Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
37 Titisan buaya putih.


__ADS_3

Ria hanya bisa menatap ke arah jendela dan akhirnya Datuk kembali ke alam nya setelah menemani Ria hingga tertidur kembali.


Sekarang sudah hari Jum'at dan Ria sedang memikirkan bagaimana caranya untuk meminta Lula agar mau membantu nya.


Ria terus bolak-balik di kamar saat Lula sedang mandi, hingga ia tidak menyadari Lula yang sudah selesai mandi dan memperhatikan nya seperti setrikaan.


"Lantai bawah sudah licin Ria, tidak sekalian kau setrika lorong di depan?". ujar Lula yang sudah pusing melihat teman nya bolak balik.


"Kau kebelet pipis ya, cepat lah pergi ke kamar mandi, aku sudah selesai dari tadi mata ku sakit dari tadi melihat mu bolak-balik". lanjut nya kemudian duduk di meja belajar nya untuk memakai skincare sebelum berangkat ke kampus siang ini.


"Aaa Lula kau sudah selesai, hihihi aku tidak menyadari nya". ucap Ria tertawa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku coba bicara sekarang saja lah, mana aku tahu dia mau atau tidak nya jika aku tidak mencobanya". Ria bicara dalam hati.


"Lula, ada yang ingin ku katakan padamu". Ria mencoba untuk berbicara masalah nya pada Lula.


"Bicara lah, sinyal nya bagus-bagus saja suaramu terdengar jelas". jawab Lula masih asik memakai skincare nya.


"Lula aku serius, aku ingin minta tolong padamu dan jika aku mengatakan sejujurnya janji kau tidak berteriak dan takut". ucap Ria ragu.

__ADS_1


"Takut kenapa, kau mau pinjam uang 100?". jawab Lula sambil tertawa.


"tidak, uang ku masih ada. emm,, aku ingin minta tolong padamu tentang sesuatu". ujar Ria lagi.


"Lalu kau ingin minta tolong apa?". ucap Lula lagi dengan mode serius nya pada Ria.


"Sebelum nya aku ingin menjelaskan semuanya terlebih dahulu padamu siapa diriku". Ria menjelaskan tak kalah serius.


"Ck, aku sudah tahu siapa dirimu Ria, apa lagi yang ingin kau jelaskan". ucap Lula sambil memandang wajah Ria.


"Benarkah kau sudah tahu siapa aku sebenarnya?". Ria juga menatap wajah Lula dengan seksama.


"Ya, aku tahu siapa kamu Ria, kau titisan Buaya Betina". Lula mengatakan itu pada Ria membuat nya terkejut, apakah selama ini Lula tahu kelebihan Ria dan tahu kalau ia titisan yang di pilih oleh Buaya putih leluhurnya.


"Tentu saja, jika kau bukan titisan Buaya Betina. kau tidak akan bisa mendapatkan mas Gunawan yang seperti Ooppa Korea itu, sekarang jelaskan padaku, Rayuan seperti apa yang kau katakan padanya sampai ia bisa menyukai mu seperti itu?". ujar Lula sambil tertawa terbahak-bahak melihat wajah serius Lula yang berubah menjadi masam.


" Kau fikir aku wanita apaan yang merayu laki-laki terlebih dahulu Lula, lagian aku tidak menyukai mas Gunawan. kami hanya berteman". jelas Ria pada Lula. "Heleehhh teman ko selalu sleep call tiap malam, alasan biar gak ngantuk di kantor dan sekalian nemenin yang belajar, prreetttt". Lula semakin meledek Ria.


"Ck, Lula aku sedang ingin serius mengatakan sesuatu padamu. kenapa kita jadi membahas mas Gunawan". ria mencoba kembali ke topik.

__ADS_1


"Baiklah, coba jelaskan padaku apa yang mau kau katakan padaku". ujar Lula masih sambil tertawa.


"Bagaimana ya, emm Lula kau pernah melihat hantu atau Roh?" ujar Ria mencoba mengawali pembicaraan yang ingin dia jelaskan.


"Ck, ck, ck, kau ini Kuliah jurusan Kedokteran kenapa berbicara seperti itu. kau percaya mereka ada?". Lula berbicara pelan.


"Kau sendiri percaya mereka ada tidak?". tanya Ria.


"Emm aku tahu mereka ada, tapi aku tidak pernah melihat mereka dan tidak mau melihat mereka".


Ria mendengar Lula mengatakan itu semua lumayan plong setidaknya ia percaya mereka ada.


"Syukurlah kau percaya mereka ada, tidak sulit untuk ku mengatakan semuanya sekarang". ujarnya dalam hati.


Ria kemudian menarik kursi belajar nya dan duduk di depan Lula. "Lula dengan kan baik-baik aku akan mengatakan siapa aku sebenarnya dan aku harap kamu tidak takut dan masih mau berteman dengan ku". ujar Ria kemudian.


"Kau kenapa Ria, aneh sekali tadi bicara soal hantu dan sekarang ingin mengatakan sesuatu juga meminta ku agar tidak takut. kenapa, kau baru melihat hantu bukan?". Lula sedikit berbisik ke telinga Ria karena mulai sedikit takut.


"Aku bukan baru saja melihat hantu Lula, tapi aku memang bisa melihat keberadaan mereka". Jawab Ria.

__ADS_1


Lula menatap serius wajah teman sekamar nya itu dan tiba-tiba "Hahahaha, Ria jangan coba-coba menakut-nakuti aku. aku tidak takut, kenapa kau tidak bicara sekalian saja kalau kau juga titisan buaya seperti cerita-cerita mitos yang terkenal dan ku dengar dari kota asal mu". Lula tertawa sampai ia memegang perut nya karena merasa sahabatnya ini lucu.


"Aku memang keturunan yang di jaga oleh Buaya putih seperti mitos yang kamu dengar Lula". ucap Ria dengan wajah serius nya dan seketika Lula diam.


__ADS_2