
"Kita berpencar Mas, hati-hati aku akan mencari Sukma dari Syakila untuk mengembalikan ke raganya" ujar Ria terlihat membawa senjata Mandau bergagang tulang dan berukir kepala naga yang memang sudah di berikan kepadanya.
Ria dan Gunakan pun memeriksa satu persatu kamar yang ada di rumah mewah itu, terlihat beberapa orang sudah tertidur di beberapa tempat seperti orang yang pingsan.
Gunawan meminta singa yang ikut bersamanya tadi ikut membantu mencari Raga dari tubuh Syakila.
Sementara di sebuah kamar terlihat seseorang pria paruh baya sedang duduk di depan sebuah meja yang di penuhi sajen, terlihat sosok seorang wanita di kasur yang lebih tinggi dari tempat sesajen sedang tertidur damai.
Ia terus membaca mantra sambil memegang foto seorang gadis yang ia dapat dari Santoso yang diam-diam mengambil nya kemarin.
Namun saat ia sedang membaca mantra dan ingin menusuk jarum ke arah foto itu tiba-tiba ia terpental karena terkena pukulan dari ekor buaya putih besar yang tiba-tiba ada di dekatnya hingga mulutnya mengeluarkan darah.
Buaya putih tersebut pun tiba-tiba berubah menjadi seorang kakek tua namun sangat gagah dengan mahkota dan bulu burung di kepalanya.
"Kau berani sekali ingin mengambil keturunan ku sebagai tumbal mu". ujar laki-laki tersebut yang ternyata adalah Datuk Sarani.
"Siapa kau, berani-beraninya mengganggu Ritual ku. pergi, aku tidak memiliki urusan dengan mu". kemudian ia kembali duduk bersila dan membaca mantra memanggil lelembut yang lebih kuat untuk datang.
Namun Datuk Sarani dengan mudah nya mencabik-cabik makhluk yang datang walaupun semakin banyak.
Tidak beberapa lama pintu juga di dobrak oleh Gunawan yang sudah menemukan di mana Tubuh dari Syakila dengan bantuan Singanya tadi, singa tadi pun langsung turun membantu Datuk Sarani yang sudah kembali menjadi wujud buaya putih besar.
Mereka mencabik-cabik makhluk jelmaan yang di perintahkan oleh lelaki tadi dengan buas.
Gunawan kemudian melihat siapa seseorang yang sedang bersila terus membaca mantra untuk memanggil makhluk ghaib berdatangan dengan berbagai bentuk hewan buas.
Gunawan terkejut setelah mengenali siapa pria paruh baya itu ternyata Ayah yang selama ini dia cari.
"Ayah, hentikan semua ini". ujar Gunawan.
Pria tersebut menghentikan kegiatan nya membaca mantra setelah mendengar seseorang memanggil nya dengan sebutan Ayah.
__ADS_1
"Siapa kau, sedang apa kamu di sini. kau sudah bosan hidup anak muda?" ucapnya.
Ria di tempat lain juga sedang mencari di mana Sukma dari Syakila, ia meminta semua panglima untuk membantu nya mencari di mana Syakila di sembunyikan.
Kemudian salah satu panglima pun berubah menjadi sosok butung Garuda besar dan menuntunnya memasuki ruangan menuju ke bawah sepertinya sengaja di bangun untuk melakukan Ritual.
Kerena di sana terlihat beberapa penjara yang jika di lihat oleh orang biasa itu hanyalah penjara kosong, padahal di dalam nya ada Banyak Roh-roh gadis yang di kurung dengan bentuk yang sudah sangat memprihatikan seperti yang Gunakan dulu lihat.
Philip yang ikut dengan Ria terus berada di dekat nya karena takut Ria kenapa-napa, dan benar saja saat Ria berusaha mencari cara untuk membuka pintu penjara itu.
Makhluk-makhluk buas yang berbentuk badan manusia setengah ular, dan berbentuk kalong atau kelelawar seperti terakhir kali ia menolong Ayu mencoba untuk menghentikan nya juga menyerang mereka.
Pernahkah kalian mendengar mitos Mandau terbang, Ria sekarang menggunakan kekuatan magis itu untuk menebas beberapa makhluk yang ingin menyerang nya juga Philip.
Beberapa panglima juga ikut menombak makhluk-makhluk jelmaan itu, ataupun ada yang sudah berubah menjadi jelmaan buaya putih untuk mencabik ular-ular jelmaan itu.
Ada banyak sekali makhluk yang menjaga penjara ini, Ria terus mengayunkan Mandau itu untuk menebas sayap-sayap Kelelawar besar yang beterbangan di atas nya dan juga Philip.
Ria pun kembali mengayunkan Mandau itu untuk membuka segel dari penjara yang mengurung roh atau Sukma gadis-gadis yang menjadi tumbal agar mereka bisa pergi dengan tenang.
Dan di tempat yang lain juga para panglima menombak segel agar cepat membuka juga penjara-penjara lain.
Di penjara paling ujung Ria melihat sosok Syakila yang sudah terlihat lemah dengan kaki tangan yang terbelenggu rantai juga pasung ghaib.
Dengan cepat Ria mengayunkan Mandau lagi untuk melepas belenggu ghaib yang ada di tubuh Ria, Philip kemudian menggendong Sukma Syakila untuk naik ke atas agar bisa memasukan nya kembali ke raganya.
Di atas tadi, setelah mendengar Ayah nya memanggil dirinya seolah-olah tidak mengenal nya pun sangat marah, ia membentak Ayah nya dan menyebutkan namanya.
"Aku Gunawan ay,ah, anak laki-laki Ayah. apa yang Ayah lakukan, kenapa Ayah bisa menjadi Setega ini haahhhh?". Gunawan sudah berjongkok sambil memegang kedua pundak ayah nya.
Ayahnya menjadi terkejut mendengar Gunawan yang memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Gu, Gunawan. sedang apa kamu di sini, pergiii". ujarnya mengusir Gunawan.
"Tidakkk, Gunawan tidak akan pergi sebelum Ayah menghentikan semua ini". ujarnya.
"Tunggu Ayah pulang, 1 tumbal lagi. ilmu Ayah akan sempurna Gun, Ayah akan pulang dan berkumpul bersama kalian". ujarnya tertawa.
Ia kembali membaca mantra untuk melanjutkan ritual yang tadi di hentikan oleh Gunawan. namun Gunawan yang sudah sangat murka pun menendang semua sajen yang ada di meja dekat dengan raga Syakila.
"Bang*t,,, aku bilang hentikan semua nya. aku tidak ingin memiliki seorang Ayah pembun*uh, hentikan aku bilang" ujar Gunawan mengamuk.
"Tidaaakkkkk, Jangaannn kau akan membuat nya marah". ujar Ayah Gunawan mencoba menghentikan Gunawan yang memporak porandakan sesajen di atas meja tersebut.
Ayahnya bangkit dan mulai menyerang Gunawan dengan membabi buta, Gunawan yang sudah mendapatkan pelatihan dari Datuk Sarani pun akhirnya melawan Ayahnya dengan ilmu yang ia pelajari juga di bantu para khodam yang memang di berikan oleh Datuk Sarani juga.
Baaggghhh, bbuuggh keduanya saling menyerang dan tanpa mereka sadari Tubuh Syakila yang ternyata sudah di isi oleh Nyai yang selama ini menjadi makhluk yang di sembah oleh pak Santoso dan juga Ayah dari Gunawan bangun dan duduk di atas kasur.
Ia bangkit ingin menyerang Gunawan juga dari belakang, namun saat ia ingin menyerang Gunawan dengan ilmu hitam nya Ayah Gunawan yang tidak benar-benar ingin menyerang anak nya sendiri pun melindungi Gunawan dari Serang ilmu hitam itu.
Syyuutttt terlihat ayah Gunawan memuntahkan lagi darah segar di mulutnya, Gunawan yang melihat Ayahnya melindungi dirinya dari serangan itu pun menangkap tubuh ayah nya yang tumbang bersimbah darah.
"Jadi dia seorang anak laki-laki yang dulu gagal kau persembahkan kan untuk ku, hingga kau mengganti nya dengan 20 gadis-gadis itu". ujar Syakila yang sekarang sudah di Rasuki oleh Roh Nyai.
"Pkkeeekkk, Ayah tidak benar-benar akan menyakiti mu nak". ujar Ayah lagi sambil kembali memuntahkan darah segar.
Syakila tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan bohong dari ayah Gunawan.
"Bohong, sekarang aku tahu alasan mu tidak bisa menyerahkan anak laki-laki mu itu. ternyata ia memiliki penjaga yang tidak bisa kau kalahkan bukan, hingga kau hanya mengorbankan anak perempuan mu yang tidak di awasi oleh leluhur nya". makhluk itu benar-benar ingin memancing permusuhan antara ayah dan anak.
"Teganya Ayah melakukan ini kepada kami". ujar Gunawan walaupun ia masih memeluk tubuh Ayah nya.
"Maafkan Ayah nak, Ayah akan menebus semua nya Maafkan. Ayah akan berhenti, Ayah akan bertobat"ujar Ayah Gunawan akhirnya menangis, ia sada akan kesalahan nya setelah keadaan nya yang seperti ini.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa kemana-mana, kau selamanya akan di sini bersama ku". ujar Nyai tadi tertawa.