
"Hahahahaha.... Sabar ya broow, terus lah berusaha. ya kalau kamu beneran serius ya minta saja dia dengan orang tuanya sekalian". saran Gunawan asal yang justru membuat Felix tersenyum manis sambil menatap Ria dari kejauhan.
"Ria, bagaimana?". sekarang giliran Lula yang bertanya pada Ria saat keduanya asik berjalan di tepi pantai sambil sesekali kaki mereka tersapu ombak yang tidak terlalu kuat.
"Apanya?". Ria masih belum konek dengan pertanyaan Lula, hingga sahabat nya itu menepuk keningnya sendiri saking kesalnya dia dengan sahabat nya itu. urusan pelajar memang Ria jagoan nya, tapi jika urusan Cinta mungkin Ria akan mendapatkan nilai E saja.
"Kau dan Felix, apakah kau mau memberikan kesempatan untuk nya?". tanya Lula setelah ia menarik nafas panjang.
"Hemmm,, Entah lah. aku tidak apa jika dia ingin mengenalku lebih jauh, hanya saja kamu tahu kan Lula aku berbeda. Dunia ku memiliki cerita lain yang tidak bisa ku tinggalkan, apakah dia mau masuk ke dunia ku seperti kamu yang mau masuk ke dunia mas Gunawan". jawab Ria..
"Ya, kalau Cinta benar tulus bisa saja dia seperti aku. tidak ada salahnya juga mencoba bukan?". ujar Lula lagi, Ria hanya tersenyum sambil menatap lagi ke arah lautan luas di depannya.
"Aku takut jika dia tidak sanggup masuk ke dunia yang penuh misteri di hidupku Lula". ucap Ria hanya dalam hati, Ria sadar kadang kala dunia nya membawa nya ke dalam bahaya. apakah Felix sanggup masuk ke sana, masuk ke dunia yang mungkin saja tidak masuk akal di otaknya.
"Biarkan dia membuktikan keseriusan nya padaku, aku ingin lihat sampai seberapa jauh ia sanggup melangkah untuk menggapai ku". ujar Ria lagi pada Lula dan Lula mengangguk pelan.
"Gun, apakah Lula baik-baik saja di dekat mu. maksudnya apakah dia pernah terluka saat kalian sedang berhadapan dengan makhluk yang mungkin kuat dan berpotensi menyakiti seseorang?". ujar Felix bertanya pada Gunawan.
Sekarang kedua lelaki itu sedang duduk di pasir sambil terus memantau para wanita di depan mereka yang terlihat masih asik bermain air.
"Pernah, Aku, Ria, Lula, semuanya pernah terluka. bahkan Ria hampir kehilangan nyawanya, mungkin karena itu juga Ria tidak bisa langsung menerima mu. selain karena terlalu cepat, ia tidak ingin kamu terkena imbas dari kelebihan kami". Gunawan menjelaskan dengan seksama.
"Banyak hal yang bisa terjadi saat kami membantu Roh-roh gentayangan itu, banyak bahaya yang mengincar kami. apakah kamu sanggup masuk ke kehidupan Ria, Felix?!". tanya Gunawan sungguh-sungguh bertanya, bagaimana pun Gunawan sudah menganggap Ria adiknya sendiri. wajar jika ia ingin yang terbaik untuk Ria, namun dengan tidak memaksakan semuanya.
"Aku tidak pernah mengerti dengan hal-hal yang seperti ini, namun aku ingin tahu. agar aku bisa mencoba untuk menyesuaikan diri ku nanti nya jika benar aku dan Ria bisa bersama, meneruskan kisah Cinta yang mungkin di kehidupan kami dulu tidak selesai". ujar Felix sambil mengingat-ingat mungkin saja Ria dan dirinya adalah reinkarnasi dari kakek nya Philip dan kekasihnya itu.
__ADS_1
"Kau percaya reinkarnasi Rupanya, ya tidak salah juga. setelah melihat wajahmu dan Ria, mungkin saja reinkarnasi itu benar adanya". Gunawan berkata seolah-olah dia faham maksud Felix tentang kisah yang belum selesai itu.
"Aku hanya berasumsi, takdir dan realita nya aku serahkan pada tuhan saja". jawab Felix lagi.
"Bagaimana jika seandainya saja tiba-tiba kamu melihat sosok yang menyeramkan di sekitar kalian, apakah kau masih sering terkejut Gun?". Felix penasaran dan Gunawan menganggukkan kepalanya.
"Aku berbeda dengan Ria, aku masih suka terkejut jika tiba-tiba melihat sosok besar bertaring,berbulu, dengan mata merahnya yang kadang muncul. sementara Ria dia lebih tenang seolah-olah dia tidak melihat apa-apa,Jadi kadang makhluk-makhluk itu lebih sering mengikuti ku daripada Ria". Gunawan masih menjelaskan dengan sabar.
"Di tambah mungkin karena Ria memiliki banyak penjaga,Datuk nya, kembaran nya, juga pasukan-pasukan yang Siap untuk menjaga dirinya". Lagi Gunawan menjelaskan.
"Pasukan??,, seperti putri saja di jaga pasukan.. hahahha". Felix tertawa sambil memukul-mukul pundak Gunawan pelan.
"Memang Ria Seorang putri di sana, kakek neneknya sudah turun-temurun berhubungan dengan makhluk yang tidak kasat mata dan Ria adalah keturunan yang terpilih untuk menjadi penghubung antara dunia ghaib dan dunia nyata di keluarga nya".jelas Gunawan membuat tawa Felix terhenti seketika.
"Ria bukan lah wanita sembarang, tidak sembarang Pria bisa mendekati nya. jika nanti kau mendapatkan gangguan yang aneh segera cerita kepada ku atau Ria,bukan tidak mungkin kamu juga tidak lolos seleksi dari Datuk kuning penjaga dari Ria". Gunawan masih berbicara pada Felix yang tiba-tiba saja tenggorokan nya tercekat mendengar penjelasan dari Gunawan.
"Ya, kau benar. Mendapatkan cinta nya saja sudah susah, di tambah restu. dan kamu tidak bisa berbohong dengan Ria, dia memiliki seseorang yang bisa mencari informasi tentang perilaku dirimu". Gunawan berbicara sambil nyengir pelan karena sekarang Rinjani dan Darwin sedang duduk di dekat nya sambil memperhatikan Felix tanpa Felix sadari.
Gunawan tau jika Rinjani pasti ingin yang terbaik juga untuk adiknya, karena itu dia mencoba mencari tahu bagaimana kepribadian dari Felix.
Namun saat asik memperhatikan Felix tanpa Rinjani sadari Ria sekarang sedang masuk ke dalam laut untuk menyelamatkan seorang anak kecil yang tersapu ombak dan terbawa arus hingga hampir tenggelam.
Gadis Dayak pesisir memang Rata-rata bisa berenang dan pandai juga, Lula yang melihat Ria masuk ke gulungan ombak berteriak dengan kencang membuat Gunawan juga Felix segera bangkit dan berlari ke arah Lula yang terlihat panik seorang diri di tepi pantai.
"Kau kenapa Lula, mana Ria??!!". tanya Felix panik dan dengan segera Lula menunjuk ke arah laut di mana sekarang Ria Sedang berusaha menggapai seorang anak yang semakin ke tengah laut terbawa arus.
__ADS_1
"Ya Allah Tuhan ku, selamat kan kami.Datuk, bantu Ria, kak Rinjani tolong!!".ucap Ria dalam hati di saat Ia baru saja berpegang dengan tangan anak perempuan yang sekarang hampir tenggelam masuk semakin dalam ke dasar lautan.
Dan Di situ Ria juga melihat selendang Hijau yang melilit ke pinggang anak itu, sepertinya ada yang tidak beres. Ria Terus membaca doa dan berusaha untuk tenang hingga tiba-tiba di kakinya muncul sesosok buaya putih untuk tempat nya berpijak.
Tubuh Ria terangkat ke permukaan begitu pula anak itu, lilitan kain hijau di pinggang nya terlepas setelah Darwin memotong nya dengan Senjata yang ia bawa. Rinjani muncul di waktu yang tepat dengan wujud aslinya sebagai Buaya putih.
Perlahan Rinjani membawa Ria yang sedang memeluk anak tadi sambil terus berusaha mengapung hingga mereka sampai di tepian yang sudah tidak terlalu dalam dan ombaknya juga perlahan tenang padahal di tempat lain ombak nya sangat kencang.
Anak itu terlihat sudah lemas dan kehilangan kesadaran nya, dengan cepat Ria membawanya ke permukaan meninggalkan Rinjani di lautan yang masih menjelma menjadi Buaya putih besar.
Ria meletakan anak itu di pinggir pantai dan segera memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam, CPR dan nafas buatan pun ia lakukan hingga akhirnya tidak butuh waktu lama anak itu pun sadar dan menangis.
Ria dengan cepat memeluk anak itu dan terlihat Felix, Lula juga Gunawan sekarang sedang berjongkok membiarkan Ria membantu anak perempuan itu tadi.
"Hikkkzzz mama... mama...". ujar anak perempuan itu menangis hingga akhirnya ada seorang laki-laki yang sepertinya adalah ayah dari anak perempuan ini.
"Cinta anak bapak, ya tuhan bapak cari dari tadi nak, kamu kenapa??". ujar nya bergegas mengambil anak itu dari pelukan Ria, juga seorang wanita yang kemungkinan adalah ibunya. namun tidak terlihat raut panik Dari kedua di mata Ria saat itu.
Semuanya terkesan janggal dan dia buat-buat karena terlihat anak tersebut mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan ayahnya dan ibunya hanya berdiam diri di belakang ayah dan anak di depannya itu.
"Ada apa ini, kenapa anak ini bisa tertarik ke dalam air dengan selendang yang terikat di tubuhnya?".Tanya Ria dalam hatinya sendiri.
"Ia ingin di Tumbalkan oleh ayah dan ibu tirinya".ujar Rinjani yang sekarang sudah kembali ke wujud nya semula dan duduk di samping Ria yang masih basah kuyup bersimpuh di pantai itu.
Dan terlihat sesosok Wanita dengan baju hitam dengan mahkota ular nya sekarang sedang menatap ke arah Gerombolan Ria dan yang lain, hingga mata Ria dan sosok itu bertemu. namun tidak lama sosok itupun menghilang masuk ke dalam laut dan tertutup oleh ombak besar yang seolah menelan tubuh itu kedalam nya.
__ADS_1
"Aku akan menyelamatkan mu gadis kecil". ujar Ria dalam hati sambil menatap kearah kedua orang tuanya dengan tatapan kebencian, sampai hati mereka mengorbankan anak yang tidak berdosa ini.