
"Sepertinya dia tumbal selanjutnya". ucap Ria dalam hati dan ternyata Gunawan juga memiliki fikirkan yang sama.
"Bagaimana ini ustadz, dia tidak mau keluar". ujar beberapa orang di situ panik.
"Aaaaa,, sakkiiiittt. lepasss, sakittt". Ayu masih berteriak dan meronta.
Ria yang bingung Pun akhirnya memberanikan dirinya untuk pertama kali memanggil Datuk Kuningan untuk datang untuk membantu mengeluarkan makhluk dari tubuh Ayu.
Saat Datuk datang ia langsung mengeluarkan Makhluk jelmaan dari tubuh Ayu, namun sekarang tubuh Ayu tiba-tiba menjadi kaku bak kayu Samasekali tidak bisa di gerakkan membuat orang-orang di sana panik.
Ria bertanya pada Datuk kuning kenapa Ayu menjadi seperti itu.
Datuk pun menjelaskan kalau tubuh ayu sudah kosong, sukmanya sudah di ambil tadi malam sebelum dia mulai kerasukan tadi malam.
Dan benar dugaan Gunawan dan Ria, Sukma Ayu akan di ambil untuk tumbal pesugihan dari pak Susanto ayah mantan kekasih Gunawan.
Tidak beberapa lama orang tua Ayu datang setelah di hubungi tadi siang oleh pemilik asrama.
"Ayuu eling nak, ini ibu. Ayu bangun ya nak". ujar ibunya memeluk tubuh Ayu yang kini sudah di tidur kan di kasur nya.
Ria dan Gunawan pun akhirnya keluar kamar untuk memberikan ruang pada kedua orang tua Ayu.
"Bagaimana dek, kenapa Ayu masih belum sadar dan sekarang tubuhnya bisa menjadi kaku seperti itu". ujar Gunawan.
Ia sesekali melihat jam tangannya, besok pagi dia kebagian piket pagi. ia harus segera pulang, tapi melihat Ayu seperti itu Ria pasti tidak akan tinggal diam.
"Sukma Ayu belum kembali Mas, ia masih terjebak di dalam sana. yang ada di sini hanya raga kosong". jelas Ria pada Gunawan.
"Apakah kamu akan membantu nya?". Gunawan kembali bertanya.
"Sementara Ria akan meminta pertolongan dari kakek Ria di kampung mas, jika memang orang tua Ayu meminta tolong. mungkin tanpa campur tangan dari Ria beliau bisa membantu". ucap Ria.
__ADS_1
"Jangan coba-coba untuk mengatasi nya sendirian Ria, Mas gak mau kamu kenapa-napa". ujar Gunawan sambil memegang pundak Ria dan menatap wajah dari gadis yang sudah mencuri hatinya.
"Tidak mas, Ria tidak akan menangani kasus ini". ucap Ria meyakinkan Gunawan.
Tidak lama bapak dari Ayu keluar dari kamar, ia pun menemui Ria dan Gunawan yang sekarang masih berada di luar kamar.
"Nak, siapa nama kalian". tanya bapak ayu tadi setelah mengenal kan siapa dirinya.
"Nama Saya Gunawan dan ini Ria teman satu asrama sama Ayu pak". jawab Gunawan menjelaskan.
"Tadi bapak-bapak yang di dalam bercerita kalau kalian berdua sempat membantu Ayu di dalam, apakah kalian tau Ayu anak saya kenapa nak". tanya bapak Ayu.
Gunawan dan Ria kembali saling pandang karena takut salah bicara, apakah bapak Ayu percaya jika mereka menjelaskan apa yang terjadi dengan Ayu.
Namun tidak ada salahnya jika mencoba bukan, fikir Ria dan akhirnya ia pun menjelaskan apa yang terjadi dengan Ayu.
"Ayu sedang di incar untuk di jadikan tumbal pak". jelas Ria pelan.
"Astaghfirullah, kamu tau dari mana nak?". tanya bapak Ayu lagi.
"Lalu sekarang kenapa tubuh Ayu jadi seperti itu nak, apakah kamu bisa membantu bapak untuk mengembalikan tubuh Ayu seperti semula. Tolong nak, tolong anak bapak?". bapak Ayu sudah menangkupkan ke dua tangan nya di dada agar Ria mau membantu.
Gunawan menatap khawatir pada Ria, ia takut Ria turun tangan sendiri untuk membantu Ayu.
"Saya tidak bisa membantu lebih dari ini pak, maafkan saya. tapi mungkin kakek saya di seberang bisa, saya akan menelfon beliau jika bapak berkenan untuk meminta pertolongan.
Tapi saya juga minta tolong ada yang menjaga tubuh Ayu dan selalu membaca kan doa untuk nya supaya makhluk-makhluk lainnya tidak bisa masuk ke tubuh Ayu pak". jelas Ria.
Gunawan pun sedikit tenang, mendengar Ria tidak akan turun langsung untuk menolong Ria.
Ria pun segera menelepon kakek Darma dan menjelaskan situasi yang terjadi pada teman nya, kemudian kakek Darma pun akan mencoba untuk mengambil kembali Roh Ayu yang sekarang mungkin sedang di kurung di rumah milik pak Susanto seperti gadis-gadis yang lain.
__ADS_1
"Pak, setelah sholat magrib nanti mari kita bersama-sama melakukan pengajian untuk Ayu. dan dari seberang sana kakek saya akan mencoba untuk mengembalikan Sukma milik Ayu pak". ujar Ria menjelaskan pada bapaknya Ayu.
Waktu sudah menunjukan pukul setengah lima, Gunawan izin pamit pada Ria karena ia harus pulang ke kotanya.
Berat sebenarnya untuk meninggalkan Ria di situasi seperti ini, namun Ria menjelaskan agar Gunawan tidak khawatir.
"Ria insyaallah banyak yang jaga mas, mas gak usah khawatir. Mas hati-hati di jalan, nanti magrib menepi dulu ya Mas. ibadah dulu baru lanjut lagi jalan nya". pinta Ria.
Gunawan mengangguk faham, ia pun akhirnya pulang setelah berpamitan dengan orang-orang di sana.
Ria dan Lula mengantarkan Gunawan sampai di depan gerbang di mana mobil Gunawan di parkirkan.
"Mas pulang sekarang, jaga diri. Jum'at depan mas jemput kalian lagi ya". ujarnya sambil mengelus kepala Ria.
"Nanti kalau sudah sampai tolong jangan lupa untuk kabarin Ria ya mas". pinta Ria.
Gunawan mengangguk pelan dan akhirnya pun ia pulang.
"Ria, ayo masuk ke dalam. entah kenapa di luar sini hawanya beda". ucap Lula.
Padahal memang sekarang di sekeliling asrama banyak makhluk-makhluk yang datang ingin masuk karena merasa kan energi dari tubuh Ayu yang kosong di dalam.
Beruntung Datuk kuning sebelum pergi ia membentengi daerah asrama dengan pasukan yang ia perintahkan menjaga Ayu sekaligus Ria yang tinggal di asrama itu.
Terlihat beberapa elang terbang mengitari atap asrama, mereka bukan elang sembarangan. mereka adalah jelmaan dari para Panglima yang sekarang sedang berjaga.
Ria pun masuk dan membersihkan dirinya di kamar sebelum nanti magrib membantu pengajian untuk Ayu.
Orang tua Ayu sementara mungkin akan menginap di asrama malam ini untuk mengurus Ayu.
"Semoga malam ini Sukma Ayu bisa kembali ke raganya lagi" ujar Ria saat ia sedang membersihkan dirinya di kamar mandi.
__ADS_1
Dan saat ia keluar kamar terlihat Philip sudah ada di sana seperti menunggu Ria di pojok kamar tempat biasa ia berdiri.
Ria sangat senang bisa kembali melihat Philip yang ia rindukan, namun kemudian ia kembali murung karena menyadari Philip tidak sendirian. ada Rinjani di sana yang juga menunggu Ria selesai mandi.