Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
31. pulang.


__ADS_3

Brrraakkkkkk..


kemudian Ria dan Gunawan pun masuk di ikuti oleh Bu Lastri di belakang nya.


Bu Lastri langsung histeris melihat jasad adiknya seperti patung di dalam lemari kaca menggunakan baju pengantin.


"Astrriiiiii, adikkkuu ya Allah kenapa begini dekk, Maafkan mbak mu ini yang lama tidak menemukan mu". ujar Bu Astri menangis sambil memukul-mukul Dadanya sendiri.


Ria dengan cepat memeluk tubuh Bu Lastri agar tidak menyakiti tubuhnya sendiri, kemudian Bu Lastri pingsan di pelukan Ria.


Gunawan yang baru pertama kali melihat kasus seperti ini sempat terkejut dan linglung beberapa saat dan ketika melihat ibu Lastri yang pingsan dengan cepat memanggil beberapa rekan nya untuk membantu mengamankan TKP.


Ada juga yang langsung membawa pak Gading ke kantor polisi, dan Gunawan dengan Ria dengan cepat mengangkat tubuh Bu Lastri ke sofa panjang di ruang tamu.


mungkin buk Lastri sangat tertekan melihat keadaan adiknya yang seperti itu, Astri yang melihat kakak nya pingsan pun mendekat dengan tertatih menyeret kakinya yang sebenarnya hampir terlepas mendekati kakak nya.


Philip yang melihat Astri kesusahan membantu nya, hingga kemudian dia pun ikut menangis di depan Kakak nya yang masih belum siuman.


Ria yang melihat semua ini pun tidak bisa membendung kesedihannya, ia menangis berdiri di depan kedua kakak adik yang kini sudah bertemu walaupun beda alam.


"Sssttt jangan bersedih Ria, kau harus nya bersyukur. kau sudah membantu Astri agar di temukan oleh keluarga nya, Mata batin mu sangat membantu". ujar Philip berusaha menghibur Ria. jika saja bisa, ingin rasanya ia memeluk tubuh Ria untuk menenangkan nya.


Gunawan yang melihat Ria menangis pun berjalan ke arah Ria, ia mencoba memberikan kekuatan untuk Ria.

__ADS_1


pasti sulit untuk anak seumuran Ria berada di posisi ini fikirnya, Gunawan menarik tubuh Ria ke dalam pelukannya menepuk pundak nya perlahan agar Ria berhenti menangis.


"Kerja Bagus Ria, kau menemukan adik dan juga anak yang terpisah sekian lama dengan keluarga nya, walaupun akhirnya ini menjadi kabar duka.


setidaknya penantian Bu Lastri sekeluarga mendapatkan kepastian". ujar Gunawan berbicara pelan kepada Ria.


Ria justru semakin terisak, mengingat kemampuan nya untuk membantu, tapi juga membawa berita duka untuk orang lain.


Philip yang melihat Ria di peluk oleh orang lain yang baru saja ia kenal mengepalkan tangan nya dengan kuat, tapi ia juga tidak bisa marah karena dia tahu Ria memang butuh seseorang yang bisa menenangkan nya.


Tidak lama Bu Lastri sadar, ia kembali memeluk Ria. beberapa petugas forensik datang ke TKP untuk memeriksa TKP, Gunawan juga sibuk memberikan ketenangan walaupun ini tidak masuk akal namun ia juga tidak mungkin bisa berbohong karena ini untuk penyelesaian kasus kedepannya.


Sudah di putus kan atas izin ibu Lastri sementara tubuh adiknya Astri akan di lakukan visum dan otopsi untuk memperoleh bukti-bukti.


Kemungkinan tubuh dari Astri baru bisa di kembalikan ke keluarga dalam 1 Minggu, karena memang ada beberapa bagian yang harus di periksa dengan seksama.


Pak Gunawan yang sudah di bawa ke penjara masih tidak ingin memberikan keterangan hingga ia pun di berikan sedikit pukulan agar mengakui kejahatan nya.


kini Bu Lastri,ria dan Gunawan pun sudah kembali ke rumah buk Sari. terlihat Bu Sari berusaha menenangkan Bu Lastri yang masih menangis, Ria dan Gunawan sekarang sedang berada di teras. Ria bingung bagaimana dia akan pulang sementara bis mungkin sudah tidak lagi ada, sekarang waktu menunjukkan pukul 8 malam dan besok dia ada kelas siang.


"Emm kalau pesan taksi kira-kira ada yang bisa mengantarkan saya pulang di Jam segini gak ya Mas?". tanya Ria mencoba bertanya,ia tidak ingin meminta Gunawan mengantarkan nya.


karena ia tahu Gunawan pasti Lelah seharian ini menyetir dan menyelidiki kasus Astri.

__ADS_1


"Apa gak bisa besok saja Ria, kamu bisa menginap dulu. di sini ada kamar kosong". ujar Gunawan mencoba menahan Ria.


Ria menggeleng pelan. "Besok saya akan ada kelas siang Mas". ujar Ria.


Gunawan faham sebagai murid baru Ria sangat mementingkan pelajaran nya.


"Tunggu di sini sebentar, Mas bilang sama ibu biar mas yang anterin kamu pulang". ujar Gunawan kemudian.


"Jangan mas, mas pasti Lelah dari kemarin sudah menyetir perjalanan jauh". ujar Ria Merasa tidak enak.


"Gak apa Ria, mas biasa begini. lebih cepat kita berangkat lebih baik dan ini kan menggunakan mobil pribadi, tidak akan selama kalau kita menggunakan bus yang harus banyak berhenti di jalan untuk menaikan penumpang.


biar gak terlalu malam sampai nya, pasti malam ini juga tidak macet, jadi mas bisa menyetir dengan cepat". ujar Gunawan masuk ke dalam ingin pamit.


Bu Sari dan Bu Lastri pun keluar dari dalam dan memeluk Ria bergantian. "Terimakasih Ria, tanpa kamu, mungkin adikku tidak akan pernah di temukan, ini ibu ada sedikit rezeki untuk kamu jajan di kampus ya nduk". ujar Bu Lastri sambil memberi amplop ke tangan Ria sebagai tanda terima kasih.


namun dengan lembut Ria menolak. "Saya menolong ibu ikhlas Bu, ambil kembali ini". ujar Ria mendorong dengan lembut amplop itu.


"Tapi nduk". ucapan Bu Lastri terhenti.


"ibu sebagai manusia kita harus saling membantu, pesan keluarga saya. jika saya jika membantu tidak boleh pamrih.


ibu cukup doakan saya nanti selamat kembali ke asrama, dan doa kan saya supaya saya cepat lulus".

__ADS_1


"Saya pamit ya Bu". ucap Ria kemudian menyalami tangan ibu Sari dan Bu Lastri bergantian di ikuti oleh Gunawan.


"Hati-hati bawa anak gadis orang ya Gun". ucap Bu Sari pada putranya, Gunawan mengangguk dan mereka pun berangkat menuju tempat asrama Ria.


__ADS_2