Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
23 bersabarlah sedikit lagi.


__ADS_3

"Ya, kau lihat saja, aku juga memiliki seorang teman di sana. akan ku kenal kan nanti jika aku sudah kembali ke ragaku". ucap Ria kemudian kembali ke kamar kuning untuk tidur.


Krriiinnngggg, alarm di kamar Ria berbunyi, membangun kan nya dari tidur nya dan membawa nya kembali ke Dunianya.


"Ria,.. kau mau ke mana subuh-subuh begini, hari ini kan tidak ada kuliah, kau tumben tidak kembali tidur". ucap Lula yang terbangun karena mendengar suara aktivitas teman sekamar nya ini.


"Aku membangun kan mu ya, maaf ya. kau tidur lah lagi, aku ingin pergi ke suatu tempat jadi harus pagi agar sampai di sana tidak terlalu siang". jelas Ria.


"Kau ingin pergi kemana, kenapa aku tidak di ajak untuk jalan-jalan, kau jahat sekali". ucap Lula kini bangun dari tidur nya.


"Maaf Lula, aku ada urusan sedikit di desa itu, aku bukan ingin jalan-jalan". ucap Ria.


"Urusan apa, aneh sekali kau ada masalah?". tanya Lula bingung.


"Emm tidak,hanya saja ibuku meminta ku untuk mencari alamat teman lamanya, itu saja". ucap Ria.


"Berbohong untuk kebaikan tidak apa kan, aku tidak ingin kamu terlibat Lula, Kau tidak akan mengerti apa yang ku hadapi". ria membatin sendiri.


"Ya sudah, hati-hati di jalan, kabari aku bila sudah sampai".ucap Lula,ia pun kembali tidur.


"Baiklah Astri, mari kita berangkat ke desamu. tapi kemana Philip ya, dari tadi aku tidak melihat keberadaan nya.


kau tau di mana dia?" tanya Ria pada Astri sambil berjalan menuju halte bus.


Hanya perlu waktu 30 menit berjalan kaki dari asrama, di situ sudah ada terminal.


"Aku ada di sini, kau merindukanku?". ujar Philip tiba-tiba muncul saat Ria melewati sebuah pohon besar.

__ADS_1


"Kau habis berkencan dengan nya". Ujar Ria tertawa melihat ke arah atas sudah ada wanita berpakaian putih dengan rambut acak-acakan sedang duduk di atas pohon.


"Ck, kau ini, mataku masih normal aku masih bisa mencari wanita cantik dengan wujud ku seperti ini". ucap Philip.


Astri terlihat sudah duduk di atas salah satu bus di depan sana.


"Aku mencari mu dari tadi malam untuk mengenal kan mu pada seseorang tapi kamu tidak ada, pergi kemana kamu?". tanya Ria.


"Aku pergi ke atas tower sana". ujar Philip menunjuk ke arah atas tower di atas kampus.


"Pasti pemandangan dari atas sana sangat indah kan". tanya Ria.


"Lain kali pergilah ke sana dengan ku, saat Roh mu keluar dari ragamu". ujar Philip.


"besok malam, setelah kita pulang ke sini ajak aku ke sana". ujar Ria sambil tersenyum.


sesaat Ria lupa ingin mengenal kan Philip dengan kembaran nya.


sementara kembaran Ria memang tidak menempel pada Ria, dia lebih memilih pergi jika Ria tidak memanggil.


karena umur nya yang baru beberapa belas tahun, energi nya memang tidak sekuat makhluk-makhluk kebanyakan.


jadi dia akan datang saat Ria butuh, dan perlu keberadaan nya untuk memanggil para tetua jika Ria perlu nanti.


"Kita sampai, sekarang Tunjukan padaku di mana rumah sahabat mu Astri". tanya Ria setelah tiba di desa asalnya.


"Di sana". ucap Astri menunjuk ke sebuah rumah yang sudah terlihat seperti bangunan bergaya lama, namun masih terawat.

__ADS_1


Rumah ini tidak memiliki pagar, jadi Ria dengan mudah masuk dan langsung menuju pintu.


Tokkkk... tokkk.. tokkk...


"Permisi, apa ada orang di dalam?". tanya Ria.


"Ya, sebentar". terdengar ada sahutan seorang perempuan dari dalam sana.


Cekrreeeaaakkk, pintu di buka, muncul seorang wanita seumuran ibu Ria. masih sangat cantik dan terlihat ramah menyambut Ria dengan senyumannya.


"Permisi, apa ini Rumah ibu Sari?". tanya Ria.


"Ya saya sendiri, Ada perlu apa ya nduk?". tanyanya.


"Maaf saya mengganggu waktu ibu, ada yang perlu saya bicarakan.


apa kah saya bisa meminta waktu ibu sebentar, sebelum nya perkenalkan Nama saya Ria Bu". jelas Ria.


"Silahkan nduk, gak apa-apa,ayo masuk ke dalem. maaf rumah ibu sederhana sekali, silahkan duduk, sebentar ibu bikinin minum dulu.


sepertinya kamu bukan asli sini". ujarnya sambil mempersilahkan Ria duduk dan bergegas ke dapur.


Ria duduk dengan tenang sambil menunggu ibu Sari muncul. memperhatikan rumah ini sedikit, dan terlihat foto dua orang wanita cantik sedang saling Rangkul.


"Itu aku, ini Sari". ucap Astri menjelaskan sambil menangis dengan wajah pucat dan penuh lukanya.


"Baiklah, aku harap bisa secepatnya menolong mu Astri, bersabarlah sedikit lagi". ucap Ria.

__ADS_1


__ADS_2