
"Aku memang keturunan yang di jaga oleh Buaya putih seperti mitos yang kamu dengar Lula". ucap Ria dengan wajah serius nya dan seketika Lula diam.
"Kau tidak sedang bercanda kan Ria, becanda mu gak lucu tau. jangan macem-macem lah, jangan prank orang Ria, itu gak baik". Lula sedikit marah pada Ria karena ia fikir ini hanya lelucon yang di buat oleh teman nya ini agar dia takut.
"Baiklah jika kamu tidak percaya, besok mau kah kamu ikut dengan ku ke dasa X yang ku ceritakan kemarin". ujar Ria, ia harus mencari cara agar Lula mau percaya dengan dirinya.
"Desa tempat teman Mama mu kemarin ya?". Lula mengingat desa itu, Ria mengangguk pelan.
"Sebenarnya aku kemarin ke sana bukan untuk mencari teman mama ku Lula, tapi untuk membantu korban yang di bun*h oleh pak Gading kemarin. korban itu yang memimpin ku untuk pergi ke sana untuk meminta tolong aku mencari sahabatnya". Ria membongkar kebohongan nya kemarin.
"Kamu serius kan dengan ini semuanya Ria, jadi kamu yang membongkar kejahatan pak Gading kemarin?,Wwwaaawww keren".
Lula memang lah Lula, semenegangkan apa pun dia tetap tidak pernah benar-benar serius.
"Tapi Ria, jika kamu bisa melihat mereka apakah sekarang ada mereka di sini?". ujarnya lagi sambil berbisik ke kuping Ria karena takut akan di dengar oleh makhluk itu jika benar ada.
Ria menggeleng "Tapi di toilet bawah dan tempat biasa kita menjemur di atas ada". jelas Ria Santai.
__ADS_1
"Waatttzzz kamu yang serius Ria, aku tidak akan ke atas untuk menjemur apapun lagi di sana". ujar nya namun tiba-tiba.
"Oooo MMM Gggg aku baru saja menjemur sepatu di atas, Ria nanti temani aku mengambil nya di atas ya, ya, ya, ya". Lula dengan segala ke randoman nya ini memelas, kadang membuat Ria senang berteman dengan nya.
"Dia tidak menggangu orang lain Lula, dia hanya tinggal di situ". ujar Ria sambil membalas pesan dari seseorang karena baru saja ia mendapatkan pesan itu.
"Aku tidak mau tau, pokoknya kamu harus menemani aku". ucap Lula merengek pada Ria.
"Baiklah, jadi kau sudah percaya aku bisa melihat mereka kan?". Ria bertanya untuk meyakinkan kalau Lula sudah percaya.
Gubrraakkk, "Lalu kenapa kamu takut naik ke atas sendiri jika kau tidak percaya?". tanya Ria setelah ia memukul keningnya sendiri.
"A.. a... aku perlu bukti Ria". jawab Lula sambil sedikit gugup.
"Baiklah besok ikut aku dengan Mas Gunawan menguburkan korban pak Gading ya, besok jasadnya sudah selesai di visum dan juga otopsi". ajak Ria, ia beru saja mendapatkan pesan jika kemungkinan sore hari jasad Bu Astri akan sampai di rumah Bu Lastri jadi Gunawan akan menjemput Ria mungkin sekitar jam 10-an agar ia bisa mengikuti acara pemakaman nya.
"Baiklah, besok juga aku tidak ke mana-mana. Siapa tau nanti ada teman Ooppa Gunawan di sana. tidak pakai seragam dokter seragam polisi pun boleh lah, sama-sama seragam kan hihihi". LuLa kembali Mengkhayal.
__ADS_1
"Ck, Lula kita baru mau 18 tahun. Belum saatnya berfikir masalah jodoh". Ria mulai pusing dengan kelakuan temannya ini.
ia bangkit dan menyiapkan alat-alat yang akan di bawa untuk ke kampus.
"Ria zaman sekarang kita harus betul-betul seleksi dalam mencari pasangan, tidak cukup 1 atau 2 bulan kita mengenal seseorang. apa lagi untuk calon suami, ayah dari anak-anak kita, seseorang yang menemani kita sampai tua dan zaman sekarang sedang musim perselingkuhan Ria, kita harus belajar dari sekarang untuk mencari pengalaman bagaimana ciri-ciri pasangan yang selingkuh". Lula mode serius mengatakan ini pada teman nya.
"Maksudnya, mereka akan kau jadikan kelinci percobaan untuk mu belajar dan mencari pengalaman?". tanya Ria sedikit bingung dengan penjelasannya Lula.
"Ria,umur kita kan masih muda. yah kita harus punya setidaknya 5 mantan sebelum nanti kita menikah, karena kakak ku bilang setiap mantan itu memberikan kita pelajaran jika putus, kau faham?". ucap LuLa dengan polosnya.
"Tidak, otak ku beku memikirkan ucapan dan teori mu Lula. tiba-tiba saja sepertinya aku tidak bisa berfikir". jawab Ria sambil tertawa.
"Kau ini, ya sudah kalau tidak mau mengikuti saran ku. tapi mas Gunawan memang cocok untuk calon pendamping mu di masa depan sih sepertinya umurnya baru di atas 25an.
nanti kau pacaran 4 tahun lulus kuliah, kemudian menikah. Mas Gunawan sudah menjadi lelaki yang matang dan pasti sudah punya jabatan yang bagus untuk bersanding dengan teman ku yang cantik ini, uuuuu aku tidak sabar melihat mu menikah dengan Ooppa Gunawan". Lula berbicara juga sambil menyiapkan peralatan nya untuk ke kampus.
"Jika saja di tempat ku tidak pamali untuk menoyor kepada orang, ingin rasanya aku menoyor kepala mu Lula, berapa kali ku bilang. aku dan mas Gunawan hanya teman". Ria kemudian bersiap berangkat juga Lula.
__ADS_1