
Gunawan yang berdiri di belakang ayah Cinta memperhatikan sekeliling kamar dan terlihat juga bekas sesajen yang sudah terobrak-abrik , mungkin tadi malam dia di eksekusi oleh Nyai yang selama ini di puja nya, monolog Gunawan dalam hatinya sendiri.
...****************...
Semua warga desa masih bergerombol di depan kontrakan Andini, terutama ibu-ibu yang penasaran dengan kematian Andini yang mendadak.
Apalagi santer terdengar jika Andini meninggal secara tidak wajar, dan ada beberapa orang yang sudah melihat jasad Andini sebelum kepolisian datang. hingga gosip Andini meninggal tersebar secara cepat, banyak yang yakin jika Andini meninggal karena ilmu yang dia gunakan berbalik ke badannya sendiri.
Gunawan dan ayah cinta di tanya tentang kesaksian nya tadi malam berada di mana, dan di tambah dengan bukti-bukti yang ada jika ayah cinta tidak terlibat membuat polisi hanya menjadikan mereka saksi.
Tidak lama kedua orang tua Andini juga datang dari kampung setelah mendengar kabar keadaan anaknya yang sudah meninggal dengan keadaan menggenaskan, namun tidak nampak wajah menyedihkan di wajah kedua orang tuanya.
Mereka hanya menatap jasad Andini yang sudah di masukan kedalam kantung mayat untuk di otopsi terlebih dahulu sebelum di berikan kepada keluarga.
"Maafkan kesalahan anak ku pada keluarga mu nak". ujar Ayah Andini pada ayah Cinta.
"Kami terlalu memanjakan nya, hingga tidak bisa mengontrol nya lagi. jika saja waktu bisa di putar kembali, sekuat tenaga bapak dan ibu akan melarang Andini untuk melakukan ajian yang seperti ini". akhirnya air mata ibu dari Andini tumpah juga.
"Maafkan kesalahan Andini yang sudah membuat Ratmi meninggal, maafkan kami yang barusan berani datang sekarang untuk meminta maaf". ayah Andini mencoba untuk bersimpuh, namun dengan cepat di halangi oleh ayah Cinta.
"Bapak dan ibuk tau jika Andini lah yang sudah membuat istri Ratmi celaka, kenapa baru bilang sekarang Buk, pak??!!". kembali ayah cinta menangis mengingat mendiang istrinya.
__ADS_1
"Kami di ancam jika mengatakan padamu, dia akan bunuh diri. sementara kamu tahu jika Andini adalah anak kami satu-satunya, kami takut kehilangannya. namun melihat kejadian nya yang harus meninggal seperti ini membuat kami sadar jika tidak sekarang kapan lagi kami akan meminta maaf dengan mu dan Cinta anak mu". Tubuh tua renta ayah Andini bergetar menahan tangisannya agar tidak membuat keributan, ia menangis tertahan.
"Mas, Ikhlas. bagaimana pun mungkin ini sudah jalannya, kita doakan saja Andini juga Ratmi tenang di sana". Gunawan dengan lembut berusaha menguatkan ayah Cinta yang kembali terlihat lemah karena perasaan bersalah nya yang timbul kembali kepada mendiang istrinya Ratmi.
"Sekali lagi maaf kami orang tua yang gagal mendidik putri kami nak, masalah Andini. bapak dan ibuk akan meminta kepolisian untuk menutup kasus kematian nya, bapak dan ibuk yakin jika Andini meninggal bukan karena kamu. tapi memang dia meninggal karena perbuatan nya sendiri". ujar ibu Andini.
Gunawan dari tadi memperhatikan semuanya dengan seksama, dan akhirnya mereka pun mulai berembuk untuk mengambil tindakan apa untuk semuanya.
Ria sendiri di rumah sedari tadi selalu melihat ke pekarangan depan rumah sendirian, karena Lula dan ibu Sari sedang ke pasar bersama dengan Cinta ya sekarang sangat dekat dengan ibu Sari, mungkin ia rindu kasih sayang seorang ibu.
Felix yang sedari tadi di dalam pun ikut duduk di samping Ria di depan rumah, Felix memperhatikan Ria yang sedari tadi melamun pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"Apa yang kamu pikirkan?!". tanya Felix dengan logat khas baratnya, sambil tersenyum manis kepada Ria.
"Walaupun aku baru beberapa hari mengenal mu, tapi aku seperti sudah lama mengerti kamu. aku tahu kamu gelisah Ria, kamu bisa bercerita padaku agar kamu bisa tenang". ucap Felix lagi.
Ria menatap wajah Felix dengan seksama,wajah itu, mata itu, suara itu, dan semua yang ada pada diri Felix membuat Ria tidak bisa untuk tidak jatuh cinta padanya, namun Ria sadar jika dia bukan wanita normal. apakah dia akan kehilangan cinta nya sekali lagi, itu lah yang Ria fikirkan sedari tadi sebenarnya.
"Kau tidak ingin bercerita padaku?!, sayang sekali. padahal aku ingin lebih mengenal mu, dan aku harap kamu bisa menceritakan semuanya keluh kesah mu padaku. apakah aku masih harus menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan Cinta dari mu Ria?". tanya Felix sambil memasang waja sedih nya.
"Paman ku ratusan tahun menunggu mu, apakah aku juga harus seperti itu?". ucapan Felix akhirnya membuat Ria kembali mengingat cinta pertama nya Philip, apakah benar Felix di kirim tuhan untuk melanjutkan kisah cinta mereka yang dulu tidak tercapai.
__ADS_1
"Felix, kamu tahu kan aku berbeda. tadi malam kamu lihat sendiri bagaimana aku, apakah kamu masih ingin mengenal ku dan melanjutkan kisah cinta ini jika aku dengan keadaan yang seperti nya nya?". akhirnya Ria menumpahkan sedikit isi hatinya pada Felix.
"Kamu kenapa??.. apanya yang berbeda?, kamu sama saja seperti kami Ria, jangan merasa kalau kamu berbeda, kamu di berikan anugerah untuk membantu orang lain. Sama saja seperti dokter, hanya saja pasien nya berbeda jenis. hanya itulah saja, selebihnya kamu adalah wanita biasa yang memang memiliki kebaikan yang sangat besar". jelas Felix panjang lebar kepada Ria yang sekarang masih menatap nya.
Tatapan mereka bertemu, saling mengunci. seperti sedang mencari kejujuran di mata Felix jika ucapnya itu tidak berbohong.
"Aku masih mencintaimu, juga mengagumi mu Ria. kamu hebat dengan semua kemampuan mu, izinkan aku memasuki dunia mu Ria!". Felix terlihat serius saat mengatakan semuanya membuat Ria merasakan kehangatan di hatinya.
"Aku takut kamu ketakutan dengan ku, dan duniamu pasti tidak akan faham dengan dunia yang ku jalani". Ria bercicit pelan sambil memilin pinggiran baju nya hingga terlihat sedikit kusut.
"Izinkan aku untuk masuk, aku akan buktikan padamu jika aku mampu untuk bersama mu dan aku akan selalu berusaha untuk mengerti kamu". Felix kembali mengatakan hal yang membuat Ria bahagia sekaligus takut.
Bagaimana jika nanti Felix kembali ke negaranya, apakah dia akan ingat dengan janji-janjinya pada Ria, atau dia akan melupakan dirinya di tempat asal Felix nanti.
"Kau akan kembali ke negara mu kan?!, aku rasa kamu lebih baik mencari wanita di sana". akhirnya Ria memilih untuk kembali mengubur perasaan cintanya sebelum perasaan nya semakin besar juga.
"Tubuh ku akan kembali, tapi hati dan cinta ku akan ku tinggalkan di sini. sampai nanti kamu siap untuk menikah dengan ku, aku sudah mendengar cerita Gunawan jika kamu ingin fokus kuliah dan tidak ingin berpacaran atau menjalin hubungan apapun terlebih dahulu". Felix kembali menjelaskan pada Ria tentang isi hatinya.
"Jaga hatimu agar tetap kosong,dan biarkan aku menjadi orang pertama yang nantinya mengetuk pintu itu, apakah bisa?!". tanya Felix lagi,Ria kembali menatap Felix setelah mendengar penjelasan nya tadi.
"Apakah kamu bisa menerima semuanya, keadaan ku, kelebihan ku, dan semua kekurangan ku?". tanya Ria untuk memastikan.
__ADS_1
"Kita akan saling cerita tentang kekurangan kita di masa depan, dan karena itu izinkan aku lebih mengenal mu Ria". entah kenapa ucap Felix membuat hati Ria yang awalnya Gundah gulana menjadi berbunga, mungkin mereka bisa melewati kisah cinta ini walaupun berjauhan nantinya.