lama sekali dia menopause.


Suaminya sekarang sudah tidur nyenyak di sebelah nya, tidak tahu dengan keadaan Yuni yang sedang berusaha untuk bernafas saja susah.


Rinjani memperhatikan Yuni berdiri tepat di samping nya, ia tidak ingin membantu. betul-betul hanya melihat saja, dan tidak mengatakan apapun.


Yuni menatap Rinjani dengan wajah sedihnya seperti meminta tolong, namun Rinjani malah pergi. ya Rinjani hanya ingin memastikan bagaimana keadaan Yuni sekarang karena di pinta oleh Ria, karena adiknya sebenarnya khawatir dengan keadaan Yuni.


"Maaf kak, bukan nya kami tidak ingin membantu mu. tapi hanya ini cara agar kamu bisa kembali menjadi manusia yang biasa saja, dan tidak ingin melanjutkan ilmu yang kau gunakan sekarang". ujar Rinjani berbicara sendiri di perjalanan nya menuju rumah Kakek Darma.


"Bagaimana keadaan nya kak?". tanya Ria pada Rinjani setelah melihat Kakak nya sudah Kembali.


"Dia sangat kesaktian, aku tidak tega melihat nya. namun jika kita biarkan dia terus dengan ajian nya menjadi kuyang. maka kasihan juga ibu hamil dan bayi-bayi yang menjadi korban" ucap Rinjani.


"Bagaimana baiknya menurut kakak?". Ria bingung sekarang, biasanya dia hanya membantu Roh-roh penasaran untuk menuju cahaya, atau menolong orang-orang yang di incar untuk di jadikan tumbal.


Ria baru kali ini bertemu dengan kasus seseorang yang memiliki ilmu kuyang seperti ini, manusia yang hidup dan apakah Ria bersalah jika membiarkan nya merasakan kesakitan sekarang.


Yuni sendiri semakin tidak kuat menahan sakit di lehernya, matanya merah juga terlihat air mata menggenang di pelupuk matanya yang melotot ke atas.


"Kkhheekkkk,,, khheekkk,,, kkkhheekkkk". Yuni ingin bersuara tapi tidak bisa, mulutnya terkunci. dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya, bahkan mungkin sebenarnya jika kepala nya sudah lepas Yuni sudah tidak ingin apa yang dia lakukan.

__ADS_1


Ia hanya tahu nikmat nya rasa darah saat dia menyedot nya dari rahim para ibu hamil.


"Aaaa,,, kkhhheeekkk,,, khheekkkk".Lagi suara nya Hanya terdengar seperti suara orang yang tercekik.


Suaminya yang terganggu dengan suara itu pun akhirnya bangun, posisi nya sekarang sedang membelakangi istrinya Yuni dan alangkah terkejutnya dia melihat keadaan Yuni yang sudah seperti itu.


Mata merah, melotot, dengan leher yang terangkat seperti seseorang yang sedang kejang.


Suaminya menggoyang-goyangkan tubuh Yuni namun Yuni tidak bisa berbuat apa-apa.


"Yuni, kamu kenapa. istighfar Yun, heyyy.. ya Allah". ujar suaminya panik melihat tubuh istrinya kaku di sebelah nya.


"Kkhhheehhhh,,, khheekkk". ujar Yuni tidak bisa menjawab suaminya.


"Astaghfirullah, tunggu sebentar Mas panggil kan kakek Darman dan pak ustad dulu ya Yun". ujar Suaminya bangkit dari kasur.


Yuni sebenarnya ingin melarang suami nya, namun apa daya. ia tidak bisa melakukan apapun sekarang, Yuni sangat khawatir bagaimana jika rahasianya terbongkar.


Bahkan saat suami belum juga di karuniai anak darinya pun memang suami nya tidak pernah marah atau mengungkitnya.


Bagi suami nya asalkan mereka berdua sehat tidak masalah jika tidak memiliki keturunan, atau jika mau mereka bisa mengadopsi anak nanti. begitu lah ucapan suami nya pada Yuni, yang membuat nya semakin sedih.


Sebenarnya Yuni sebagai seorang istri pun adalah istri yang baik dan berbakti, tidak pernah membantah atau mengeluh pada suami nya dan menerima apapun keadaan dan berapapun rezeki yang suaminya dapatkan.


Seandainya dia manusia normal, pasti mereka betul-betul bahagia dan bisa bersama suaminya sampai nanti mereka tua.


Namun seperti yang Ria bilang, memang Yuni harus pergi setiap 20 atau 25 tahun setelah ia menikah dengan para suaminya. bukan karena suami nya tidak mencintai dia atau dia tidak mencintai suaminya.

__ADS_1


Tapi Yuni tidak ingin ada yang curiga dengan keadaan nya yang tidak pernah menua sama sekali, terpaksa dia harus pergi meninggalkan para suami nya yang seharusnya dia urus sampai akhir hayatnya.


"Maaf kan Yuni Mas". ujarnya dalam hati setelah mengingat semua tentang kehidupan nya yang lampau, betapa jahatnya dia meninggal para suami nya di hari tua mereka karena tidak ingin kehilangan ajian yang dia miliki.


Keegoisan Yuni sekarang sirna di buat Ria dan Rinjani, apakah memang sudah saat nya dia pergi dari dunia ini. karena Yuni tahun, jika ilmu ini tidak di salin maka dia akan mati setelah ilmu nya di ambil.


Berbeda jika ada yang mau meneruskan, maka dia bisa hidup tapi dengan wajah yang mungkin langsung menua seperti nenek-nenek dan kehilangan kecantikan nya.


"Mas, aku ingin bisa menemani mu di akhir hidup ku sebenarnya, namun kamu masih muda, jika nanti kamu menikah lagi mungkin kamu bisa memiliki keturunan". fikir Yuni lagi di tengah ia berjuang melawan rasa sakit yang di deritanya sekarang.


"Aku mencintaimu Mas, rasanya takut sekali jika aku harus pergi meninggalkan mu. tapi bagaimana jika nanti kamu tahu siapa aku ini sebenarnya, apakah kamu masih ingin bersama ku mas". Yuni ketakutan sekali sekarang, jika suami nya datang membawa kakek Darman dan pak ustad, di tambah Ria juga pasti ikut jika kakek nya ke sini.


Suami Yuni sekarang sudah mengetok-ngetok Rumah pak ustad untuk melihat keadaan istrinya dan setelah di buka kan pintu ia segera menjelaskan keadaan Yuni.


Kemudian dia dan pak ustadz langsung menuju rumah kakek Darma untuk meminta bantuan, takut nya mereka tidak sanggup untuk menolong Yuni yang menurut keterangan suami sedang kerasukan.


Bagaimana pun kakek Darma sepuh di kampung juga terkenal dengan ilmu kebatinan nya jika berurusan dengan hal-hal dan dunia ghaib.


Dukkkk... dukkkk.. dukkkk.


Terdengar suara pintu kayu di gedor pelan oleh pak ustad untuk di depan Rumah kakek Darma. yang sebenarnya dia juga Ria sudah menunggu kedatangan dari Suami Yuni karena mereka tahu jika Yuni sedang tidak baik-baik saja kondisi nya.


"Assalamualaikum kakek, apakah ada orang di dalam".Ujar pak ustad yang masih berumur seperti ayah Ria, pintu pun terbuka dan terlihat kakek Darman Keluar dari balik pintu.


"Waalaikumsalam, ada apa Suri, malam-malam begini ke rumah". ujar kakek Darman ber basa-basi.


"Maaf mengganggu kek, istri saya Yuni di rumah aneh sekali, dia seperti sedang kesurupan. matanya melotot dan tidak bisa menjawab pertanyaan saya tentang keadaan kek, tolong istri saya kek".Ujar suami Yuni tadi betul-betul terlihat panik.

__ADS_1


"Ayo kita ke rumah mu sekarang, Ria ikut kakek Cu. bantu Kakek". ujar kakek Darman kepada Ria yang berdiri di belakang kakek Darman sekarang.


Ria menggunakan kepalanya pelan dan akhirnya mereka ber empat pun melangkah menuju ke rumah Yuni, Si Kuyang yang kesakitan.


__ADS_2