Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
62 Perasaan Lula.


__ADS_3

"Secepatnya akan ku buat ingatan tentang dirimu hilang Philip, maafkan aku". ujar Rinjani merasa bersalah harus menghilang ingatan Ria tentang Philip di hidup adiknya.


Gunawan berlari ke rumah setelah mendengar kabar Ria pingsan, tadi dia tidak bisa langsung pulang subuh tadi karena belum habis waktu piket. karena itu dia sangat khawatir sekarang, ketika ia memasuki rumah ternyata Ria sudah sadar.


Setelah Gunawan memberikan salam, dia langsung masuk ke rumah dan seperti biasa melihat Ria, Lula, dan juga ibunya sedang di dapur. mereka sepertinya sedang membuat kue, Gunawan langsung salim pada ibunya dan menanyakan kabar Ria.


"Dek, tadi katanya kamu pingsan. bagaimana kabar mu sekarang, jika sakit kenapa tidak beristirahat saja. malahan pada ngumpul di sini". tanya Gunawan khawatir.


"Maaf ya mas, panik ya. Ria pingsan nya Bentar doang, sekarang sudah tidak apa-apa". Ria menjawab dengan suara nya yang lembut seperti biasanya.


"Beneran kamu gak apa-apa, kamu kenapa bisa pingsan memangnya dek?" Gunawan masih melanjutkannya interogasi nya pada Ria.


"Mungkin Ria kecapean mas, tadi udah di kasih vitamin sama Lula. sekarang mending Mas bersih-bersih trus sarapan, mas pasti belum makan pagi ini kan?". ujar Ria mengalihkan pembicaraan.


Ria tidak ingin Gunawan tau kalau dia pingsan karena kehilangan seseorang yang ia cintai tadi malam, ia masih sakit sebenarnya. tapi bukan di badan, hatinya lah yang sakit. sangat sakit, tapi mau bagaimana lagi. Ria berusaha mengerti keinginan Philip untuk beristirahat dengan damai.


"Sudah sana mandi, makan, terus langsung tidur. nanti sore kamu harus nganter Ria dan Lula pulang ke asrama kan, jangan sampe nanti ngantuk di jalan. anak-anak gadis ibu nanti kenapa-napa di jalan". ujar Bu sari mendorong tubuh Gunawan yang masih berdiri dengan baju seragam nya yang terlihat sangat gagah.


Lula hanya diam terpaku seperti ia pertama kali bertemu dengan Gunawan, hatinya masih berdetak kencang tiap kali melihat Gunawan sebenarnya. namun ia harus menghargai sahabat nya, dan juga ia tau diri ada nama lain di hati Gunawan.


"Ternyata bukan hanya Ria yang di anggap anak, aku juga". ujar Lula senang dalam hati setelah mendengar ucapan Bu Sari.

__ADS_1


Gunawan pun akhirnya masuk kamar untuk membersihkan dirinya kemudian makan pagi, ngobrol sebentar dan pamit tidur Istirahat karena habis tugas malam.


Sore hari nya Ria dan Lula pamit akan kembali ke kota X untuk menuntut ilmu kembali setelah kemarin liburan panjang di rumah Gunawan, Gunawan juga pamit pada ibunya sebelum pergi mengantar anak-anak perempuan yang di klaim sebagai putri-putrinya dengan wejangan panjang kali lebar oleh Bu sari.


"Kami pamit ya Bu, ibu jaga kesehatan. nanti kalo ada liburan lagi insyaallah jika di izinkan Ria akan ke sini lagi nengokin ibu". ujar Ria sebelum naik ke mobil.


"Lula juga pasti akan sering ke sini kalo ibu izinkan, apalagi kota Lula dekat dari sini. hanya 2 jam saja, pasti Lula akan sering ke sini buat nengokin ibu. Apa boleh bu?". tanya Lula.


"Boleh sayang, kapan saja kalian mau mampir pintu rumah ibu akan terbuka untuk kalian berdua. Sukses kalian ya, jaga kesehatan juga. semoga cepat lulus nya". ujar ibu Sari, mereka pun akhirnya berpelukan dan pergi di antar oleh Gunawan.


Sekarang Ria minta izin untuk duduk di belakang, dia bilang mungkin akan tidur di jalan karena kepala nya masih pusing dan Lula lah yang duduk di depan berdua dengan Gunawan yang membawa mobil.


Lula terus saja mengajak Gunawan ngobrol, mungkin niatnya supaya Gunawan tidak bosan atau ia senang bisa duduk di depan dekat dengan Gunawan.


"Jadi gitu mas cerita nya, Lucu kan?". ujar Lula menjelaskan tentang Dosen nya di kampus yang kemarin mengajar kan nya.


Namun Gunawan tidak menjawab, ia malah sibuk menatap jalan sambil sesekali melihat spion depan yang menampakkan wajah Ria di sana, Lula yang merasa memang ia tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Gunawan sedikit sakit hatinya. fikir nya karena Ria yang terus menolak Gunawan makan Gunawan akan pindah ke lain hati, namun ternyata Lula salah. hati Gunawan benar-benar sudah di penuhi oleh cintanya pada Ria.


"Dek, kamu diem saja dari tadi. kamu mau mampir ke rumah sakit untuk di periksa gak, takut nya kamu masih sakit". Gunawan malah bertanya pada Ria yang sejak tadi hanya diam.


"Ria kan calon dokter mas,masa harus ke dokter juga. mungkin Ria masih kelelahan karena kemarin menolong mantan nya mas Gunawan". Lula menjawab pertanyaan Gunawan dengan sedikit kencang karena kesal dia tidak di anggap sama sekali keberadaan nya.

__ADS_1


"Lula benar mas, Lula juga murid S1 farmasi dia pasti tau obat apa yang Ria perlu dan juga Ria gak kenapa-napa, Ria izin tidur saja ya". ujarnya kemudian pamit ingin tidur pada Gunawan dan Lula.


"Ya sudah kamu tidur saja nanti mas bangun kan kalau sudah dekat". ujar Gunawan pada Ria.


Ria merebahkan dirinya di dalam mobil dengan bantal yang sengaja ibu Sari bawakan untuk mereka, filing seorang ibu memang kuat. dia bilang bantal ini untuk tidur Ria atau Lula di jalan.


Gunawan membawa mobilnya dengan santai karena tidak ingin Ria terbangun jika terlalu berguncang, Lula yang melihat Gunawan begitu khawatir dan perhatian pada Ria sedikit ada rasa iri. kenapa dia tidak bisa mendapatkan laki-laki seperti Gunawan di hidupnya.


Akhirnya Lula juga memutuskan untuk tidur di depan karena ia sudah kehabisan cerita dan pertanyaan dengan Gunawan yang hanya di jawab dengan anggukan kepala, kata iya dan tidak.


Sepertinya Gunawan takut menjawab agar Lula cepat diam supaya tidak membangun kan Putri tidurnya di kursi belakang.


Sementara Ria bahkan dalam tidur nya sekarang sedang memimpikan Philip yang pergi meninggalkan dirinya kemarin malam, Ria menangis meraung dalam mimpi nya berteriak agar Philip tidak pergi.


"Tidak, tetap lah di sini bersamaku, jangan pergi". ujar Ria bergumam di tidurnya, dengan air mata yang mengalir tanpa dia sadari. membuat Gunawan yang fokus menyetir kan mobil sedikit mengerut kan keningnya.


"Siapa yang kamu mimpikan Ria, kenapa kau menangis". ujarnya dalam hati..


"Tetap bersama ku sebentar lagi saja, tinggal lah di sini, tidak. jangan pergi, Phiiiliiipp". ujar Ria bangun dari tidur nya dengan mengangkat satu tangan nya seperti sedang menahan kepergian seseorang yang ternyata adalah Philip.


"Jadi karena ini kamu pingsan Ria, karena Philip". ujar Gunawan dalam hati, ada rasa sakit di dalam hatinya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2